Program seni Mangkuluhur ARTOTEL Suites kembali hadir lewat pameran solo perdana Ratih Alsaira bertajuk “Weaving The Unseen”, sebuah eksplorasi artistik tentang peran, ketangguhan, dan keindahan multitasking perempuan masa kini.
Di tengah lanskap ibu kota yang dinamis, Mangkuluhur ARTOTEL Suites kembali menegaskan komitmennya terhadap dunia seni melalui program pameran triwulanan yang telah menjadi signature. Tahun ini, hotel bintang lima tersebut mempersembahkan debut solo seniman lokal Ratih Alsaira bertajuk Weaving The Unseen, yang resmi dibuka pada 13 Februari 2026 di Artspace, Lobby Level.
Mengangkat tema besar tentang sosok perempuan, pameran ini menyingkap lapisan-lapisan identitas yang kerap tak terlihat. Ratih Alsaira tidak sekadar menampilkan figur feminin dalam balutan kelembutan, melainkan memotret perempuan sebagai poros keluarga—tulang punggung rumah tangga sekaligus guru pertama bagi generasi penerus.
Sebanyak 10 karya utama dipamerkan dalam eksibisi ini, di antaranya Memoir of Anne, The Stealth Wealth, Lullaby, Beauty in the Fields, dan Setapak Rona. Masing-masing menghadirkan narasi personal yang intim sekaligus reflektif, memadukan sensibilitas domestik dengan semangat emansipasi kontemporer.
Jangan lewatkan: Restoran-restoran terbaik untuk berbuka puasa bersama di Jakarta
Above Pembukaan pameran solo perdana Ratih Alsaira
Menariknya, Ratih menjadikan praktik menjahit sebagai metafora sentral dalam koleksi ini. Terinspirasi dari memori masa kecil—saat ia menyaksikan proses mengukur, memotong, hingga menjahit kain dengan presisi—ia menerjemahkan kerja-kerja domestik yang telaten dan sering kali terabaikan menjadi bahasa visual yang puitis. Di tangan Ratih, aktivitas tersebut bertransformasi menjadi simbol “keindahan multitasking” perempuan modern yang mampu menyeimbangkan karier profesional dan tanggung jawab domestik.
Beranjak dari medium lukisan minyak di atas kanvas tradisional, Ratih mengeksplorasi teknik tambal sulam kulit, rajutan benang, serta ilustrasi bergaya imajinatif. Pendekatannya yang eksperimental memperkaya tekstur sekaligus kedalaman makna tiap karya. Kecintaannya pada buku cerita sejak kecil pun terasa kental, terutama dalam karya Lullaby yang terinspirasi dari dongeng klasik karya Hans Christian Andersen tentang raja yang terobsesi pada busana—kini ditafsir ulang melalui perspektif feminin dan relevan dengan konteks kekinian.
Baca juga: Dolorosa Sinaga bicara mengenai seni, keberanian, dan imajinasi yang menolak takut
Above Seniman Ratih Alsaira di Mangkuluhur ARTOTEL Suite, Jakarta
Pameran Weaving The Unseen berlangsung hingga 30 Mei 2026 di Artspace, Lobby Level Mangkuluhur ARTOTEL Suites, Jakarta. Seluruh karya yang dipamerkan tersedia untuk koleksi pribadi—menghadirkan kesempatan bagi para penikmat seni dan kolektor untuk membawa pulang sepotong narasi tentang perempuan, kekuatan, dan keindahan yang kerap tersembunyi di balik keseharian.
Olafur Eliasson dan pameran solo perdananya di Asia-Pasifik: bagaimana karyanya menggugah isu iklim
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi menulis babak baru tenis Indonesia




