Tatler ID Event Documentation Photography
Cover Front & Female 2025 Tatler Indonesia bersama Boston Consulting Group (BCG) menghadirkan, dari kiri ke kanan: Lenita Tobing (Managing Director & Senior Partner of BCG), Shinta W. Kamdani (CEO of Sintesa Group), Elvira Jakub (CEO of Dentsu Indonesia), Febriany Eddy (Managing Director of Non-Financial Operation at Danantara), dan Vera Eve Lim (Managing Director, CFO PT Bank Central Asia Tbk.)
Tatler ID Event Documentation Photography

Pada 22 Agustus 2025, Tatler Indonesia menghadirkan edisi perdana Front & Female 2025: Breakfast Panel di Alto Restaurant, Four Seasons Jakarta, bekerja sama dengan Boston Consulting Group (BCG)

Pagi itu, sekitar 30 pemimpin perempuan lintas industri berkumpul untuk sebuah pagi yang berbeda: ruang refleksi dan inspirasi tentang bagaimana kepemimpinan yang lahir dari passion dapat menemukan purpose yang lebih besar.

Acara dibuka oleh Gerrie Beh, selaku Managing Director Tatler Malaysia and Indonesia. Ia menyatakan pentingnya kehadiran Front & Female sebagai medium percakapan intim agar perempuan saling mendengar dan didengar. 

Kolaborasi bersama BCG turut memperkaya diskusi. Konsultan manajemen kelas dunia ini telah lama dikenal mendorong kepemimpinan perempuan lewat inisiatif Women@BCG. Inisiatif ini berfokus pada penguatan peran perempuan di BCG, melalui berbagai program pengembangan karier, wadah diskusi seputar isu profesional maupun personal, serta perayaan atas pencapaian mereka dalam perjalanan karier. Saat ini, secara global, hampir separuh staf BCG adalah perempuan; 46 persen dari konsultan baru yang direkrut adalah perempuan; dan lebih dari 700 alumni perempuan kini duduk di C-level berbagai perusahaan global.

Baca juga: 6 perempuan berpengaruh dalam sejarah F1 yang telah menembus batas di dunia balap

Tatler Asia
Tatler ID Event Documentation Photography
Above Lenita Tobing, Managing Director & Senior Partner of BCG, memandu diskusi dab membuka percakapan tentang kepemimpinan inklusif
Tatler Asia
Tatler ID Event Documentation Photography
Above Gerrie Beh, selaku Managing Director Tatler Malaysia and Indonesia memberi kata sambutan
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography

Turut hadir dan memoderatori diskusi pagi itu adalah Managing Director & Senior Partner of BCG, Lenita Tobing. Berbekal pengalaman lebih dari dua dekade di bidang konsultasi, Lenita memimpin praktis Transport, Travel, Tourism, Cities, and Infrastructure (TCI) dan praktis Public Sector di Asia Tenggara, serta memimpin inisiatif Women@BCG di Indonesia.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan bukan sekadar soal posisi, melainkan tentang menghadirkan ruang aman bagi perempuan untuk bertumbuh, berbagi pengalaman, dan berani mengambil peran strategis dalam perjalanan profesional mereka. Inilah mengapa acara Women@BCG bersama Tatler sangat sejalan dengan semangat Women@BCG, yang berfokus pada terciptanya ekosistem inklusif agar perempuan di dunia kerja dapat mencapai potensi penuh mereka. Dengan adanya dukungan dan ruang seperti ini, semakin banyak perempuan di Indonesia diharapkan mampu menembus berbagai batasan, menduduki posisi kepemimpinan, serta mendorong perubahan bermakna di dunia profesional maupun masyarakat luas.

Tatler Asia
Tatler ID Event Documentation Photography
Above Suasana hangat Front & Female Breakfast Panel di Alto, Four Seasons Jakarta
Tatler Asia
Tatler ID Event Documentation Photography
Above Front & Female menjadi ajang untuk memperluas koneksi dan mempererat percakapan
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography

Suara yang Membuka Perspektif

Lenita ditemani empat panelis perempuan yang merupakan pemimpin di berbagai bidang. Semuanya hadir membagikan cerita dan pengalaman, juga kerentanan, bukan sekadar daftar pencapaian. Shinta W. Kamdani selaku CEO Sintesa Group, berbicara lugas tentang keberanian mengambil keputusan jangka panjang yang kadang tidak populer. Baginya, passion adalah bahan bakar yang menyalakan langkah awal; purpose-lah yang menjaga agar nyala itu tidak padam. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan bisnis sebagai kekuatan yang mendorong keberlanjutan dan berdampak sosial.

