Cover Melihat besarnya dampak lingkungan dari pembalut konvensional, berbagai produk alternatif kini tersedia di pasaran, salah satunya adalah celana dalam menstruasi. Foto: Moove Period Underwear. Cover: Moonrise Period Underwear.

Pembalut konvensional telah terbukti memiliki sejumlah dampak buruk. Ini saatnya untuk beralih ke produk femcare yang aman bagi tubuh dan lingkungan.

Jika kamu adalah perempuan Indonesia, maka kemungkinan besar kita pernah melalui satu pengalaman yang sama, yaitu mengalami datang bulan untuk pertama kalinya di saat berada di bangku SD atau SMP dan diajarkan oleh orang-orang di sekitar untuk memakai pembalut yang dijual di toko-toko terdekat. Setidaknya, saya dan para editor Tatler Indonesia lainnya melalui hal tersebut di masa remaja. Penggunaan pembalut konvensional sudah menjadi kebiasaan yang tertanam di masyarakat Indonesia. Namun, banyak perempuan masih belum mengetahui bahwa hampir seluruh produk femcare yang beredar di pasaran ini memiliki ancaman yang besar bagi lingkungan. 

Rata-rata pembalut konvensional dibuat dari bahan-bahan sintetis. Bahkan, bagian atas yang lembut dan bersentuhan langsung dengan kulit terbuat dari campuran plastik. Dilihat dari sisi material, sudah pasti ia tidak dapat terurai dengan mudah. Sebuah penelitian menemukan satu buah pembalut memakan waktu 500 hingga 800 tahun untuk terdegradasi. Sedangkan, kondisi pembalut bekas pakai yang sudah tidak higienis membuatnya tidak layak untuk didaur ulang. Rata-rata wanita di usia reproduksi menggunakan sekitar 20 pembalut setiap siklusnya. Sehingga, kamu bisa membayangkan betapa banyaknya sampah pembalut yang bertahan di pembuangan setiap tahunnya jika semua perempuan menggunakan pembalut konvensional.

arrow left arrow left
arrow right arrow right
Photo 1 of 2 Pemakaian celana menstruasi sama seperti celana dalam pada umumnya, sehingga menjamin kenyamanan bagi pengguna. Foto: Perfect Fit Period Underwear.
Photo 2 of 2 Banyak dari brand celana menstruasi memiliki pilihan ukuran, sehingga dapat menyesuaikan dengan volume menstruasi perempuan. Foto: Perfect Fit.

Untuk mengatasi masalah ini, produk-produk baru yang lebih ramah lingkungan mulai diperkenalkan ke publik. Beberapa diantaranya mungkin sudah cukup terdengar, seperti menstrual cup atau pembalut kain. Namun, terdapat satu produk yang baru-baru ini mulai banyak ditemukan di pasar lokal, yaitu period underwear atau celana dalam menstruasi. Pada dasarnya, celana menstruasi memiliki bentuk yang sama seperti celana dalam pada umumnya. Perbedaannya terletak di bagian bawah atau gusset yang dirancang menggunakan teknologi serap dan anti-bocor untuk memastikan darah dapat diserap dan ditampung dengan baik. 

Masih banyak perempuan Indonesia yang ragu untuk mencoba period underwear karena sejumlah hal, seperti kebocoran jika celana tidak dapat menampung maupun bau yang mungkin dihasilkan jika dipakai dalam waktu yang lama. Maka dari itu, kami mencoba menggunakan celana menstruasi dari salah satu brand lokal asal Indonesia bernama Perfect Fit, dan ini yang kami rasakan.

Tatler Asia
Above Bagian tengah atau gusset dari celana menstruasi dirancang lebih tebal untuk memastikan keamanan. Foto: Fit & Bare.

Pemakaian aman dan tidak pernah bocor

Sebagai perempuan yang terbiasa memakai pembalut konvensional, wajar jika kamu memiliki ketakutan untuk memakai celana menstruasi. Namun, selama saya memakai celana menstruasi dalam beberapa bulan terakhir, “bocor” yang terkadang terjadi dengan penggunaan pembalut konvensional sama sekali tidak pernah terjadi, bahkan di saat tidur. Celana menstruasi memiliki permukaan yang cukup luas sehingga mampu menutupi seluruh bagian privat perempuan. Kain bagian dalam yang digunakan dirancang untuk menyerap dengan baik, sedangkan bagian luar bersifat leak-proof, sehingga cairan yang jatuh tidak akan mengendap di permukaan maupun keluar dari celana. 

Jangan lewatkan: How Social Media Activist Andrea Gunawan is Championing Local, Sustainable Femcare

Lebih nyaman dibandingkan pembalut konvensional dan mengatasi iritasi

Bahan-bahan sintetis yang dipakai dalam pembalut konvensional kerap menimbulkan iritasi pada kulit, terutama bagi perempuan yang memiliki kulit sensitif. Sebaliknya, kain celana menstruasi dibuat dari katun, sehingga aman bagi kulit dan mengatasi masalah iritasi tersebut. Tidak hanya itu, jika kamu sering merasa tidak nyaman memakai pembalut yang terkadang bergeser atau lepas di saat bergerak, tentunya celana menstruasi juga mengatasi masalah ini.

Tidak mudah bau

Durasi maksimum yang direkomendasikan untuk penggunaan celana menstruasi adalah 8 jam dan dapat bervariasi sebab volume darah yang dihasilkan setiap perempuan berbeda. Jika seketika kamu berada di kondisi yang memaksamu untuk tetap memakai lebih dari 8 jam (dan masih dalam batas wajar), celana menstruasi tidak akan menghasilkan bau. Ia menggunakan teknologi yang menahan bau sehingga kamu tidak perlu khawatir akan aroma tidak menyenangkan.

Tatler Asia
Above Pertama kali dipopulerkan di Amerika Serikat oleh Thinx, kini sudah terdapat sejumlah brand lokal di Indonesia yang memproduksi celana menstruasi. Foto: Hax Period Boyshorts.

Penggunaan celana menstruasi adalah sebuah kebiasaan yang membutuhkan waktu. Berbeda dengan pembalut sekali pakai yang dapat langsung dibuang, kita harus meluangkan waktu untuk mencuci dengan baik setelah setiap pemakaian. Namun, waktu dan tenaga yang kita kerahkan tidak ada bandingnya dengan jumlah sampah yang ditinggalkan di bumi untuk 500 hingga 800 tahun kedepan jika setiap perempuan tetap menggunakan pembalut konvensional. 

Tidak hanya Perfect Fit, Indonesia kini memiliki banyak brand lokal yang menjual celana menstruasi berkualitas, seperti Moove, Fit & Bare, Hax, dan Moonrise, sehingga tidak lagi sulit untuk mendapatkan celana menstruasi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan pilihanmu.

Baca Juga:

Circular Fashion 101

5 Inspiring Individuals who Embrace Eco-Living Every Day

From Earth to Earth

Topics