CEO Agung Sedayu Group, Steven Kusumo membawa Smart City PIK2 ke next level dengan pengembangan inovatif
Finance dan bisnis selalu menjadi bidang keahlian dari Steven Kusumo. Tak mengherankan jika lulusan dari University of San Francisco ini memilih jurusan bisnis dengan pencapaian cum laude. Kota di tepi Laut Pasifik tersebut juga telah menjadi impian dan inspirasi utamanya dalam membangun Smart City PIK2 di Jakarta, dimana para residen dan pengunjung dapat menikmati area hunian, bekerja dan liburan dalam satu township yang ter-integrasi. Steven juga adalah seorang pecinta olahraga golf, sehingga memiliki lapangan hijau yang berdampingan dengan hantaran laut luas menjadi salah satu impiannya.
“Follow your passion, and you will never work a day in your life,” adalah motto yang dipegang teguh Steven. Oleh karena itu, saat ia mendapat kesempatan untuk ikut andil dalam pengembangan properti Agung Sedayu Group (ASG), Steven pun menyambutnya dengan antusias. Melihat respon dan dukungan yang positif dari Chairman dan Group CEO, serta jajaran direksi lainnya di ASG dan subsidiari nya, semakin memotivasi Steven selaku CEO Agung Sedayu Group untuk terus berinovasi dan mengembangkan kreativitasnya dalam membangun Kawasan PIK.
Baca lagi: The New Smart City in the Bay of Jakarta
Selain menguasai industri properti dan bisnis, Steven sebagai seorang tech enthusiast, melihat tingginya ketertarikan masyarakat terhadap smart home dan adanya peluang besar untuk pengembangan di bidang tersebut. Ia mengatakan bahwa smart home system merupakan bentuk inovasi yang ditawarkan ASG kepada para residen untuk menunjang gaya hidup modern, terutama bagi generasi muda yang sudah berkeluarga seperti dirinya. “Manfaat teknologi kini dapat dirasakan dalam berbagai bidang, salah satunya industri properti. Sebagai developer, tentunya kami ingin para residen dapat menikmati kemudahan yang dihadirkan melalui perangkat teknologi modern seperti sistem smart lock, smart switch, CCTV, wireless protocols, dan lainnya.”

Above Steven Kusumo, CEO Agung Sedayu Group.

Above Steven Kusumo, CEO Agung Sedayu Group.
Memiliki hunian dengan lokasi yang strategis dan bebas hambatan tentunya juga menjadi impian banyak orang, terutama masyarakat urban yang tinggal di kota besar seperti Jakarta. Padatnya aktivitas pekerjaan menjadi salah satu faktor pendorong bagi para pengembang properti untuk menghadirkan akses yang mudah menjangkau berbagai prime area. Tidak hanya itu saja, deretan fasilitas yang menunjang kesehatan fisik dan mental juga menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan.
Bagi Steven Kusumo, CEO Agung Sedayu Group, lokasi hunian yang ideal ditentukan oleh beberapa hal yaitu aksesibilitas, lingkungan berkelanjutan (sustainability), dan one-stop living facilities yang saling terintegrasi. Sebagai konsekuensi dari gaya hidup yang dinamis, masyarakat memerlukan produk hunian yang tidak hanya mengedepankan aspek privasi, kenyamanan, dan kemudahan, tetapi juga sebuah kawasan pintar atau smart city yang mendukung produktivitas serta meningkatkan quality of living. Menjawab tingginya antusiasme dan kebutuhan masyarakat terhadap kawasan hunian yang berkualitas, Agung Sedayu Group dan Salim Group berkolaborasi dalam pengembangan PIK2 yang merupakan proyek pembangunan tahap lanjutan dari Kawasan PIK.
Menghadirkan konsep perkotaan modern di area tepi laut, PIK2 memanfaatkan penggunaan teknologi dan pembangunan infrastruktur yang mendukung efektivitas. Hal tersebut dihadirkan melalui pemodelan jalan lebar yang saling terintegrasi dengan row selebar 50-meter untuk jalan utama serta pembagian area zonasi untuk menjaga privasi serta kenyamanan residen. Dari sisi sustainability, konsep eco-living juga diterapkan melalui kehadiran ruang terbuka hijau seluas 60 hektare yang dinamakan Greenbelt PIK2 untuk melengkapi fasilitas dan kenyamanan penghuni.

