Apakah Anda harus mengisi setiap slot di kalender agar lebih produktif? Di sini, kami telah mengumpulkan berbagai pengalaman dan pandangan dari para pemimpin teknologi seperti Mark Zuckerberg, Tim Cook, dan Bill Gates. Mereka membagikan strategi manajemen waktu dan tips jitu yang mendukung kesuksesan mereka
Saat memasuki tahun yang baru, biasanya kita tak asing dengan mantra, "new year, new me”. Begitu menyentuh dan mengobarkan semangat kita. Meskipun kegairahan dalam menetapkan tujuan baru dapat menyegarkan, kesibukan sehari-hari dapat membuat kita sulit untuk tetap pada jalur yang benar.
Dalam industri teknologi yang bergerak cepat, para pemimpin perusahaan besar mengelola operasi yang sangat besar dengan puluhan ribu karyawan di seluruh dunia. Untuk menangani tanggung jawab yang sangat besar tersebut, mereka telah menyusun rutinitas dan strategi untuk meningkatkan produktivitas mereka.
Bagaimana para pemimpin ini memprioritaskan tugas dan mengatur waktu mereka secara efektif? Di bawah ini kami akan membahas apa yang mendorong produktivitas mereka dan menawarkan kiat-kiat praktis untuk mengoptimalkan jadwal harian kita.
Baca selengkapnya: Para visioner teknologi Taiwan mendukung transformasi AI dunia
Tetapkan ritme harian Anda

Above CEO Apple Tim Cook mengatakan kepada ABC News bahwa ia menerima sekitar 700 hingga 800 email per hari, dan ia membaca sebagian besarnya (Foto: Getty Images)
Meskipun bangun pagi mungkin bukan pilihan semua orang, beberapa CEO perusahaan teknologi merasa memulai hari sebelum matahari terbit sangatlah bermanfaat. Meskipun bangun pagi, mereka tidak cenderung mengurangi waktu tidur atau membebani diri dengan pagi yang padat. Mereka mematuhi rutinitas atau praktik yang konsisten yang mereka yakini dapat meningkatkan efisiensi mereka.
Dalam wawancara dengan situs berita AS Axios , Tim Cook, yang telah menjabat sebagai CEO Apple sejak 2011, berbagi bahwa ia bangun sebelum pukul 4 pagi dan tidur sebelum pukul 9 malam setiap hari. Ia menghabiskan pagi harinya dengan membaca feedback pengguna tentang produk perusahaan dan berolahraga. “Saya bisa mengontrol pagi hari lebih baik dibanding malam atau sepanjang hari,” katanya kepada surat kabar Australian Financial Review. “Soalnya, banyak hal tak terduga bisa terjadi sepanjang hari yang dapat membuat rencana jadi berantakan.”

Above Jeff Bezos, pendiri Amazon, menikmati rutinitas pagi yang santai dan menghindari melakukan banyak tugas sekaligus (Foto: Getty Images)
Jeff Bezos, pendiri Amazon, mengatakan pada sebuah acara tahun 2018 bahwa ia memprioritaskan tidur selama delapan jam. Meskipun ia bangun pagi—tanpa menyebutkan waktu yang tepat—ia menikmati rutinitas pagi yang santai. Ia suka melakukan hal-hal yang tidak penting, seperti membuat sarapan dan minum kopi. Rekannya, Lauren Sánchez, juga mengatakan kepada majalah People bahwa Bezos menghindari mengecek ponselnya di pagi hari. Rutinitas yang memungkinkan Bezos mengisi ulang tenaganya dan memungkinkannya untuk membuat keputusan yang lebih baik di kemudian hari.
Baca selengkapnya: Salah satu pendiri Wati, Bianca Ho, bercerita tentang bagaimana neneknya menginspirasi impiannya untuk memulai usaha rintisan
Fokuslah pada prioritas utama Anda terlebih dahulu

Above Jensen Huang, CEO Nvidia—perusahaan teknologi yang memproduksi prosesor grafis—mengungkapkan bahwa ia tidak memakai jam tangan karena ia percaya pada pentingnya momen saat ini (Foto: Getty Images)
Salah satu pelajaran karier paling berharga dari CEO Nvidia Jensen Huang adalah pentingnya memprioritaskan waktu dengan berfokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Berbicara pada upacara wisuda di California Institute of Technology, Huang menceritakan pertemuannya dengan seorang tukang kebun selama perjalanan keluarga ke Kyoto , Jepang.
Di tengah terik matahari, Huang mengamati tukang kebun yang dengan cermat merawat kebun yang luas hanya dengan penjepit bambu dan keranjang. Karena penasaran, Huang bertanya bagaimana tempat yang begitu luas dapat dirawat dengan peralatan yang begitu sederhana. Tukang kebun itu menjawab, “Saya telah merawat kebun saya selama 25 tahun. Saya punya banyak waktu.”
Huang merenungkan pengalaman ini, dan berkata, "Tukang kebun ini telah mendedikasikan dirinya pada keahliannya dan melakukan pekerjaan hidupnya. Dan ketika Anda melakukannya, Anda punya banyak waktu."
Setiap pagi, Huang menangani prioritas tertingginya terlebih dahulu, lalu mendedikasikan sisa harinya untuk membantu karyawannya tumbuh dan berkembang. Pendekatan ini juga terlihat dalam gaya manajemennya; karyawan Nvidia dilaporkan menguraikan prioritas utama mereka dalam email, yang memungkinkan manajer mereka meningkatkan fokus dan produktivitas mereka.
Dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Chinese American Semiconductor Professional Association, Huang berbagi fakta menarik tentang dirinya: ia tidak memakai jam tangan. “Alasan saya tidak memakai jam tangan adalah karena [saat ini] adalah waktu yang paling penting. Dedikasikan diri Anda untuk saat ini.”
Tingkatkan kreativitas dengan berjalan kaki