Elvira Jakub yang sehari-hari menjabat sebagai CEO Dentsu Indonesia mengisahkan bagaimana berbagai industri, terkhusus di industri yang ia geluti yakni periklanan dan komunikasi pemasaran dihadapkan pada disrupsi teknologi. Ia menekankan pentingnya ketangkasan (agility) menghadapi perubahan dan kita akan selalu belajar banyak hal baru yang muncul makin cepat. Ia percaya bahwa dalam era kecerdasan buatan, nilai-nilai kemanusiaan justru semakin relevan. 

Bagi Febriany Eddy, Managing Director Non-Financial Operation di Danantara dan mantan CEO Vale Indonesia, vulnerability is a superpower. Ia membagikan pengalamannya tentang betapa menantangnya menyeimbangkan peran sebagai pemimpin dan sebagai ibu (yang sering kali keseimbangan peran ini tak pernah ditanyakan kepada pemimpin pria). Ia meyakini bahwa kerentanan justru memperkuat kepemimpinan. Di industri energi dan sumber daya yang keras, ia membuktikan bahwa ruang untuk empati selalu ada.

Merintis sebagai seorang pekerja profesional yang berkarier sebagai bankir di saat keluarganya kebanyakan merintis bisnis sendiri, Vera Eve Lim, Managing Director & CFO Bank Central Asia (BCA), memiliki perspektif berbeda yang memperkaya. Ia menekankan pentingnya integritas dan keteladanan. Vera juga mengenang kembali bagaimana mentor yang suportif  berperan besar dalam kariernya. Ia percaya pemimpin sejati tidak harus tahu segalanya, namun salah satu hal esensial yang harus dimiliki adalah kemampuan menciptakan tim yang tumbuh bersama.

arrow left arrow left
arrow right arrow right
Photo 1 of 9 Para panelis dan moderator Front & Female Tatler Indonesia berbagi perspektif dan kerentanan bersama
Photo 2 of 9 Shinta W. Kamdani, CEO Sintesa Group, berbagi pandangan tentang keberanian mengambil keputusan jangka panjang demi keberlanjutan
Photo 3 of 9 Elvira Jakub, CEO Dentsu Indonesia, menyoroti pentingnya agility menghadapi era disrupsi digital dan AI
Photo 4 of 9 Febriany Eddy, Managing Director Danantara, mengingatkan bahwa kerentanan justru memperkuat kepemimpinan
Photo 5 of 9 Vera Eve Lim, Managing Director & CFO BCA, menekankan peran mentor dan integritas dalam perjalanan kepemimpinan
Photo 6 of 9 Lenita Tobing, Managing Director & Senior Partner of BCG, menekankan pentingnya menciptakan ruang aman agar perempuan dapat tumbuh dan memimpin
Photo 7 of 9 Para tamu, panelis, dan moderator merayakan semangat kepemimpinan perempuan dalam Front & Female Tatler dan BCG
Photo 8 of 9 Tatler Indonesia dan BCG menghadirkan forum yang mempertemukan pemimpin masa kini dan calon pemimpin masa depan
Photo 9 of 9 Dari kiri ke kanan: Elvira Jakub, Gerrie Beh, Shinta W. Kamdani, Febriany Eddy, Vera Eve Lim, dan Lenita Tobing
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography

Forum yang menginspirasi dan menguatkan

Suasana diskusi berlangsung cair; para panelis saling menanggapi dengan jujur, bahkan tak ragu membagikan masa-masa tersulit yang pernah mereka alami. Justru kejujuran itulah yang membuat percakapan terasa dekat. Alih-alih hanya menyoroti kesuksesan, forum ini menampilkan sisi manusiawi dari kepemimpinan: pilihan sulit, kegagalan yang mengajarkan, hingga momen pribadi yang membentuk keyakinan mereka.

Setelah sesi diskusi berakhir, para tamu tidak langsung beranjak. Brunch yang disajikan menjadi kesempatan untuk melanjutkan obrolan, menjalin koneksi baru, dan merefleksikan pesan utama pagi itu: bahwa passion yang dipelihara dengan tekun bisa berubah menjadi purpose yang memberi dampak luas.

Tatler Asia
Dari kiri-kanan: Elvira Jakub, Vera Eve Lim, Shinta W. Kamdani, Febriany Eddy, dan Lenita Tobing
Above Dari kiri-kanan: Elvira Jakub, Vera Eve Lim, Shinta W. Kamdani, Febriany Eddy, dan Lenita Tobing
Dari kiri-kanan: Elvira Jakub, Vera Eve Lim, Shinta W. Kamdani, Febriany Eddy, dan Lenita Tobing

Di tengah ritme Jakarta yang bergerak cepat, ruang untuk jeda dan refleksi seperti ini terasa berharga. Tatler Indonesia bersama BCG memperlihatkan bahwa kepemimpinan perempuan di Indonesia bukan sekadar wacana, tetapi realitas yang terus berkembang. Dan lebih dari itu, bahwa setiap individu yang hadir dapat menemukan cara menjadikan pekerjaannya sebuah sumber makna.