Cover Carina Joe mencuri perhatian lewan perannya dalam membuat vaksin Covid-19 (Foto: Instagram / @carina.joe1)

5 Perempuan ini layak menjadi inspirasi karena pencapaian mereka yang luar biasa

Perempuan bisa melakukan apa pun. Hal itu telah dibuktikan dari begitu banyak pencapaian yang telah ditorehkan oleh banyak perempuan di seluruh dunia. Perempuan memiliki banyak peran di berbagai bidang termasuk sains. Seperti srikandi hebat Indonesia berikut ini yang memiliki pengaruh hebat dan memberi dampak nyata pada kemajuan sains di Indonesia. Mulai dari sosok yang menciptakan terobosan hingga mampu membawa nama Indonesia ke internasional. Berikut adalah 5 deret nama perempuan hebat yang kiprahnya disegani dan temuannya dirayakan.

Baca juga: Pertama, mikroplastik menyerbu lautan, sekarang mikroplastik berdampak pada tanah dan kesehatan kita

Pratiwi Sudarmono

Tatler Asia
Above Pratiwi Sudarmono (Foto: X / @aisoffice)

Nama Pratiwi Sudarmono dikenal luas sebagai ilmuwan mikrobiologi dari Universitas Indonesia. Namun, kiprahnya menembus batas atmosfer ketika ia dipilih menjadi calon astronot dalam misi pesawat ulang-alik NASA pada 1986. Ia adalah seorang astronot pertama dan satu-satunya yang berasal dari Indonesia. Ia dijadwalkan terbang bersama misi STS-61-H, yang sayangnya dibatalkan pasca tragedi Challenger.

Meski tidak jadi ke luar angkasa, Pratiwi tetap mengukir sejarah sebagai satu-satunya perempuan Indonesia yang pernah dipilih oleh NASA untuk ikut serta dalam program antariksa. Di bidang akademik, ia tetap aktif meneliti mikroorganisme dan berkontribusi besar pada perkembangan biologi molekuler di Indonesia.

Herawati Sudoyo

Tatler Asia
Above Herawati Sudoyo (Foto: CISIDI)

Prof. Herawati Sudoyo dikenal sebagai pelopor forensik DNA di Indonesia. Selama puluhan tahun, ia mengabdikan dirinya dalam riset genetika manusia, termasuk mengidentifikasi korban bencana seperti tsunami Aceh, kecelakaan pesawat, dan kasus HAM berat melalui DNA forensik.

Di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, ia memainkan peran penting dalam mengungkap keragaman genetik populasi Indonesia. Ia juga menjadi tokoh penting dalam pengembangan laboratorium genetika nasional. Dedikasinya membuatnya dijuluki 'Pendekar DNA', sebuah gelar tak resmi yang mencerminkan pengaruh dan kontribusinya yang luar biasa.

Carina Citra Dewi Joe

Tatler Asia
Above Carina Citra Dewi Joe (Foto: Instagram / @carina.joe1)

Nama Carina Joe mencuat saat dunia menghadapi pandemi COVID-19. Di balik pengembangan vaksin AstraZeneca, ada Carina seorang ilmuwan asal Indonesia yang bekerja di Jenner Institute, University of Oxford, Inggris. Ia berperan kunci dalam merancang proses produksi vaksin dalam skala massal, persisnya menangani bagian krusial yang memungkinkan vaksin tersebut didistribusikan ke miliaran manusia di dunia.

Meski bekerja di luar negeri, Carina tak pernah melupakan akar ke-Indonesiaannya. Atas jasanya, ia telah menerima berbagai penghargaan nasional dan internasional. Sosoknya adalah bukti nyata bahwa ilmuwan Indonesia bisa berdiri di garda depan ilmu pengetahuan dunia.

Adi Utarini

Tatler Asia
Above Adi Utarini (Foto: Universitas Gajah Mada)

Prof. Adi Utarini adalah pahlawan dalam perang panjang melawan demam berdarah. Bersama timnya, ia memimpin proyek inovatif yang melibatkan pelepasan nyamuk Aedes aegypti yang telah disuntik bakteri Wolbachia, yaitu bakteri yang dapat menghambat replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk.

Hasilnya luar biasa. Angka kasus demam berdarah di wilayah Yogyakarta sebagai uji coba, mampu turun lebih dari 70%. Atas pencapaian ini, ia mendapatkan banyak penghargaan dan masuk dalam kategori 100 orang paling berpengaruh versi majalah Time. Ilmu yang ia terapkan tak hanya berbasis teori, tapi menyelamatkan ribuan nyawa secara langsung.

Sri Fatmawati

Tatler Asia
Above Sri Fatmawati (Foto: Institute Teknologi Sepuluh Nopember)

Sri Fatmawati adalah ahli kimia organik yang mendalami senyawa-senyawa aktif dari tanaman hutan hujan tropis Indonesia. Profesor dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini bersama timnya telah menemukan senyawa antikanker dan antidiabetes dari flora lokal, yang potensial dikembangkan menjadi obat-obatan masa depan.

Sudah lebih dari 30 penghargaan ia raih. Penelitiannya juga telah dipublikasikan di jurnal internasional terkemuka, dan ia sering menjadi penghubung antara ilmuwan Indonesia dan Jepang dalam kolaborasi riset. Sri Fatmawati adalah contoh ilmuwan yang memadukan keindahan alam Indonesia dengan kekuatan ilmu pengetahuan.

Topics