Interior designer and textile expert Iris Apfel became a fashion superstar later in life (Photo by Desiree Navarro/Getty Images)
Cover Desainer interior dan ahli tekstil Iris Apfel menjadi bintang dunia fashion di usia lanjut (Foto: Desiree Navarro/Getty Images)
Interior designer and textile expert Iris Apfel became a fashion superstar later in life (Photo by Desiree Navarro/Getty Images)

Para perempuan ini tidak membiarkan usia, keadaan, atau ekspektasi orang lain menentukan jalan hidup mereka. Mereka mengingatkan kita bahwa kesuksesan tidak punya batas waktu—kadang, bab terbaik dalam hidup justru dimulai lebih lambat dari yang kita kira

Bagi perempuan, tekanan untuk sukses bisa sangat besar. Harus menikah di usia tertentu, punya anak di usia tertentu, dan meraih pencapaian pribadi sebelum dianggap “terlambat”. Padahal kenyataannya, tidak ada batas waktu untuk menjadi luar biasa. Banyak perempuan ikonik di dunia bisnis, fashion, dan hiburan justru meraih kesuksesan di usia yang lebih matang—bukan hanya dengan naik jabatan, tapi lewat terobosan besar dalam karier mereka.

Para perempuan ini membuktikan bahwa perubahan arah hidup selalu mungkin. Baik mereka yang berganti karier, baru menemukan passion-nya di usia tertentu, atau menolak dibatasi oleh usia—semuanya mengingatkan kita bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk membangun impian, mengubah industri, atau bersinar di panggung kehidupan.

Baca juga:  Bagaimana Perempuan Paling Berpengaruh di Asia membuka jalan bagi pemimpin perempuan masa depan

1. Lao Gan Ma

Pada tahun 80-an, Tao Huabi membuat saus untuk keluarganya. Lima tahun kemudian, ia membuka warung mi yang menjadi wadah untuk memasarkan produknya. Saat itu usianya 49 tahun. Warung mi-nya sempat mengalami kesulitan. Tapi ketika ia melihat betapa populernya minyak cabai buatannya, ia memutuskan untuk fokus menjual bumbu saja. Ia menamai perusahaannya Lao Gan Ma, yang berarti “Ibu Tua”. Hari ini, minyak cabai buatannya menjadi bahan wajib di dapur banyak orang di seluruh dunia—digemari mulai dari koki terkenal hingga mahasiswa yang mencari rasa pedas sempurna.

Baca juga: 7 bumbu Asia yang wajib dicoba: Saus XO, sambal, dan lainnya

2. Vera Wang

Perjalanan Vera Wang di dunia fashion sudah cukup terkenal. Awalnya, ia adalah seorang atlet seluncur indah, kemudian menjadi editor fashion di Vogue dan lalu direktur desain aksesori di Ralph Lauren. Ketika ia kesulitan menemukan gaun yang tepat untuk pernikahannya di tahun 1989, ia memutuskan untuk mendesain gaunnya sendiri. Pada usia 40 tahun, ia meluncurkan label dengan namanya sendiri, yang meredefinisi pakaian pengantin dengan estetika romantis modern yang memadukan kemewahan dan keanggunan.

Baca lebih lanjut: Berbincang dengan Vera Wang—menavigasi pandemi, tampilan terbaik di karpet merah, dan masih banyak lagi

3. Rosa Saito

Tyra Banks memulai karier modelingnya di usia 15 tahun, sementara Cara Delevingne di usia 10 tahun. Kebanyakan orang mengharapkan model terkenal di usia remaja atau 20-an, tapi Rosa Saito membuktikan sebaliknya saat memulai karier modelingnya di usia 68 tahun. Perempuan cantik kelahiran Brasil ini menghabiskan hidupnya sebagai pengasuh dan ibu. Ia baru terjun ke dunia fashion setelah anak-anaknya mendorongnya untuk mengejarnya. Kini berusia 73 tahun, dia tampil di panggung peragaan dan kampanye, membuktikan bahwa kecantikan—dan keberanian untuk berubah—tidak mengenal batas usia.

4. Julia Child

Tatler Asia
Julia Child
Above Kisah Julia Child telah diabadikan dalam film ‘Julie & Julia’ (Foto: Lynn Gilbert melalui Wikimedia Commons)
Julia Child

Julia Child baru mulai memasak dengan serius di usia 30-an akhir. Setelah menemukan kecintaannya pada masakan Prancis saat tinggal di Paris, ia menghabiskan bertahun-tahun untuk mengasah kemampuannya sebelum menerbitkan Mastering the Art of French Cooking di usia 49 tahun. Buku ini menjadi titik balik, menjadikan masakan Prancis lebih mudah diakses oleh para koki Amerika dan membuatnya terkenal. Di usia 50-an, acara televisinya yang ikonik, The French Chef, mulai tayang. Child membuktikan bahwa memulai terlambat tidak sepenting ketekunan untuk terus melakukannya.

