Merasakan kreasi kuliner inovatif dalam inspirasi tanah liat
Bali, dengan keindahan alam dan budayanya yang unik, telah menjadi magnet bagi para wisatawan dari seluruh dunia. Keduanya berhasil digabungkan Renaissance Bali Nusa Dua Resort dalam sebuah tempat perjamuan baru, yang dinamakan Tanah Liat. Restoran ini tak hanya menghidangkan cita rasa lezat, tetapi juga menggugah jiwa seni, menciptakan sebuah harmoni istimewa.
Tanah Liat mengusung sebuah konsep baru yang tak biasa, di mana saat siang hari restoran ini memfasilitasi kelas memasak bagi para tamu hotel, sementara di malam hari menawarkan aneka ragam hidangan seafood dan plant based. Konsep transformasi ini menjadikan Tanah Liat memberi pengalaman baru untuk memberi inspirasi dan imajinasi pengunjung.
Seiring dengan tren gaya hidup sehat, Tanah Liat dengan bangga menjadi bagian dari gerakan kuliner berbasis plant based dan seafood. Dari hidangan-hidangan yang disajikan, Tanah Liat menonjolkan makanan eksperimental yang menggabungkan bahan segar musiman asli Bali dan bahan yang diambil dari kebun dalam kawasan resor, termasuk dengan kesegaran seafood. Ini menjadikan Tanah Liat sebagai restoran yang ramah terhadap pengunjung pescatarian atau pengunjung yang hanya mengonsumsi ikan dan hasil laut lainnya.
Di bawah langit Bali yang ajaib, kunjungan ke Tanah Liat menjadi sebuah perjalanan rasa dan kreativitas yang tak terlupakan.
Baca lagi: A harmonious fusion of flavours at BAE
Atmosfer lokal yang memikat

Above Foto: Renaissance Bali Nusa Dua Resort.
Terletak di lantai dasar, berdampingan dengan Backstage Food Theatre, Tanah Liat memiliki desain yang unik dengan dominasi warna putih, menciptakan suasana yang cerah dan menyenangkan. Kerajinan tanah liat yang menghiasi tempat ini memperkaya atmosfer bumi dan adat setempat, menunjukkan penghargaan terhadap seni dan kerajinan dengan suasana kental warisan lokal. Terdapat sebuah kebun di mana para koki dapat memilih bahan-bahan segar dan mengolahnya menjadi hidangan lezat menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.
Sebuah studio pembuatan kerajinan tanah liat di area luar, menjadi fitur khusus yang memberikan pengalaman unik bagi pengunjung. Workshop pottery atau kelas membuat tembikar akan hadir sebagai salah satu hiburan yang ditawarkan hotel kepada para tamu. Tanah Liat dapat menampung hingga 200 pengunjung, baik dalam ruangan maupun di luar ruangan. Restoran ini buka setiap hari untuk makan malam mulai pukul 18.00 hingga 22.30, dan akan segera menawarkan kelas pembuatan kerajinan tanah liat di siang hari.
Melampaui rasa di Tanah Liat

Above Foto: Renaissance Bali Nusa Dua Resort.
Setiap hidangan yang dihidangkan di Tanah Liat adalah karya seni kuliner yang memukau. Di bawah bimbingan para koki ahli, bahan-bahan lokal diolah menjadi hidangan-hidangan yang menggoda selera. Beberapa menu pilihan yang layak dicicipi adalah:

Above Lombok Sea Urchin Foto: Renaissance Bali Nusa Dua Resort.
Lombok Sea Urchin yang menghadirkan sentuhan Jepang dengan menggabungkan tahu lembut, segarnya wakame, serta sensasi renyah dari tempura yuzu oba. Kelezatan ini semakin diperkaya dengan caviar avruga yang memberikan nuansa mewah dan semua rasa itu diimbangi dengan kaldu dashi yang khas.

Above Wild Mushroom and Beyond Meat Tortellini Foto: Renaissance Bali Nusa Dua Resort.
Sementara itu, Wild Mushroom and Beyond Meat Tortellini membawa cita rasa berbeda dengan memadukan kelezatan truffle tempe yang renyah, sayuran segar, dan tekstur unik dari burnt bread emulsion. Kelezatan ini semakin lengkap dengan sentuhan pea tendrils yang menambahkan sentuhan segar dan berimbang pada hidangan.

Above Crab and Apple Foto: Renaissance Bali Nusa Dua Resort.
Tidak ketinggalan, simbol perpaduan bahan-bahan lokal dan inspirasi modern tercermin dalam hidangan Crab and Apple. Dalam hidangan ini, daging kepiting Dungeness yang lembut berpadu dengan manisnya apel Malang, diperkaya dengan sentuhan khas Prancis, yaitu Creme Fraiche, untuk meningkatkan rasa asam yang menggoda. Ditambah dengan campuran bawang merah, cabai merah, bawang daun, dan cuka balsamik merah, serta sentuhan akhir berupa jelly apel, salad sayur mikro, dan wild sorrel dari taman REN GARDEN. Semua elemen ini menyatu harmonis, menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan di Tanah Liat.

Above Flexi Chocolate Ganache Foto: Renaissance Bali Nusa Dua Resort.
Sebagai penutup sempurna, sepiring Flexi Chocolate Ganache yang merupakan menu sorbet mangga & saus chutney segar, berpadu krim buah markisa lembut, meringue renyah, serta remah coklat dan parutan kelapa sebagai hiasan, memberi rasa ringan setelah santap hidangan.

Above Foto: Renaissance Bali Nusa Dua Resort.
Selain berbagai menu makanan yang tak terduga, untuk mengimbanginya, deretan cocktails, wine, dan minuman lainnya siap untuk dipesan. Beberapa cocktails dibuat menggunakan gabungan bahan lokal dan modern. Misalnya Nusantara 75, yang merupakan perpaduan dari citrus gin, brem wine, tamarillo, dan ditambah sampanye. Atau segelas Pandan Mojito, yang terdiri dari campuran dark rum, light rum, sirup pandan, daun mint, jeruk nipis, dan soda, tentunya kreasi ini memberi rasa segar di tengah cuaca Bali yang panas.




