Didirikan oleh salah seorang pemuda asal Indonesia di London, Better Nature menjadi pelopor tempe modern di Eropa, menginspirasi gerakan makanan sehat global sambil mendukung misi sosial di tanah air
Di tengah arus tren global akan makanan sehat dan keberlanjutan, satu nama mencuri perhatian di pasar protein nabati Eropa: Better Nature. Start-up asal London ini didirikan oleh Driando Ahnan-Winarno, bersama tiga rekannya dari berbagai negara: Elin Roberts dari Wales, Christopher Kong dari Hong Kong, dan Fabio Rinaldo asal Italia. Mereka baru saja mengamankan pendanaan sebesar Rp 24 miliar untuk memperkuat misi mereka: menjadikan tempe sebagai sumber protein alami pilihan dunia.
Meski berkantor di Inggris, akar dari Better Nature jelas tertanam di Indonesia. Dr. Ando, sapaan akrab ilmuwan pangan yang telah mengenyam pendidikan di Universitas Atma Jaya, University of Massachusetts Amherst, dan Oxford University ini, membawa tempe dari warisan keluarganya di Klaten ke meja makan Eropa dalam format yang modern dan siap bersaing di rak-rak supermarket besar seperti Tesco dan Rewe.
Baca juga: Dari biryani hingga bibimbap, temukan hidangan nasi paling disukai di Asia
Better Nature kini memegang 38,1% pangsa pasar tempe di Inggris, dengan pertumbuhan penjualan tahun-ke-tahun sebesar 128%, bahkan ketika kategori makanan nabati secara keseluruhan mengalami penurunan. Di Jerman, brand ini telah menjadi pemimpin pasar dengan pertumbuhan yang melonjak tiga kali lipat dalam setahun terakhir.
Namun yang membedakan Better Nature dari perusahaan start-up kebanyakan adalah pendekatannya yang menyeluruh: kesehatan konsumen, keberlanjutan lingkungan, dan komitmen sosial berjalan seiring. Sejak 2022, mereka menyisihkan 1% dari hasil penjualan untuk membantu pencegahan malnutrisi anak di Indonesia melalui Yayasan Usaha Mulia. “Kakek saya bisa bertahan dari malnutrisi karena tempe,” ujarnya. “Memberikan kembali ke Indonesia bukan pilihan, melainkan keharusan.” Bagi Dr. Ando, ini bukan sekadar program tanggung jawab sosial tapi panggilan hati.
Dengan suntikan dana baru yang sebagian besar berasal dari investor lama, Better Nature akan memperkuat kehadirannya di Inggris, Jerman, dan Austria, serta berekspansi ke pasar baru yang akan diumumkan akhir tahun ini. Fokusnya adalah memperluas jangkauan tempe sebagai “supercharged protein”—bukan hanya untuk vegetarian, tapi juga konsumen daging yang ingin pilihan lebih sehat dan alami.
Bagi banyak orang Indonesia, tempe mungkin adalah makanan sehari-hari yang dianggap biasa. Namun di tangan Better Nature, tempe tampil sebagai simbol masa depan: modern, sehat, inklusif, dan penuh nilai.




