Founder & CEO Amantara - Agung Sedayu Group, Natalia Kusumo berbagi cerita tentang perjalanannya menjelajah dunia yang menginspirasi seluruh karyanya.
“Itu pertama kalinya kulit saya terbakar matahari”, suara tawanya terdengar riang saat Natalia Kusumo menceritakan pengalaman travelling-nya bersama para sahabat selama liburan musim semi ketika masih bersekolah di Amerika Serikat. “Meski cuacanya begitu panas, kehangatan orang-orang di sana meninggalkan kesan yang mendalam pada saya; mereka sangat ramah dan terbuka saat kami berbagi cerita.”
Natalia melanjutkan, saat mengelilingi area pusat kota, mereka secara tidak sengaja mampir ke sebuah outlet perbelanjaan dimana terdapat berbagai restoran dan toko-toko modern yang berjajar apik di kedua sisi lorong yang megah. Didekatnya terdapat kolam ikan koi dengan air jernih yang tampak berkilauan, di antara deretan pohon palem yang menaunginya. Suasana yang begitu asri memberikan kesan yang tidak sama sekali seperti sedang berada di pusat perbelanjaan.
Jangan lewatkan: Natalia Kusumo on Her Quest to Create A Modern, Integrated Smart City in North Jakarta
Terkesan dengan pemandangan yang begitu indah, Natalia menuangkan pengalaman dan inspirasinya saat merancang By The Sea PIK, tropical seaside fashion district pertama di Jakarta yang berlokasi di Golf Island PIK. Sebagai Founder & CEO Amantara - Agung Sedayu Group, Natalia mengkonsepkan dan mengelola berbagai destinasi lifestyle di kawasan kota mandiri ini. “Setiap destinasi memiliki ceritanya sendiri, yang terinspirasi dari perjalanan saya ke berbagai belahan dunia. Meski demikian, selalu ada sentuhan Indonesia dalam setiap desainnya.” By The Sea misalnya, juga terinspirasi dari Pulau Dewata (Bali) dimana nuansa tropis yang menenangkan direpresentasikan melalui logo bunga Kamboja. Sebelum By The Sea PIK, Amantara memulai portofolionya di kawasan Golf Island dengan kehadiran Pantjoran PIK.
Above Pantjoran PIK

Above Natalia berfoto di By The Sea PIK.
Setelah menghabiskan sebagian besar hidupnya di negeri seberang, Natalia kembali ke tanah air dan menemukan banyak sekali kesamaan antara warisan Peranakan Tionghoa yang dimilikinya dengan budaya Peranakan yang ada di Indonesia. Salah satunya dapat terlihat dari desain arsitektur Pantjoran PIK yang terinspirasi dari berbagai bangunan tradisional khas Tiongkok, khususnya di provinsi Guangdong dan Fujian, Cina. Daerah ini merupakan daerah asal mayoritas keturunan Peranakan Tionghoa yang datang ke Kota Batavia atau Kota Tua di Jakarta, terutama di area Jembatan Lima, Pancoran, Glodok, dan sekitarnya.
Baca kembali: Rasakan Pengalaman Kuliner Terapung di Batavia PIK
Jejak warisan arsitektur yang sarat akan makna dan sejarah akulturasi budaya juga bisa ditemukan di Batavia PIK. Ketika berjalan menyusuri boardwalk berlatarkan pemandangan kanal yang menakjubkan, destinasi melting pot ini mengajak kita bernostalgia dengan beragam pilihan kuliner lokal dan internasional yang menggugah selera. Menyebrangi jembatan kayu yang menghubungkan Kawasan Golf Island ke Riverwalk Island PIK, dimana akan segera hadir juga konsep Pasar Rakjat dengan suasana meriah yang didukung berbagai deretan tenant konseptual. Seiring dengan misi Batavia PIK, destinasi tepi kanal ini juga menyambut para UMKM lokal. Melengkapi suasana kota Jakarta, baik yang sekarang maupun di masa lampau, sebagai pusat perdagangan maritim yang ramai.
Above Batavia PIK
Natalia mengatakan bahwa berbagai destinasi yang Amantara hadirkan lebih dari sekedar konsep nostalgia, tetapi juga memiliki tujuan edukatif yang positif dan penuh harapan. “Selain meningkatkan pengalaman pengunjung, destinasi-destinasi ini juga mengajak kita untuk merayakan keberagaman dan semangat Nusantara melalui berbagai budaya dan arsitektur. Sebagian besar tenant yang dihadirkan merupakan tenant legendaris untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara, melestarikan sejarah dan mempererat hubungan antar komunitas,” ujarnya.
Sebagai travel enthusiast, Natalia memiliki ketertarikan dan sangat menyadari pentingnya sense of community. Selama masa kuliahnya di California, area Clement Street di San Fransisco merupakan salah satu tempat favoritnya. “Di sana ada banyak sekali toko lokal, mulai dari toko roti, restoran, kafe yang berbaris di sepanjang jalan. Tempat itu penuh sekali dengan kehangatan dan sangat cocok untuk berkumpul bersama dengan orang-orang terkasih. Perasaan seperti sedang berada di dalam rumah inilah yang saya tuangkan dalam pembangunan Central Market PIK.” Di dalam area atrium utamanya, terdapat serangkaian tangga berundak berhiaskan tanaman hijau, dikelilingi dengan dinding bata dan rangka baja bergaya industrial. Mengundang pengunjung untuk menikmati keindahannya.

