Lima pemimpin perempuan dari dunia media, diplomasi, sains, film, dan bisnis bergabung sebagai advisory panel untuk memastikan proses seleksi Front & Female Awards Indonesia 2026 berlangsung kredibel, beragam, dan berintegritas
Untuk pertama kalinya di Indonesia, Front & Female Awards hadir sebagai bagian dari inisiatif global Tatler yang merayakan perempuan-perempuan inspiratif yang mendorong kemajuan bagi perempuan dan perempuan muda di berbagai bidang. Melalui penghargaan ini, Tatler Indonesia menyoroti para pemimpin, inovator, dan changemakers yang menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat—baik melalui bisnis, sains, advokasi sosial, kesehatan, maupun kewirausahaan.
Untuk memastikan integritas dan kedalaman perspektif dalam proses tersebut, Front & Female Awards Indonesia 2026 didukung oleh sebuah advisory panel yang terdiri dari lima tokoh perempuan terkemuka dari berbagai sektor: jurnalisme, diplomasi internasional, industri kreatif, sains, dan bisnis. Keberagaman latar belakang ini mencerminkan semangat Front & Female, bahwa kemajuan perempuan tidak datang dari satu sektor saja, melainkan dari kolaborasi lintas bidang.
Para advisory panel berperan dalam meninjau nominasi, memberikan perspektif strategis dalam proses kurasi, serta membantu memastikan bahwa para finalis dan pemenang benar-benar merepresentasikan dampak yang signifikan bagi kemajuan perempuan di Indonesia. Dengan pengalaman dan kepemimpinan mereka di bidang masing-masing, panel ini memberikan kredibilitas sekaligus kedalaman wawasan bagi penghargaan perdana ini.
Berikut adalah lima tokoh yang menjadi bagian dari advisory panel Front & Female Awards Indonesia 2026:
Najwa Shihab merupakan salah satu jurnalis paling berpengaruh di Indonesia dan pendiri Narasi, sebuah platform media yang mendorong diskursus publik yang kritis dan inklusif. Ia juga merupakan penerima Tatler Impact Awards Indonesia 2025 untuk kategori Social Impact. Sepanjang kariernya, ia dikenal karena kemampuannya menghadirkan percakapan yang tajam namun konstruktif mengenai isu-isu sosial, politik, dan kemanusiaan, sekaligus memperluas ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam dialog publik.

Above Najwa Shihab merupakan salah satu jurnalis paling berpengaruh di Indonesia dan pendiri Narasi, sebuah platform media yang mendorong diskursus publik yang kritis dan inklusif
Pengalaman Najwa dalam membentuk percakapan publik menjadikannya sosok yang penting dalam menilai dampak kepemimpinan dan advokasi perempuan. Perspektifnya membantu memastikan bahwa para kandidat tidak hanya menciptakan perubahan dalam lingkup profesional mereka, tetapi juga membawa pengaruh yang lebih luas bagi masyarakat.
Retno Marsudi mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia, posisi yang diembannya dari 2014 hingga 2024. Selama masa jabatannya, ia memainkan peran penting dalam diplomasi internasional Indonesia dan dikenal luas sebagai salah satu diplomat paling berpengaruh di kawasan. Kini ia juga menjabat sebagai United Nations Secretary-General’s Special Envoy on Water.
Above Retno Marsudi mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia, posisi yang diembannya dari 2014 hingga 2024
Dengan pengalaman puluhan tahun di panggung diplomasi global, Retno Marsudi membawa perspektif strategis mengenai kepemimpinan, kebijakan publik, dan kerja sama internasional. Kehadirannya dalam panel memastikan bahwa dampak sosial dan advokasi kebijakan yang mendukung perempuan juga menjadi bagian penting dari proses seleksi.
Mira Lesmana adalah produser film ternama Indonesia dan salah satu pendiri Miles Films, rumah produksi di balik sejumlah film paling berpengaruh dalam sinema Indonesia modern. Melalui karya-karyanya, ia telah membantu membentuk lanskap industri film nasional sekaligus membuka ruang bagi cerita-cerita yang merefleksikan dinamika sosial dan budaya Indonesia.

Above Mira Lesmana adalah produser film ternama Indonesia dan salah satu pendiri Miles Films, rumah produksi di balik sejumlah film paling berpengaruh dalam sinema Indonesia modern
Sebagai pemimpin di industri kreatif, Mira membawa perspektif mengenai kekuatan cerita dan representasi dalam membentuk cara masyarakat memandang perempuan. Wawasannya membantu menilai bagaimana pengaruh budaya dan kreativitas dapat menjadi katalis perubahan sosial.
Profesor Herawati Sudoyo adalah seorang ilmuwan terkemuka di bidang genetika molekuler dan dikenal sebagai salah satu pelopor genetika forensik di Indonesia. Ia juga merupakan salah satu tokoh penting di balik berdirinya Eijkman Institute for Molecular Biology, institusi yang berperan besar dalam penelitian biomedis di Indonesia.

Above Profesor Herawati Sudoyo adalah seorang ilmuwan terkemuka di bidang genetika molekuler dan dikenal sebagai salah satu pelopor genetika forensik di Indonesia
Pengalaman Herawati di dunia sains memberikan dimensi yang berbeda dalam panel ini. Perspektifnya menyoroti pentingnya inovasi ilmiah, penelitian, dan kepemimpinan perempuan di bidang yang selama ini didominasi laki-laki.
Grace Tahir, seorang pengusaha dan investor yang aktif di berbagai sektor, mulai dari media hingga layanan kesehatan. Sebagai co-founder Everest Media, ia turut membangun platform yang menghadirkan konten berkualitas bagi audiens Indonesia, sekaligus mendorong percakapan tentang kewirausahaan, kepemimpinan, dan inovasi.

Above Grace Tahir, seorang pengusaha dan investor yang aktif di berbagai sektor, mulai dari media hingga layanan kesehatan
Dengan pengalaman di dunia bisnis dan investasi, Grace membawa sudut pandang praktis tentang pertumbuhan organisasi, dampak ekonomi, dan kepemimpinan perempuan di sektor swasta. Perspektif ini membantu memastikan bahwa penghargaan juga mengapresiasi inovasi dan keberanian perempuan dalam membangun usaha dan menciptakan peluang baru.
Melalui perpaduan pengalaman di bidang media, diplomasi, sains, industri kreatif, dan bisnis, advisory panel Front & Female Awards Indonesia 2026 mencerminkan keragaman perspektif yang diperlukan untuk menilai dampak perempuan secara menyeluruh. Bersama-sama, mereka membantu memastikan bahwa penghargaan perdana ini tidak hanya merayakan prestasi, tetapi juga menyoroti para pemimpin yang mendorong perubahan nyata bagi perempuan di Indonesia.



