Cover Ada sosok Jennifer Unjoto di balik LAICA Active

Di tengah karantina panjang dan ruang gerak yang terbatas di tahun 2021, Jennifer Unjoto menemukan jawabannya bukan dalam diam, melainkan dalam gerak lewat LAICA Active

Di masa pandemi, kala sebagian besar dari kita terjebak dalam rutinitas minim gerak, Jennifer Unjoto melihat secercah peluang: ada kebutuhan akan gaya hidup aktif yang sehat, namun tetap penuh gaya. Maka lahirlah LAICA Active, brand activewear lokal yang kini mulai jadi sorotan, bukan hanya di Indonesia, tapi juga lintas batas negara.

Namun LAICA Active tentu tak sebatas celana yoga atau bra olahraga dengan palet warna pastel. Di balik bahan yang nyaman digunakan untuk berolahraga dan potongan yang fit, ada filosofi yang jauh lebih besar: menginspirasi perempuan untuk bergerak, merasa nyaman, dan tampil percaya diri dalam kulit mereka sendiri. Tak hanya di saat mereka memasuki ruang olahraga, tapi juga di dalam keseharian.

Baca juga: Advokasi Jerhemy Owen untuk kesadaran lingkungan: Menginspirasi generasi muda untuk bertindak

Tatler Asia
Above Toko LAICA di Grand Indonesia.
Tatler Asia
Above Jennifer Unjoto punya misi lebih besar dari sekadar menjual sportswear.

Dari pandemi ke passion

Lahir dari pengalaman personal selama pandemi, Jennifer yang kini tengah hamil anak pertama, mengaku hidupnya saat itu begitu terbatas. "Di keluarga kami, ada orang tua dan anak kecil, jadi kami benar-benar menjaga jarak. Dua tahun hampir tidak bertemu siapa-siapa," kenangnya. Dalam keterbatasan itu, olahraga justru menjadi pelampiasan sekaligus pelarian. Ia mulai rutin bersepeda karena dilakukan di luar ruangan sehingga terasa aman. Ia lalu menyadari kalau kebutuhan orang Indonesia terhadap activewear semakin tinggi tapi pilihannya terbatas. “Yang affordable sering kali tidak stylish. Yang stylish, harganya tinggi banget. Nah, aku ingin bikin sesuatu di tengahnya – desain bagus, tapi tetap accessible,” lanjutnya.

Dengan latar belakang pendidikan Teknik Kimia dari University of California San Diego, dan pengalaman dalam industri manufaktur tekstil keluarga, Jennifer tidak asing dengan proses produksi. Tapi membangun LAICA Active merupakan sebuah dunia lain yang baru. “Sportswear itu harus betul-betul pas di badan. Kami harus melakukan proses uji coba dengan membuat sampel, mencoba olahraga dengan pakaian yang kami produksi, dan kami ulang lagi kalau kurang nyaman. Proses R&D-nya (research and development) panjang sekali. Bahkan sampai hari ini, hal tersebut tetap jadi tantangan terbesar kami,” jelasnya. “Banyak brand yang fokus ke performa teknis. Kami pun begitu, tapi selalu kami padukan dengan estetika. Produk kami harus tetap nyaman dipakai ke gym, tapi tetap stylish dipakai hangout. That’s the balance we’re always striving for.”

Tatler Asia
Above Proses R&D untuk sportwear membutuhkan waktu yang panjang. Tak hanya kenyamanan tapi harus pas di badan.

Membangun komunitas, merawat eksistensi

Dari awal, Jennifer ingin LAICA Active punya misi lebih besar dari sekadar menjual sportswear. “Kami ingin mengajak orang tak hanya aktif, tapi juga mindful. Setiap event olahraga yang kami buat, seperti tenis, padel, atau yoga tetap menghadirkan aspek lain yang praktis dan selaras dengan kebutuhan, misalnya memberi bekal terkait makanan sehat. 

Salah satu momen yang paling berkesan bagi Jennifer adalah ketika LAICA Active berkolaborasi dengan mantan atlet tenis nasional, Wynne Prakusya dan Angelique Widjaja dalam sebuah sesi tenis bersama. “Banyak orang ingin coba tenis, tapi bingung mulai dari mana. Kami bantu mereka dengan lingkungan yang inklusif dan menyenangkan.”

Menurut Jennifer, LAICA Active tidak hanya membentuk gaya hidup sehat, tapi juga komunitas. “Kami ingin orang merasa pure confidence, seperti arti nama 'Laica' itu sendiri. Bukan sekadar tampil cantik, tapi merasa nyaman dan yakin dengan dirinya saat bergerak.”

arrow left arrow left
arrow right arrow right
Photo 1 of 4 Field Party LAICA di Padel Cartel, Jakarta.
Photo 2 of 4 Rahajeng Sisters, Maria Rahajeng dan Elizabeth Rahajeng di salah satu acara LAICA.
Photo 3 of 4 Nagita Slavina di salah satu acara LAICA.
Photo 4 of 4 LAICA kuat membangun eksistensi dan komunitas lewat beragam acara bersama para figur publik.

LAICA Active juga terbilang kuat dalam membangun eksistensi daring, kini brand ini mulai menancapkan kehadiran offline dengan membuka toko sendiri di Grand Indonesia. Ia pun mulai berekspansi ke Singapura dan Malaysia dan ingin membawanya lebih jauh lagi.

Dan jika ia boleh bebas bermimpi “seliar” apa pun, ia membayangkan sebuah kolaborasi antara brand-nya dengan pemain tenis asal Inggris, Emma Raducanu. “Kalau bisa bikin koleksi bersama dia untuk tenis akan seru sekali! Karena aku suka personality-nya yang kuat!” Seru Jennifer. 

Keberanian untuk mencoba

Tatler Asia
Above Salah satu obsesi Jennifer Unjoto: LAICA Active akan terus berkembang hingga ke luar Indonesia.

“Aku dulu seorang safe player yang takut mencoba. Tapi seiring berjalannya waktu, aku mulai percaya try as many things as possible. Kalau memikirkan untuk sempurna, kita tidak akan mulai,” kenang Jennifer. “Konsisten mencapai kemajuan kecil lebih memberi kepuasan. Jadi tak perlu memikirkan harus perfect dulu, pecah saja jadi langkah-langkah kecil sehingga kita bisa menikmati prosesnya,” lanjut Jennifer bijak.

Maka untuk filosofi hidup, ia selalu memegang teguh prinsip: continuous improvement. Menurutnya, pelanggan pertamanya di tahun 2021 pasti menyadari bahwa produk yang dikembangkan LAICA Active selalu berkembang. “Produk kami harus lebih baik dari sebelumnya, karena kami ingin mendengarkan feedback, kami ingin jadi lebih baik.”

“Sekarang, kalau aku datang ke lapangan, gym, atau studio yoga dan lihat orang pakai LAICA, rasanya luar biasa. Apalagi kalau mereka pikir ini brand dari luar negeri, dan aku bisa bilang, ini buatan Indonesia. That’s a proud feeling,” ujarnya bangga. Lalu apa langkah selanjutnya buat Jennifer? Ia tengah menjajaki kemungkinan melahirkan brand baru yang masih punya benang merah dengan self-care. “Masih di dunia yang sama, tapi mungkin dengan pendekatan berbeda. Intinya, aku ingin terus mencoba hal baru.” 

Begitulah Jennifer dan LAICA Active tumbuh: dari keberanian mencoba, bergerak, dan berkembang.

Credits

Gambar: Dok. LAICA Active