Enam perempuan dari berbagai bidang mulai dari sains hingga social impact terpilih sebagai pemenang Front & Female Awards 2026, mencerminkan beragam cara perempuan Indonesia mendorong perubahan nyata
Pada 12 Maret 2026, Tatler Indonesia memperkenalkan enam pemenang perdana Front & Female Awards 2026 dalam sebuah perayaan yang digelar di The Westin Jakarta. Ajang ini menjadi inisiatif untuk mengapresiasi perempuan yang melalui karya dan kepemimpinannya mendorong kemajuan bagi perempuan dan masyarakat di Indonesia.
Enam pemenang diumumkan saat malam puncak penyerahan penghargaan Front & Female Awards 2026 yang didukung oleh BMW dan Frank & Co, dari 18 finalis luar biasa. Para finalis telah dipilih dari ratusan nama dari nominasi publik, nominasi para advisory panelists, dan proses seleksi dari tim editorial Tatler Indonesia.
Front & Female Awards 2026 menghadirkan enam kategori utama yang mencerminkan beragam bidang kontribusi perempuan masa kini, yaitu Business Leaders, Innovation, Founders, Rising Champions, Social Impact, dan Well-being
Tahun ini, para pemenang merepresentasikan spektrum kontribusi yang luas. Mulai dari ilmuwan yang menjembatani riset dengan manfaat nyata bagi masyarakat, pemimpin yang mentransformasi layanan kesehatan, hingga pendiri startup yang menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk perempuan. Tak hanya itu, ada pula komunitas yang menciptakan ruang aman untuk berkembang, aktivis yang menjaga ekosistem lingkungan, serta kolektif kreatif yang membuka ruang dialog yang jujur dan inklusif.
Melalui berbagai pendekatan—baik di ruang rapat, laboratorium, komunitas, maupun ruang kreatif—keenam pemenang ini menunjukkan bahwa perubahan dapat hadir dalam banyak bentuk. Bersama-sama, mereka membentuk fondasi bagi masa depan yang lebih inklusif, setara, dan berdaya.
Baca juga: Meet the Advisory Panel Guiding the Front & Female Awards Indonesia 2026
Innovation Award
Sastia Prama Putri — Associate Professor, Osaka University

Above Melalui riset metabolomik, Sastia Prama Putri menjembatani sains dengan masyarakat
What she does
Melalui riset metabolomik, Sastia Prama Putri menjembatani sains dengan masyarakat, mengungkap nilai ilmiah dari komoditas pangan Indonesia seperti tempe, kopi, dan manggis. Penelitiannya yang menemukan senyawa penurun kolesterol dalam tempe membawanya meraih Ando Momofuku Award 2024—menjadikannya ilmuwan non-Jepang pertama yang menerima penghargaan tersebut.
Why it matters
Karyanya tidak hanya memperkuat posisi pangan Indonesia di tingkat global, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi perempuan dalam ekosistem pangan lokal, sekaligus menunjukkan bagaimana sains dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Business Leadership Award
Amira Ganis — President Director, Brawijaya Healthcare Group

Above Amira Ganis mentransformasi layanan kesehatan dengan pendekatan yang lebih humanis melalui filosofi Hospitality with a Heart
What she does
Sebagai pemimpin Brawijaya Healthcare Group, Amira Ganis mentransformasi layanan kesehatan dengan pendekatan yang lebih humanis melalui filosofi Hospitality with a Heart, menggabungkan standar medis dengan pengalaman pasien yang hangat dan personal.
Why it matters
Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan perempuan, kepemimpinannya memperluas akses terhadap perawatan yang lebih inklusif dan berpusat pada pasien, sekaligus memperkuat representasi perempuan di tingkat kepemimpinan sektor kesehatan.
Founder Award
Sastya Wardani — Co-founder & CEO, Ovy Health

Above Sastya Wardani menghadirkan platform kesehatan reproduksi berbasis teknologi melalui Ovy Health
What she does
Melalui Ovy Health, Sastya Wardani menghadirkan platform kesehatan reproduksi berbasis teknologi yang membantu perempuan memahami tubuh mereka melalui pendekatan yang lebih personal dan berbasis data.
Why it matters
Di tengah keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan reproduksi, inovasinya membuka ruang edukasi dan diagnosis yang lebih cepat, membantu perempuan mengambil keputusan yang lebih tepat untuk kesehatan mereka.
Wellbeing Award
Ibu Arsitek (Osrithalita Gabriela, Fauzia Evanindya, dan Anissa Santoso)

Above Ibu Arsitek. Kiri ke kanan: Fauzia Evanindya, Osrithalita Gabriela, dan Anissa Santoso)
What they do
Ibu Arsitek lahir pada 22 Desember 2018-bertepatan dengan Hari Ibu Nasional-atas inisiatif tiga perempuan arsitek: Osrithalita Gabriela, Fauzia Evanindya, dan Anissa Santoso. Komunitas ini dibentuk untuk memperkuat representasi perempuan dalam lanskap arsitektur Indonesia sekaligus menjadi ruang dukungan bagi para profesional yang menekuni bidang tersebut.
Why it matters
Melalui jaringan, diskusi, dan berbagai inisiatif kolaboratif, Ibu Arsitek menjadi rumah untuk semua khususnya perempuan yang berprofesi sebagai arsitek untuk berkembang secara profesional sekaligus berkontribusi pada isu yang lebih luas, seperti keadilan ruang, lingkungan hidup yang inklusif, dan edukasi untuk anak. Komunitas ini juga menjadi tempat berbagi pengalaman bagi perempuan yang kerap menghadapi stigma di dunia kerja serta tantangan menyeimbangkan karier dan kehidupan keluarga.
Social Impact Award
Farwiza Farhan — Co-founder HAkA, Forest Conservationist

Above Farwiza Farhan memimpin upaya perlindungan Ekosistem Leuser
What she does
Farwiza Farhan memimpin upaya perlindungan Ekosistem Leuser melalui advokasi hukum, kampanye global, dan pemberdayaan komunitas lokal.
Why it matters
Pendekatannya membuktikan bahwa konservasi lingkungan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan perempuan, menciptakan dampak jangka panjang bagi masyarakat dan ekosistem.
Rising Champion Award
Pancatera — Collective & Podcast (Caroline Soerachmat, Kai Soerja, Karina Basrewan, dan Marissa Anita)

Above Pancatera. Dari kiri ke kanan: Kai Soerja, Caroline Soerachmat, Melon Lemon (produser), dan Marissa Anita
What they do
Pancatera menghadirkan ruang percakapan jujur tentang kehidupan perempuan modern melalui platform podcast dan komunitas.
Why it matters
Dengan membuka dialog yang autentik dan inklusif, mereka membantu perempuan untuk berbagi pengalaman, membangun solidaritas, dan mengambil kembali narasi mereka sendiri.
Melalui enam pemenang ini, Front & Female Awards Indonesia 2026 menegaskan bahwa kemajuan perempuan tidak bergerak dalam satu bentuk, melainkan melalui berbagai pendekatan—dari inovasi ilmiah hingga kekuatan komunitas, dari kepemimpinan strategis hingga ekspresi budaya. Bersama-sama, mereka tidak hanya menciptakan perubahan hari ini, tetapi juga membentuk fondasi bagi masa depan yang lebih inklusif, setara, dan berdaya.




