Dari underdog jadi ikon. Ini perjalanan Yuki Kawamura yang menginspirasi
Kecil-kecil cabe rawit. Ungkapan itu rasanya sangat tepat untuk menggambarkan sosok Yuki Kawamura, seorang pebasket asal Jepang yang kini tengah berkarier di level tertinggi NBA bersama tim Memphis Grizzlies. Bayangkan saja, tinggi badan Yuki hanya 172 cm, terbilang mungil untuk ukuran pemain NBA. Bahkan saat ini, Yuki dinobatkan sebagai pebasket terpendek di sana.
Bermain pada posisi point guard, Yuki mengejutkan para pengamat basket karena visi, kemampuan mengoper bola dan membangun serangannya yang luar biasa. Ia adalah poros utama yang mengatur serangan timnya dengan sangat baik. Selain itu, pria kelahiran 2 Mei 2001 ini juga punya akurasi shooting yang sangat presisi.
Lalu bagaimana ia bisa mencapai kesuksesan seperti saat ini? Jawabannya mungkin terdengar klise, tapi bukankah segala sesuatu menjadi klise karena sebuah alasan? Kuncinya terletak pada kerja keras, dedikasi, dan bakat alami yang dimilikinya.
Baca juga: La Deva Vita: Deva Cassel tentang 'The Leopard' di Netflix, warisan, dan menemukan jalannya sendiri
Perjalanan karier berawal dari Fukuoka
Yuki sudah mencintai basket sejak belia. Bakatnya baru terlihat ketika Ia duduk di bangku SMA. Kala itu, Ia sukses membawa SMA Fukuoka Daiichi lolos ke kejuaraan basket tertinggi SMA di Jepang secara berturut-turut.
Pada Januari 2020, Ia bergabung dengan tim basket profesional San-en NeoPhoenix dan dinobatkan jadi pemain termuda yang bermain di B League. Kala itu, usianya masih 18 tahun. Tak lama setelahnya, Ia direkrut oleh Yokohama B-Corsairs dan langsung menggebrak liga domestik Jepang dengan menjadi MVP di musim 2022-2023. Ia juga memenangkan penghargaan Rookie of the Year!
Bawa Timnas Jepang ke ajang piala dunia
Bakat yang luar biasa itu juga membuat Yuki dianugerahi panggilan masuk Timnas Basket Jepang. Meski sempat membela Timnas U-16, ia baru memulai debut seniornya bersama Timnas Jepang pada tahun 2022 saat melawan Taiwan di babak kualifikasi PIala Dunia Basket 2023. Berkat sentuhan magisnya, Timnas Jepang pun lolos.
Meski gagal keluar sebagai juara, tetapi Yuki sukses membuat sejarah baru bagi Jepang. Ia berhasil membawa Jepang menang lawan Finlandia, yang mana ini merupakan kemenangan pertama Timnas Basket Jepang melawan negara dari Eropa.
Yuki juga membela Timnas Jepang saat berkompetisi di Olimpiade 2024. Lagi-lagi, Timnas Jepang gagal melaju lebih jauh setelah kalah tipis dari Timnas Prancis. Akan tetapi, penampilan Yuki sepanjang turnamen begitu luar biasa dan mulai menjadi sorotan para pengamat basket dunia.
Mimpi bermain di NBA jadi kenyataan
Bagi seorang pemain basket, bisa menembus level NBA adalah sebuah impian tertinggi. Begitu pula dengan Yuki. Karena penampilan apiknya bersama Timnas Jepang, Ia akhirnya direkrut oleh Memphis Grizzlies, tepatnya pada 6 September 2024. Yuki menyusul rekan asal Jepang lain, Rui Hachimura yang sudah lebih dulu membela LA Lakers.
Yuki memulai debutnya bersama Memphis Grizzlies saat melawan Houston Rockets. Ia mendapatkan waktu yang cukup minim karena masuk sebagai pemain pengganti. Akan tetapi, Ia langsung sukses membuat assist pertamanya untuk skor terakhir yang tercipta pada pertandingan tersebut.
Pada lima pertandingan pertamanya bersama Memphis Grizzlies, Yuki belum dapat banyak waktu bermain, Ia masih butuh beradaptasi. Poin pertamanya di NBA baru tercipta saat Ia membawa timnya menang lawan LA Lakers. Poin yang pastinya tak akan pernah dilupakan oleh Yuki.
Perjalanan Yuki dipastikan bakal masih sangat panjang. Di usianya yang saat ini masih 23 tahun, Ia memiliki potensi besar untuk berkembang dan sukses di NBA. Ia juga membuktikan bahwa kerja keras, dedikasi, dan bakat dapat membawa seseorang mencapai impiannya. Kisah inspiratifnya ini patut menjadi contoh bagi para atlet muda di seluruh dunia.
Topics