Above Peta PIK2.
Kemudahan aksesibilitas dan mobilitas Kawasan PIK juga didukung dengan adanya layanan bus TransJakarta rute 1A (Balai Kota – Pantai Maju, Golf Island PIK) dan bus TransJakarta Pariwisata rute BW9 (bus double decker gratis tujuan Monas – PIK khusus hari libur). Disamping itu juga, tersedia Bus Commuter PIK2 (shuttle bus) yang bekerjasama dengan PT. DAMRI Tbk, khusus untuk mempermudah mobilisasi para penghuni dan pengunjung di dalam Kawasan PIK. Kedepannya pembangunan Toll Interchange PIK2 yang direncanakan selesai pada Q4 2024 akan terhubung langsung dengan tol Bandara Soekarno Hatta dan JORR Lingkar Luar dengan jarak tempuh sekitar 7 menit. Sedangkan transportasi antar kota mandiri ASG (township ASG) seperti Sedayu City Kelapa Gading – Menara Jakarta – District 8 SCBD – PIK2 akan dipermudah dengan kehadiran smart electric mobility devices.
Selain menjawab permintaan pasar (market demand) untuk kebutuhan smart home, PIK2 juga memberikan kenyamanan lebih bagi pangsa pasar premium dengan pilihan hunian luxury. “Pangsa pasar premium di Indonesia umumnya ingin menikmati beragam fasilitas yang tersedia dalam satu cluster sehingga memberikan rasa aman dan nyaman. Selain itu kami juga menyediakan dua tipe hunian, baik rumah siap huni dan kavling tanah dimana mereka bisa membangun sendiri.”
Salah satu contoh perumahan premium (luxury) di PIK2 adalah Pasir Putih Residence yang berlatarkan pemandangan danau. Hunian premium ini tidak hanya dilengkapi dengan club house saja, tetapi juga fasilitas pendukung lainnya seperti children’s playground, day care, senior care untuk kebutuhan komunitas para lansia, pusat kebugaran, dan masih banyak lainnya. Ada pula perumahan premium (luxury) yang dikelilingi oleh lapangan golf seperti cluster The Mozart Signature dan The Chopin Signature di Golf Island PIK, ataupun hunian premium lainnya yang berdekatan dengan laut lepas seperti di Sentosa Cove, Singapura bagi residen yang memiliki yacht.

Above Greenbelt PIK 2.
“Tentunya kami juga membangun rumah premium ini dengan material yang terbaik, sistem pencahayaan serta ventilasi natural, dan juga taman yang asri. Khusus di perumahan di area Long Island, kami juga bekerja sama dengan konsultan dari Singapura dan Australia. Menghadirkan konsep terbaru di Indonesia, para pemilik rumah dapat melabuhkan kapalnya langsung di belakang rumah mereka.”
PIK2 juga semakin lengkap sebagai sebuah kota mandiri dengan adanya berbagai destinasi wisata dan fasilitas pendukung yang terintegrasi. Kedepannya, ASG juga akan menambahkan serangkaian sarana event & exhibition space seperti Nusantara International Convention Exhibition PIK dan Community Park PIK2 yang dilengkapi dengan sejumlah hotel ternama. Selain itu kehadiran EcoPark PIK2 juga akan semakin melengkapi kawasan PIK dimana nantinya akan dibangun rumah-rumah ibadah seperti Masjid Agung PIK2, katedral, kelenteng, dan masih banyak lagi lainnya.
Dengan fasilitas terlengkap serta berbagai destinasi yang dapat dinikmati oleh para residen dan wisatawan lokal maupun internasional, PIK2 Sedayu Indo City menjadi tempat yang ideal untuk work, live, play.
Topics




