Tatler Best Indonesia 2026 dengan bangga menampilkan 20 restoran terbaik yang berhasil menetapkan standar baru dalam inovasi dan pengalaman bersantap di peta gastronomi Nusantara.
Dunia kuliner Indonesia terus berkembang dengan pesat, diperkaya oleh penghormatan mendalam terhadap warisan kuliner, budaya, semangat inovatif, bakat global, serta apresiasi yang semakin luas terhadap kualitas bahan-bahan lokal terbaik.
Mulai dari restoran modern Indonesia yang progresif hingga konsep fine dining yang berkelanjutan, restoran-restoran di Jakarta dan Bali tengah mendefinisikan kembali makna santapan yang sesungguhnya—di mana cita rasa, layanan yang hangat dan profesional, desain, dan suasana menyatu dalam harmoni yang meninggalkan kesan mendalam.
Tatler Dining Guide pertama diluncurkan pada tahun 1993. Sejak itu, kami telah menjadi panduan tepercaya bagi para penikmat kuliner yang berkelas, dengan kurasi restoran terbaik tanpa sistem peringkat. Panduan ini dibuat dengan menggabungkan wawasan dari panel pakar industri dan sosok-sosok berpengaruh dalam dunia kuliner yang menominasikan dan memilih restoran-restoran paling menarik, berpengaruh, dan menginspirasi.
Dengan penekanan pada keunggulan dan keberagaman, daftar 20 Restoran Terbaik Tatler Best Indonesia 2026 ini merayakan lanskap kuliner Indonesia yang paling istimewa, di mana setiap detail, dari amuse-bouche pertama hingga manisnya hidangan penutup, dirancang untuk meninggalkan kesan yang mendalam.
1. Apéritif
Terletak di Ubud, Apéritif memadukan kemegahan era 1920-an dengan keanggunan hospitalitas Bali. Di bawah arahan executive chef Nic Vanderbeeken, menu musiman terbaru bertajuk Guided by the Moon Cycle mendefinisikan ulang gastronomi global melalui kekayaan hasil alam Indonesia. Setiap hidangan mencerminkan fase pembaruan bulan, menawarkan sebuah pengalaman sensorik yang memukau, lengkap dengan koleksi wine yang ekstensif.
Baca juga: Apéritif meluncurkan menu baru yang terinspirasi oleh fase bulan
2. August
Didirikan oleh chef Hans Christian dan Budi Cahyadi, August menghadirkan kehangatan bernuansa residensial di tengah SCBD Jakarta. Berawal dari eksperimen private dining pada 2019, kini August berevolusi menjadi pilar utama dalam kancah kuliner ibu kota. Dengan konsep dapur terbuka dan kreasi memukau dari pastry chef Ardika Dwitama, pengalaman bersantap di sini merupakan perpaduan sempurna antara kemahiran kelas dunia dan hospitalitas Indonesia yang penuh perhatian.
Above August

Above Main dining room di August
3. Costa
Terletak di kawasan Gunawarman, Costa membawa harmoni elemen laut dan pegunungan ke dalam lanskap kuliner Jakarta. Dipandu oleh chef Ryan Theja, menu yang dihadirkan merayakan tradisi Katalan melalui lensa inovatif, menyandingkan hasil alam lokal yang segar dengan jiwa Spanyol. Dalam suasana dapur terbuka yang inklusif, setiap hidangan dirancang untuk dinikmati bersama, merefleksikan budaya bersantap yang berfokus pada dialog musiman yang dinamis.

Above Cita rasa Katalan di Costa
4. Cuca
Tiga belas tahun berselang, Cuca tetap menjadi bukti nyata dari visi Kevin Cherkas dan Virginia Entizne. Suaka di Jimbaran ini dengan mahir menjembatani kenyamanan kasual dengan presisi fine-dining, menawarkan tapas kreatif yang terinspirasi secara global serta merayakan hasil bumi lokal melalui teknik mumpuni dan sentuhan humor yang khas. Inilah mengapa Cuca tetap menjadi salah satu favorit para panelis di ajang Tatler Best Indonesia 2026.

Above Kevin Cherkas dan Virginia Entizne

Above Hidangan di Cuca
5. Esa
Didirikan oleh chef Aditya Muskita, Jessica Eveline, dan Kevindra Soemantri, Esa berdiri sebagai garda terdepan dari "New Jakarta Cuisine." Suaka kontemporer ini menyaring warisan budaya ibu kota yang multifaset—dari pengaruh Betawi hingga Eropa—ke dalam sebuah pengalaman degustation yang terkurasi. Dalam ruang bergaya galeri dengan dapur terbuka, Esa secara artistik mengubah memori kolektif Jakarta menjadi dialog yang menggugah jiwa antara sejarah dan inovasi.

