Melalui instalasi RITUAL — The Practice of Becoming di ARCH:ID 2026, arsitek Budi Kurniawan dari BK Studio dan Skayu International mengajak kita untuk mendefinisikan ulang kemewahan sebagai kehadiran, proses, dan pengalaman indrawi yang mendalam.
Dunia arsitektur dan desain Indonesia baru saja menyaksikan sebuah narasi ruang yang memikat di ajang ARCH:ID 2026 yang berlangsung pada 23–26 April 2026 silam di ICE BSD. Di tengah gempita inovasi material, satu presentasi berhasil mencuri perhatian dan dianugerahi penghargaan Best Booth Award. RITUAL — The Practice of Becoming adalah mahakarya kolaboratif antara arsitek Budi Kurniawan dari BK Studio dan Skayu International yang melampaui batasan konvensional sebuah booth pameran, bertransformasi menjadi sebuah pengalaman sensorik yang berkesan.
Bagi Budi Kurniawan dari BK Studio, RITUAL adalah sebuah perjalanan di mana arsitektur, materialitas, dan kultur kopi melebur menjadi satu narasi spasial yang halus. Di sini, kemewahan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang dimiliki, melainkan sesuatu yang dirasakan secara mendalam melalui waktu dan intensi. Pengunjung tidak sekadar melihat, melainkan diundang untuk melambat, hadir sepenuhnya, dan menyelami lingkungan yang dikoreografi dengan saksama.
Layaknya sebuah perjalanan fine dining, RITUAL menuntun pengunjung melalui lapisan pengalaman sensorik yang bertahap. Mulai dari sentuhan pertama dengan material hingga keterikatan emosional yang lebih dalam, instalasi ini mengaktifkan indra penglihatan, peraba, pendengaran, hingga aroma. Keintiman ini semakin diperkuat melalui kolaborasi lintas disiplin: inovasi material WPC serta fasad dari Skayu International berpadu dengan arahan mode dari Josephine Anni, dan mencapai puncaknya pada ritual kopi omakase yang dipersembahkan oleh Instinct Roastery.
Skayu International adalah jenama material arsitektur berbasis desain yang berspesialisasi pada dek WPC (wood-plastic composite), pelapis dinding luar ruangan (outdoor cladding), sistem fasad, dan permukaan arsitektural terkurasi. Jenama ini menyatukan gaya hidup, waktu luang, dan ekspresi material yang halus ke dalam lingkungan hunian kontemporer—merambah secara alami ke ruang perhotelan kelas atas, destinasi terinspirasi resor, serta pengalaman desain yang dibentuk oleh kenyamanan, atmosfer, dan materialitas yang terencana.
Baca juga: Olafur Eliasson dan pameran solo perdananya di Asia-Pasifik: bagaimana karyanya menggugah isu iklim

Above Arsitek Budi Kurniawan dari BK Studio

Above Salah satu diorama di instalasi RITUAL — The Practice of Becoming
Di jantung instalasi, terdapat The Host Table. Di sinilah keramah-tamahan berubah menjadi sebuah ritual eksklusif, menyatukan keahlian pengerjaan, percakapan, dan kepuasan sensorik dalam satu pengalaman coffee omakase tak terlupakan. Secara visual, bahasa arsitektur RITUAL karya BK Studio mengambil inspirasi dari bentuk lipatan origami, menciptakan repetisi skulptural yang ritmis sebagai metafora dari proses, disiplin, dan transformasi.
Jangan lewatkan: Dari Dior hingga Louis Vuitton: 8 hidangan yang wajib Anda coba di kafe dan restoran desainer ternama

Above Kolaborasi BK Studio dan Skayu International memenangkan Best Booth Award di ARCH:ID 2026

Above Para tamu yang tengah menikmati RITUAL - The Practice of Becoming
Namun, lebih dari sekadar estetika, RITUAL berpijak pada filosofi The Practice of Becoming—sebuah keyakinan bahwa arsitektur, selayaknya hidup, tidak pernah benar-benar selesai. Ia adalah proses penyempurnaan dan evolusi yang berkelanjutan. Di dunia yang bergerak serba cepat, RITUAL hadir sebagai pengingat lembut bahwa kemewahan sejati terletak pada kehadiran kita di saat ini, dalam setiap proses menjadi yang lebih bermakna.
Baca selengkapnya:
'Staging Desire' di Salihara: Pertemuan dua seniman visioner dalam panggung imajinasi dan identitas








