Dari telur kaviar legendaris Dior hingga mandu daging sapi ala Louis Vuitton, hidangan khas di kafe dan restoran desainer ini tak kalah didambakan dibanding koleksi busana mereka.
Rumah mode adibusana telah mengubah pencitraan gaya hidup menjadi sebuah bentuk seni, dengan cara membawa pengaruh mereka dari panggung peragaan busana ke meja makan. Kafe dan restoran desainer mereka bukan sekadar tempat usaha bermerek—mereka adalah destinasi kuliner di mana para koki menyajikan hidangan dengan presisi dan seni yang setara dengan adibusana.
Dari kreasi ulang mewah hidangan klasik hingga afternoon tea yang fotogenik, hidangan-hidangan ini memungkinkan para pencinta mode merasakan kemewahan itu sendiri. Berikut panduan Anda untuk hidangan khas yang membuat pengalaman bersantap desainer layak untuk setiap reservasi.
Jika Anda melewatkannya: Ritual elegan di musim gugur: koleksi Red Jasmine Tea Mooncake dari TWG Tea
Telur kaviar legendaris Restoran Monsieur Dior: sebuah cita rasa sejarah mode
L'Œuf Christian Dior di Restaurant Monsieur Dior di Paris lebih dari sekadar hidangan pembuka yang mewah—hidangan ini merupakan hubungan kuliner langsung dengan pendiri rumah mode tersebut. Hidangan istimewa ini menampilkan telur rebus sempurna yang dimahkotai kaviar Prunier, bermandikan krim mewah bertabur kaviar yang menyembunyikan lapisan tipis aspic ham Paris. Kreasi restoran desainer ini memberi penghormatan kepada hidangan yang kabarnya disajikan Christian Dior sendiri dalam pesta makan malam intim bersama Yves Saint Laurent dan Pierre Bergé.
Handmade Tortellini Gucci Osteria yang terkenal: hidangan klasik Italia dengan krim Parmesan
Di Gucci Osteria di Florence, tortellini khasnya melambangkan perpaduan sempurna antara tradisi dan inovasi. Tortellini montok buatan tangan ini diisi dengan campuran klasik daging sapi muda dan babi, lalu disajikan dengan saus krim yang lezat dan berkilau terbuat dari keju Parmigiano Reggiano yang bergelembung. Inilah cita rasa sejati kuliner Italia untuk hari Minggu yang diinterpretasikan ulang oleh restoran desainer ternama ini.
Tiffany's Blue Box Café: afternoon tea yang menghidupkan fantasi Hepburn

Above Tea at Tiffany's di Blue Box Café mengubah fantasi sinematik Audrey Hepburn menjadi kenyataan yang nikmat. (Foto: @blueboxnyc / Instagram)
Tea at Tiffany's di Blue Box Café mengubah fantasi sinematik Audrey Hepburn menjadi kenyataan yang lezat. Afternoon tea tiga tingkat yang memesona ini menyajikan sandwich yang diracik dengan isian mewah seperti potongan kentang salmon asap dan kaviar, scone tradisional dengan selai dan krim, serta beragam kue kering istimewa, termasuk barquette cokelat hitam hazelnut. Dipadukan dengan teh dari Bellocq, sajian ini merupakan perayaan keanggunan yang sesungguhnya.
Burger Ralph Lauren khas Polo Bar: kenyamanan khas Amerika
Salah satu hidangan paling dicari di The Polo Bar di New York, burger khas Amerika ini mewujudkan filosofi Ralph Lauren tentang kualitas yang bersahaja namun tetap berkelas. Sebagai favorit pribadi sang desainer, hidangan klasik yang dieksekusi dengan sempurna ini—yang terdiri dari tomat, selada, bawang bombai, acar, keju cheddar, dan bacon—mewakili perayaan jenama tersebut terhadap tradisi kuliner Amerika yang abadi. Disajikan dalam suasana clubhouse eksklusif restoran desainer ini dengan panel kayu gelap dan karya seni berkuda, sajian ini merupakan hidangan yang nyaman sekaligus mewah.
Tiramisù pistachio yang stylish dari Prada Caffé: sentuhan penuh gaya pada hidangan favorit Italia
Pistachio Tiramisù dari Prada Caffé menampilkan estetika minimalis dan intelektual lewat hidangan penutupnya. Kreasi istimewa ini menampilkan dasar croccantino pistachio berlapis krim pistachio Bronte yang kaya rasa serta mascarpone yang disajikan bak sebuah karya seni miniatur. Dipajang bersama kue-kue istimewa lainnya di meja kaca, setiap hidangan penutup menampilkan teknik artisanal dan keseimbangan visual yang halus, membuatnya sungguh menggoda, baik di lidah maupun di depan kamera.
Kue bunga bintang Le Café Louis Vuitton Bangkok: keanggunan tropis di setiap gigitan
Di Le Café Louis Vuitton di Bangkok, Kue Star Blossom mewujudkan etos perjalanan khas merek ini dengan sentuhan tropis. Kue yang kaya rasa ini memadukan cokelat dengan karamel asin dan wijen, dihiasi dengan sentuhan khas Louis Vuitton. Disajikan di oasis botani kafe yang rimbun, kue ini menangkap keanggunan eksotis ibu kota Thailand.
Cortado favorit Café Kitsuné: kopi yang sempurna dan dingin
Di Café Kitsuné, cortado menonjolkan dedikasi merek ini terhadap kualitas kopi, alih-alih penyajian yang mencolok. Seimbang dan presisi, minuman ini mencerminkan estetika perpaduan Paris dan Tokyo di jantung kafe. Dengan beberapa lokasi yang memiliki roastery sendiri, fokus pada keahlian kopi menciptakan pengalaman yang sama istimewanya dengan koleksi busana merek ini dalam suasana minimalis dan penuh gaya.
Mandu daging sapi Le Café Louis Vuitton Seoul: perpaduan fesyen mewah dan cita rasa Korea
Cabang Le Café Louis Vuitton di Seoul menawarkan Beef Mandu, interpretasi ulang pangsit tradisional Korea yang mencerminkan strategi "glokalisasi" jenama tersebut. Disajikan di gedung kaca karya Frank Gehry yang luar biasa, hidangan ini mewujudkan dialog lintas budaya kafe antara Seoul dan Paris.
Artikel ini awalnya ditulis dalam bahasa Inggris oleh Clifford Olanday dan diterbitkan pada 24 September 2025. Read the original story here.