Above Hidangan di Esa
Above Nostalgia rasa Indonesia di Esa
6. Home by Chef Wayan
Sebuah oase kuliner di Pererenan, Home by Chef Wayan menawarkan interpretasi baru atas masakan rumahan khas Bali dan Indonesia. Didirikan oleh Wayan Kresna Yasa, restoran ini mengawinkan teknik kontemporer dengan penghormatan terhadap warisan leluhur. Dirancang untuk berbagi, setiap hidangan membangkitkan memori resep tradisional namun tetap memberikan pengalaman bersantap modern.

Above Wayan Kresna Yasa

Above Home by Chef Wayan
Home by Chef Wayan
$ $
Jl. Pantai Pererenan No.92, Pererenan, Kec. Mengwi, Kabupaten Badung, Bali 80361
7. Ironplate
Bertempat di MD Place, Ironplate menawarkan pengalaman steakhouse canggih yang didefinisikan oleh sensibilitas Franco-Asian yang berani dari chef-patron Andri Dionysius. Ambiancenya tak pelak lagi sangat dramatis, menampilkan interior gelap, tekstur batu alam, dan pencahayaan yang menyoroti panggangan besi pusat. Di sini, disiplin kuliner Prancis bertemu dengan sentuhan Asia yang semarak, menghasilkan hidangan-hidangan ikonis yang luar biasa.
8. Jung Chan Dining
Tersembunyi di perbukitan Dago, Bandung, Jung Chan Dining menawarkan pertemuan intim dengan gastronomi Korea kontemporer. Beroperasi dari kediaman pribadi chef Jung Chan-hyuk dan pasangannya, destinasi eksklusif ini hanya menjamu dua belas tamu di setiap sesi. Menunya berakar pada teknik fermentasi yang disempurnakan di iklim dataran tinggi, menciptakan dialog emosional antara filosofi tradisional Korea dan terroir lokal.
Jung Chan Dining
$ $ $ $
Jl. Bukit Pakar Timur No.76E, Ciburial, Kec. Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40198
9. Kindling
Menempati kediaman kolonial awal abad ke-20 yang telah direstorasi di Cikini, Kindling merupakan penghormatan tulus dari chef Vallian Gunawan terhadap seni hospitalitas. Dahulu merupakan rumah Lily Kasoem, restoran ini menanggalkan kekakuan fine dining tradisional demi kehangatan sebuah jamuan makan malam pribadi. Di antara tiga ruangan yang terjaga keanggunannya, ia menghadirkan menu cicipan bercita rasa Asia yang diperhalus dengan teknik Prancis.

Above Kindling

Above Vallian Gunawan
10. Locavore Nxt
Dipimpin oleh Eelke Plasmeijer dan Ray Adriansyah, Locavore Nxt tetap berada di barisan terdepan gastronomi berkelanjutan. Narasi 16 hidangan mereka, The Source, merayakan kekayaan alam liar Indonesia, mengundang tamu untuk menjelajahi hutan pangan di atap gedung demi pertemuan langsung dengan filosofi forage-to-table mereka. Tidak mengherankan bahwa restoran ini menjadi pilihan para panelis Tatler Best Indonesia 2026.

Above Locavore Nxt
Locavore Nxt
$ $ $ $
Jl. A.A. Gede Rai Gang Pura Panti Bija, Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
11. Mata Karanjang
Di kawasan Melawai, Mata Karanjang mengangkat warisan budaya Sulawesi Utara ke tingkat yang lebih tinggi. Chef Jovan Koraag menyelaraskan pedasnya bumbu Manado yang tegas dengan teknik yang halus, menggunakan bahan-bahan autentik yang didatangkan langsung. Berada dalam interior bernuansa kayu, tempat ini menjadi suaka elegan bagi cita rasa Indonesia yang aromatik dan menggugah jiwa.

Above Mata Karanjang

Above Jovan Koraag
Mata Karanjang
$ $
Jl. Wijaya VI No.14A, Melawai, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12160
12. Mauri
Berakar kuat pada cucina povera, Mauri adalah penghormatan tulus chef Maurizio Bombini terhadap warisan Pugliese-nya. Di dalam suaka bernuansa putih yang tenang, menu di sini merayakan kesederhanaan musiman melalui cita rasa Italia Selatan kontemporer. Ini adalah pengalaman yang matang dan evokatif, menyeimbangkan presisi teknis dengan tradisi yang mendalam.