Above CEO Meta Mark Zuckerberg berjalan dengan mantan COO, Sheryl Sandberg (Foto: Getty Images)
Merasa buntu dengan tugas Anda saat ini? Mungkin sudah waktunya untuk bangkit dari meja dan berjalan-jalan seperti yang sering dilakukan banyak pemimpin teknologi. Mendiang CEO Apple Steve Jobs mempraktikkan "aturan 10 menit": ia akan berjalan-jalan jika ia tidak dapat memecahkan masalah dalam waktu 10 menit. Ia sering mengadakan sesi brainstorming sambil jalan dengan kepala desainernya, Jony Ive.
Demikian pula, CEO Facebook Mark Zuckerberg dan Jack Dorsey, salah satu pendiri Twitter (sekarang dikenal sebagai X), gemar rapat sambil berjalan kaki. CEO Google Sundar Pichai juga mengatakan bahwa ia suka berjalan, karena itu membantunya berpikir.
Sebuah studi oleh para peneliti Stanford menemukan bahwa berjalan kaki dapat meningkatkan hasil kreativitas seseorang hingga 60 persen. Peningkatan kreativitas ini berlaku di mana pun Anda berjalan, baik di atas treadmill maupun di taman yang indah. Namun, metode ini mungkin kurang efektif untuk tugas yang membutuhkan jawaban tepat, seperti menyelesaikan soal matematika.
Baca selengkapnya: Dari hoodie hingga jas yang dirancang khusus: bagaimana lemari pakaian para miliarder teknologi bertambah seiring kekayaan mereka
Jadilah penguasa waktu Anda

Above Bill Gates, salah satu ketua Bill & Melinda Gates Foundation, dan Warren Buffett, di atas panggung pada acara Columbia Business School (Foto: Getty Images)
Setelah bekerja sebagai penulis pidato miliarder teknologi Bill Gates dari tahun 1997 hingga 1999, Chris Capossela, mantan kepala pemasaran Microsoft, berbagi dengan saluran berita keuangan AS CNBC dua teknik manajemen waktu yang dipelajarinya dari Gates. Gates dikenal sangat teliti dalam hal perencanaan jadwal.
Meskipun Gates mungkin tidak mengetahui setiap proyek yang sedang dikerjakan, ia merencanakannya sedini mungkin. Mengetahui kapan acara besar dan liburan berlangsung membantunya mengatur dan membagi tugas dengan lebih efisien.
Ia juga mengelompokkan waktunya ke dalam beberapa kategori, yang memungkinkannya melihat berapa banyak waktu yang ia habiskan di setiap area dan melakukan penyesuaian. Satu kategori dapat mewakili pilar pekerjaan seseorang, seperti strategi perusahaan atau pengembangan produksi.
Meskipun perencanaan itu sangat vital, penting juga untuk memilih tugas dengan bijak. Dalam sebuah wawancara tahun 2017, filantropis yang mengundurkan diri sebagai CEO Microsoft pada tahun 2000 itu mengatakan kepada wartawan AS, Charlie Rose bahwa meskipun ia biasa mengisi setiap detik waktunya, meluangkan waktu untuk duduk dan berpikir mungkin lebih penting daripada memenuhi tuntutan semua orang.
Kesadaran ini muncul setelah ia melihat jadwal Warren Buffett, teman lamanya dan ketua Berkshire Hathaway. Buffett, yang memimpin sebuah konglomerasi dengan valuasi lebih dari US$950 miliar, hanya menjadwalkan beberapa kegiatan saja setiap minggunya. “Anda yang mengontrol waktu Anda sendiri,” kata Gates. “Mengisi setiap menit di jadwal Anda bukan berarti Anda lebih serius.”
This story was originally written in English by Yoyo Chow.
Artikel ini awalnya ditulis dalam bahasa Inggris oleh Yoyo Chow dan diterbitkan pada 14 Januari 2025. Read the original story here.
BACA SEKARANG
7 karya seni AI termahal yang pernah dijual
Bagaimana Giada Zhang dari Mulan Group mengubah krisis identitasnya menjadi kesuksesan kuliner




