Cover Eat responsibly bukan hanya sekedar memilih makanan yang sehat (Foto: Ella Olsson / Unsplash)

Eat responsibly bukan hanya sekedar memilih makanan yang sehat, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan.

Mengonsumsi makanan sehat kini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Namun, di tengah kesadaran akan pertumbuhan penduduk secara global, sebenarnya salah satu hal yang penting tentu saja pemerataan makanan sehat bagi semua orang. Hal ini bisa diatasi dengan penerapan eat responsibly. Eat responsibly bukan hanya sekadar memilih makanan yang sehat, tetapi juga memerhatikan dampaknya terhadap lingkungan, masyarakat, dan perekonomian.

Baca juga: Mengulik Lapis Legit: Ada cerita menarik di tiap lapisnya yang melebihi sensasi

Melihat pertumbuhan populasi dunia yang pesat, membawa tantangan besar terhadap sistem pangan dan sumber daya alam. Dengan prediksi jumlah penduduk yang akan mencapai 10 miliar pada tahun 2050. Rasa tanggung jawab terhadap pemilihan makanan akan semakin penting dilakukan. Pilihan tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan pribadi, tetapi juga terhadap perubahan iklim, penggunaan air, dan ketimpangan sosial di berbagai belahan dunia.

Penerapan "We Eat Responsibly" telah dilakukan di beberapa negara Eropa. Proyek ini merupakan bagian dari jaringan Eco-Schools yang berfokus pada pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang konsumsi makanan yang bertanggung jawab. Beberapa negara tersebut termasuk Slovakia, Kroasia, Bulgaria, Republik Ceko, Polandia, dan Rumania. Makan secara bertanggung jawab (eat responsibly) berarti membuat pilihan makanan yang tidak hanya baik untuk tubuh, tetapi juga untuk lingkungan dan sesama. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk memulainya.

 

1. Pilih bahan lokal dan musiman

Tatler Asia
Above Konsumsi makanan dengan rasa tanggung jawab (Foto: Louis Hansel / Unsplash)

Mendukung petani dan peternak lokal dengan memilih bahan makanan yang diproduksi langsung oleh negara sendiri. Meskipun terdapat beberapa jenis bahan makanan yang harus dipanen dalam musim tertentu, hal ini justru akan menimbulkan rasa yang lebih segar dan kandungan yang lebih bergizi.  Pada langkah ini Anda dapat melakukannya dengan membeli sayur dari pasar tradisional yang berasal dari petani lokal, seperti bayam, kangkung, atau buah-buahan saat musimnya tiba.

 

2. Mengurangi Makanan Olahan

Makanan olahan biasanya mengandung banyak bahan tambahan yang kurang baik untuk kesehatan dan diproses dengan cara yang bisa merusak lingkungan. Untuk mengurangi dampak tersebut, Anda bisa lebih sering memilih makanan utuh. Misalnya dengan memasak sendiri nasi, lauk, dan sayur segar dibanding terus-menerus mengonsumsi makanan instan.

3. Perhatikan label produk

Tatler Asia
Above Label Organic (Foto: Kellen Rigin / Unsplash)

Membaca label pada kemasan bisa membantu Anda untuk memilih produk yang diproduksi secara berkelanjutan. Sertifikasi seperti organik, fair trade, atau eco-friendly menunjukkan bahwa produk tersebut memperhatikan lingkungan dan hak-hak pekerja. Misalnya Anda bisa membeli makanan dengan label fair trade.

4. Kurangi limbah makanan

Mengonsumsi makanan secara berlebihan dapat menimbulkan dampak makanan tersebut akan menjadi limbah organik. Mengatur porsi sesuai kebutuhan dan mengolah sisa makanan, bisa mengurangi sampah sekaligus menghemat pengeluaran. Untuk menguranginya, Anda bisa menyimpan sisa lauk malam untuk bekal keesokan harinya, atau memasak sesuai dengan porsi yang dibutuhkan.

5. Dukung produsen yang beretika

Pilihlah produk pangan dari perusahaan yang terbukti memperhatikan kesejahteraan karyawan dan tidak merusak lingkungan. Mendukung brand yang bertanggung jawab, bisa memberi dampak positif dalam jangka panjang.  Misalnya, dengan membeli produk dari merek yang terbuka soal rantai distribusinya, menggunakan kemasan yang ramah lingkungan, dan memberi kesejahteraan kepada para pekerjanya.

Topics