Jangan ketinggalan baca: Julia Child: apa yang perlu Anda ketahui tentang ikon kuliner ini

5. Lucille Ball

Tatler Asia
Lucille Ball
Above Lucille Ball telah berkecimpung di dunia hiburan sejak remaja, tetapi baru meraih kesuksesan di usia paruh baya (Foto: IMDB)
Lucille Ball

Sebelum I Love Lucy membuat namanya dikenal luas, Lucille Ball menghabiskan bertahun-tahun di Hollywood sebagai aktris yang berjuang. Ia hanya mendapatkan peran kecil dan film-film kelas B. Namun, di usia 40 tahun, ia merevolusi dunia televisi dengan menciptakan sitkom yang menjadi salah satu yang paling dicintai sepanjang masa. Lebih dari sekadar komedian jenius, Ball juga merupakan produser dan pengusaha visioner yang ikut mendirikan Desilu Productions. Ia bukan hanya membuka jalan bagi perempuan di industri televisi, tapi juga menjadi pelopor penggunaan beberapa kamera secara bersamaan dan penonton studio langsung dalam I Love Lucy.

6. Iris Apfel

Tatler Asia
Interior designer and textile expert Iris Apfel became a fashion superstar later in life (Photo by Desiree Navarro/Getty Images)
Above Desainer interior dan ahli tekstil Iris Apfel menjadi bintang dunia fashion di usia lanjut (Foto: Desiree Navarro/Getty Images)
Interior designer and textile expert Iris Apfel became a fashion superstar later in life (Photo by Desiree Navarro/Getty Images)

Iris Apfel menjadi bintang dunia fashion di saat kebanyakan orang sudah mulai pensiun. Desainer interior dan ahli tekstil ini telah menghabiskan puluhan tahun bekerja di dunia desain sebelum gaya pribadinya yang nyentrik—kacamata besar, warna-warna berani, dan perhiasan mencolok—menarik perhatian dunia. Di usia 83 tahun, ia menjadi subyek pameran di Metropolitan Museum of Art berjudul “Rara Avis”. Setelah itu, ia berkembang menjadi muse, model, dan penulis. Ia meninggal di usia 102 tahun, namun justru di 20 tahun terakhir hidupnya namanya benar-benar dikenal luas.

Baca lebih banyak: Iris Apfel: cerita di balik seorang ikon fashion 

7. Mary Kay Ash

Tatler Asia
Mary Kay Ash
Above Setelah Setelah gagal mendapatkan promosi jabatan, Mary Kay Ash memutuskan untuk mendirikan perusahaan kecantikannya sendiri, yang tetap sukses lebih dari 60 tahun kemudian (Foto: Wikimedia Commons)
Mary Kay Ash

Di usia 45 tahun, Mary Kay Ash meninggalkan pekerjaannya di bidang penjualan setelah gagal mendapatkan promosi dan justru diberikan kepada pria yang pernah ia latih. Alih-alih menyerah, ia menggunakan pengetahuannya untuk membangun Mary Kay Cosmetics—sebuah bisnis yang bertujuan memberdayakan perempuan lewat dunia usaha. Model penjualan langsung yang ia kembangkan mengubah industri kecantikan, dan hingga kini, perusahaannya tetap menjadi salah satu merek kecantikan paling sukses di dunia. Perjalanan Ash adalah pengingat kuat bahwa kegagalan bisa menjadi dorongan untuk menciptakan sesuatu yang lebih besar.

 

8. Dolly de Leon

Aktris Dolly de Leon telah berkecimpung di dunia teater sejak kuliah sebagai mahasiswa jurusan Teater. Namun, kariernya sempat mandek dalam waktu yang cukup lama. Ia hanya mendapatkan peran-peran kecil yang sering kali bahkan tidak disebutkan dalam kredit. Perannya mulai membaik setelah penampilan memukaunya di film Aswang karya Jerrold Tarog. Saat itu usianya 42 tahun.

Namun, titik balik terbesar dalam karier De Leon datang pada tahun 2022 ketika ia membintangi Triangle of Sadness, film komedi satir gelap karya Ruben Östlund. Lewat film ini, ia meraih penghargaan dari Los Angeles Film Critics Association dan Guldbagge Award untuk Aktris Pendukung Terbaik. Ia juga mendapatkan nominasi untuk Golden Globe dan BAFTA.


This story was originally written in English by Tatler T-Labs Team.

Artikel ini awalnya ditulis dalam bahasa Inggris oleh Tatler T-Labs Teamdan diterbitkan pada 11 Maret 2025. Read the original story here.

Topics