Koktail The $50 Drink terbuat dari 1800 Guachimonton dan Jose Cuervo Reserva de la Familia Extra Añejo
Cover Koktail The $50 Drink dari The Golden Tooth terbuat dari 1800 Guachimonton dan Jose Cuervo Reserva de la Familia Extra Añejo
Koktail The $50 Drink terbuat dari 1800 Guachimonton dan Jose Cuervo Reserva de la Familia Extra Añejo

Menu baru bar The Golden Tooth merupakan sebuah perayaan bagi komunitas yang berperan penting dalam kesuksesan bar ini selama dua tahun berdiri di Jakarta Selatan.

Sejak pertama kali dibuka pada tahun 2023 di kawasan Melawai, The Golden Tooth telah mengalami banyak perkembangan signifikan. Bar ini berhasil masuk dalam jajaran 20 Bar Terbaik versi Tatler Best Indonesia 2025, serta tercatat di extended list Asia’s 50 Best Bars 2025, menempati peringkat ke-98.

Didirikan oleh Andra Satar, Ali Pasha, dan Kenny Soetomo—yang juga menjabat sebagai head bartenderThe Golden Tooth dengan cepat membangun komunitas yang erat dan penuh kehangatan di Jakarta. Nuansa kekeluargaan tersebut terasa kuat lewat desain interiornya yang menyerupai loteng bergaya industrial, lengkap dengan tembok beton, jendela di langit-langit, serta sofa dan armchair yang mengundang para tamu untuk duduk, menikmati minuman, dan berbincang.

Tatler Asia
Andra Satar dan Patagonia, martini yang memiliki cita rasa yang bersahaja namun mewah; gin Tanqueray No. 10 berpadu dengan kopi hijau dan teh putih silver tip yang lembut
Above Andra Satar dan Patagonia, martini yang memiliki cita rasa yang bersahaja namun mewah; gin Tanqueray No. 10 berpadu dengan kopi hijau dan teh putih silver tip yang lembut
Tatler Asia
Rhubarb Gimlet, salah satu koktail menu baru dari The Golden Tooth
Above Rhubarb Gimlet, salah satu koktail menu baru dari The Golden Tooth
Andra Satar dan Patagonia, martini yang memiliki cita rasa yang bersahaja namun mewah; gin Tanqueray No. 10 berpadu dengan kopi hijau dan teh putih silver tip yang lembut
Rhubarb Gimlet, salah satu koktail menu baru dari The Golden Tooth

The Golden Dozen, menu terbaru dari bar The Golden Tooth, disusun dalam format zine dan dipersembahkan secara khusus untuk para sahabat, rekan-rekan industri bar, serta pelanggan setia yang telah berkontribusi pada perjalanan dan kesuksesan bar ini.

Terdapat 12 koktail baru yang masing-masing terinspirasi oleh individu dengan latar belakang dan kepribadian berbeda. Salah satunya adalah Soy Story, sebuah penghormatan terhadap makanan favorit masa kecil Tariq Widarso yang tumbuh besar di antara Kuala Lumpur dan Jakarta. Ada pula Rhubarb Gimlet, yang merefleksikan sosok Kabir Suharan—seorang pecinta keseimbangan dan bahan musiman. Koktail berwarna merah muda ini diracik menggunakan Tanqueray London Dry Gin, rhubarb cordial, serta buah zaitun hijau yang memberikan sentuhan rasa asin.

Tatler Asia
Selain The Golden Dozen, pelanggan juga dapat menikmati koktail klasik saat berkunjung ke The Golden Tooth
Above Selain The Golden Dozen, pelanggan juga dapat menikmati koktail klasik saat berkunjung ke The Golden Tooth
Selain The Golden Dozen, pelanggan juga dapat menikmati koktail klasik saat berkunjung ke The Golden Tooth

Sementara Butta Gangsta merupakan penghormatan bagi Gabriel Jamias, seorang koki yang menggemari kenyamanan sederhana dari sepotong roti dengan selai kacang dan secangkir kopi. Diracik menggunakan Bulleit Rye whiskey, toasted brioche, beurre noisette, dan chestnut, koktail ini menghadirkan kompleksitas rasa yang kaya dan unik.

Selain rangkaian koktail baru tersebut, pelanggan tetap dapat menikmati delapan koktail dari kategori All Time Favorites dan delapan koktail klasik dari The Classics. Mulai dari Hilary’s hingga Smokey Highball, kreasi khas Kenny Soetomo tetap tersedia bersama pilihan klasik seperti Vesper dan Negroni.

Baca juga:

Kenali bar dan bartender pilihan Tatler Best-in-Class Indonesia 2025

Nikka Whisky kini hadir di Indonesia: Meresapi keindahan warisan Jepang dalam setiap tetesnya

Inilah restoran dan bar baru di Uluwatu yang harus Anda kunjungi
 

Credits

Gambar: The Golden Tooth
Eve Tedja
Travel & Dining Editor, Tatler Indonesia
Tatler Asia

Since embarking on her career as a food journalist in 2012, she has penned hundreds of articles delving into culinary trends, chef profiles, and gastronomic destinations across Asia. Born and raised in Bali, Eve is dividing her time between Bali and Jakarta.