Above Hidangan di Mauri

Above Maurizio Bombini
13. Nusantara by Locavore
Dipimpin oleh chef I Putu Dodik Sumarjana, Nusantara by Locavore dengan mahir menghidupkan kembali resep-resep regional yang terlupakan. Di ruangannya yang elegan di Ubud, teknik klasik dan hasil bumi lokal unggulan mengubah warisan Indonesia menjadi perjalanan modern dan berkelanjutan yang tetap berakar kuat pada autentisitas.

Above Nusantara by Locavore
14. Room4Dessert
Didorong oleh kreativitas tanpa batas dari chef Will Goldfarb, Room4Dessert telah berevolusi dari konsep butik di New York menjadi sebuah suaka multidisiplin di Ubud. Berakar pada filosofi banjar Bali tentang komunitas, kawasan ini terdiri dari akademi pastry, butik, dan penginapan, yang semuanya berpusat pada menu cicipan inovatif karya Goldfarb dan timnya yang muda dan kreatif.

Above Room4Dessert

Above Will Goldfarb
15. Rumari
Dipandu oleh chef Gaetan Biesuz, Rumari menyajikan pendekatan kontemporer yang progresif terhadap gastronomi Indonesia. Beroperasi dengan filosofi ketat 80/20—di mana delapan puluh persen bahan didapat dari dalam kepulauan—restoran ini menawarkan menu cicipan yang dirancang dengan sangat teliti. Pengalaman bersantap semakin ditingkatkan dengan kehadiran Rumari Counter, di mana makan malam personal disusun setiap hari berdasarkan temuan bahan tersegar di pagi hari.
16. Santanera
Santanera adalah suar bagi percampuran cita rasa lintas budaya, mengawinkan semangat Amerika Latin dengan kehalusan Eropa. Dipimpin oleh chef asal Kolombia, Andrés Becerra, menunya merupakan dialog antara cita rasa budayanya dan hasil bumi lokal. Terdiri dari tiga lantai dengan keanggunan molek yang tidak lekang waktu, tempat ini menawarkan pengalaman rasa tentang seni bersantap yang akrab dan menyenangkan.

Above Ceviche Mixto di Santanera

Above Cita rasa Amerika Latin di Santanera
17. Semaja
Sejak debutnya pada 2023, Semaja di Menteng telah menjadi suaka di mana warisan Indonesia diberi napas kehidupan baru. Di dalam interior bernuansa bumi dengan dinding bermotif batik, executive chef Glenn Erari dengan mahir menafsirkan ulang hidangan klasik Nusantara dengan presisi modern. Baik di ruang makan utama maupun di area backyard tropis yang rimbun, cita rasa abadi bertemu dengan keanggunan kontemporer.

Above Ruang makan di Semaja
18. Syrco Basè
Dipandu oleh prinsip Traceability, Nature, and Transparency, Syrco Basè di Ubud adalah ekspresi hidup chef Syrco Bakker terhadap terroir Indonesia. Mengawinkan bahan-bahan lokal dengan teknik Barat yang halus, setiap hidangan mengisahkan kolaborasi dengan pengrajin lokal, menawarkan eksplorasi keanekaragaman hayati yang jujur dan berkelas dunia.

Above Syrco Bakker

Above Hidangan di Syrco Basè
19. The Crown by Kirk Westaway
Bertengger di lantai 22 Fairmont Jakarta, The Crown by Kirk Westaway mengganti formalitas tradisional dengan kenyamanan modern ala Inggris. Menggabungkan warisan Devonshire dengan teknik yang diperhalus, menu karya Westaway menciptakan dialog yang menggugah antara bahan premium dan hasil bumi lokal di dalam suaka elegan bernuansa Inggris.

Above The Crown by Kirk Westaway
The Crown by Kirk Westaway
$ $ $
Fairmont Jakarta, Jl. Asia Afrika No.8, Gelora, Tanah Abang, Jakarta, 10270
20. Young
Di lingkungan Dharmawangsa, Young menafsirkan ulang cita rasa regional Thailand. Dipimpin oleh chef Yohans Gozal, dapur ini menekankan pada teknik panggang api dan konsep berbagi, dengan menu musiman yang berevolusi setiap beberapa bulan. Setiap iterasi menawarkan sudut pandang segar terhadap lanskap kuliner Thailand yang beragam.

Above Young

Above Yohans Gozal