Above Central Market PIK

Above Central Market PIK
Menjaga udara tetap sejuk dengan penggunaan pendingin udara yang minimal, Central Market PIK mempromosikan gaya hidup berkelanjutan bagi para komunitas – menjadikannya gedung retail pertama di Indonesia yang meraih sertifikat hijau (green building EDGE Advanced Certificate). “Central Market PIK merupakan contoh ideal dari tren yang sedang sangat populer dalam beberapa tahun belakangan ini. Area indoor dan outdoor di destinasi ini menciptakan perpaduan yang harmonis antara alam dan arsitekturnya yang kokoh.”
Baca lagi: Central Market PIK: Eco-Lifestyle Hub Pertama yang Meraih EDGE Advanced Green Building Certificate
Natalia menambahkan “Berbagai proyek Amantara lainnya yang akan hadir di kawasan PIK2 juga akan mengusung konsep eco-lifestyle, yang cocok diterapkan di daerah perkotaan untuk menciptakan quality of living yang lebih baik.”
Melanjutkan misi Agung Sedayu Group (ASG) untuk menjadi yang terdepan dalam industri properti di Indonesia, Amantara sebagai subsidiary dari ASG terus meperluas portofolionya, termasuk rencana pengembangan area mixed use di kawasan PIK. Beberapa konsep mixed use dan lifestyle entertainment terbaru yang segera dihadirkan di PIK2 antara lain Land’s End, Orange Groves, dan Shipyard. Disamping itu, Greenbelt PIK2 turut dihadirkan dengan konsep sustainable eco-living yaitu sebuah ruang terbuka hijau seluas 60 hektare untuk melengkapi fasilitas dan kenyamanan penghuni dan para pengunjung. Amantara bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup di ibu kota, di mana para residen dan pengunjung dapat menikmati sebuah kawasan yang ideal untuk work, live, play secara berkelanjutan.
Above Greenbelt PIK
“Mengenal pangsa pasar sangatlah penting, sehingga kita dapat terus berinovasi dalam menciptakan sebuah ekosistem yang holistik untuk mendukung berbagai komunitas. Selain itu, kita juga harus peka dan memahami kebutuhan pasar dengan baik. Dengan demikian, kita dapat dengan mudah beradaptasi dengan perkembangan industri dan tren di masa mendatang.”
Bagi Natalia, travelling memiliki peran penting dalam menambah wawasan, terutama ketika pengalaman tersebut diterapkan dengan pola pikir yang kritis dan dapat diwujudkan menjadi sebuah karya yang positif. “Saya sangat antusias dengan berbagai peluang untuk mengembangkan Amantara dalam skala yang lebih besar secara optimal. Terutama untuk meningkatkan kualitas hidup di Indonesia. Bersama-sama kita membangun kehidupan yang lebih baik.”
Topics



