Dari kearifan herbal Indonesia hingga terapi hutan ala Jepang, praktik perawatan diri ini menawarkan alternatif yang telah teruji waktu dibandingkan tren kesehatan yang datang dan pergi
Di era ketika tren wellness datang dan pergi dengan sangat cepat, ada beberapa praktik perawatan diri yang diam-diam bertahan selama berabad-abad—dan itu bukan tanpa alasan. Metode tradisional ini tidak bertahan karena strategi pemasaran cerdas atau pengaruh media sosial; mereka tetap ada karena memang terbukti efektif.
Dari hiruk pikuk jalanan Jakarta, tempat para penjual jamu masih setia menjajakan ramuan herbal di punggung mereka, hingga ketenangan onsen di pedesaan Jepang, praktik-praktik ini menawarkan sesuatu yang sangat dibutuhkan dunia modern: pendekatan kesehatan yang holistik, berkelanjutan, dan mudah dijangkau.
Baca juga: Siap-siap terkejut dengan 8 kota kuliner yang sering dipandang sebelah mata, tapi wajib dicoba!
Shinrin-yoku
Ketika pemerintah Jepang mencetuskan istilah “forest bathing" pada tahun 1980-an, mereka bukan sedang mempromosikan tren wellness baru—melainkan meresmikan praktik perawatan diri yang akarnya sudah ada sejak berabad-abad lalu.
Forest bathing tidak membutuhkan apa pun selain kehadiran penuh dan sadar di tengah lingkungan hutan. Penelitian ilmiah membuktikan apa yang telah diyakini para pelakunya selama puluhan tahun: "mandi hutan" secara rutin dapat menurunkan hormon stres, memperkuat sistem imun, dan mengembalikan keseimbangan mental. Bisa dibilang, ini adalah bentuk self-care holistik yang paling mudah diakses—tanpa perlu alat khusus, langganan, atau pelatihan tertentu.
Baca lebih lanjut: Hidup dengan tujuan: Bagaimana Nadya Hutagalung menjaga kesehatan diri sambil tetap aktif memperjuangkan lingkungan
Terapi bekam

Above Praktik perawatan diri tradisional ini menggunakan metode penyedotan untuk melancarkan sirkulasi darah, melepaskan ketegangan, dan menyeimbangkan aliran energi dalam tubuh (Foto: Katherine Hanlon / Unsplash)
Bekas lingkaran khas yang ditinggalkan oleh terapi bekam kini semakin sering terlihat pada atlet dan selebritis, tetapi praktik ini sebenarnya telah digunakan untuk meredakan nyeri sejak ribuan tahun lalu. Dari Mesir Kuno, Yunani, hingga China, keberlangsungan bekam di berbagai budaya menunjukkan efektivitasnya.
Para praktisi modern menghargai kemampuan bekam dalam melancarkan sirkulasi darah, mengurangi peradangan, dan meredakan stres secara alami tanpa bantuan obat-obatan. Tekanan negatif yang dihasilkan oleh cangkir yang dipanaskan menawarkan pendekatan unik untuk mengatasi ketegangan otot—bukan untuk menggantikan, tetapi melengkapi perawatan medis masa kini.
Read more: Manfaat terapi bekam China
Gua sha
Apa yang mungkin terdengar kasar—menggosok kulit—sebenarnya merupakan salah satu praktik yang paling lembut namun efektif dalam dunia wellness tradisional. Sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu pada masa Dinasti Ming di Tiongkok, gua sha didasarkan pada prinsip bahwa stagnasi dalam tubuh menyebabkan penyakit, sementara aliran atau pergerakan mendorong kesehatan.
Teknik ini dilakukan dengan cara menggosok kulit menggunakan alat yang memiliki sisi halus (biasanya terbuat dari batu giok atau tanduk) untuk melancarkan sirkulasi dan mengurangi peradangan. Kesederhanaannya membuat gua sha sangat menarik bagi mereka yang ingin memasukkan praktik perawatan diri ke dalam rutinitas harian.
Baca lebih banyak: 8 hal yang perlu kamu tahu tentang gua sha, teknik penyembuhan China kuno
Hilot

Above Berakar dari tradisi penyembuhan Filipina, praktik perawatan diri yang intuitif ini menggabungkan pijat, ramuan herbal, dan kerja energi untuk mengembalikan keseimbangan tubuh (Foto: Alan Caishan / Unsplash)
Jauh sebelum pijat identik dengan spa mewah, para manghihilot di Filipina sudah mempraktikkan keahliannya berdasarkan pemahaman mendalam tentang sistem energi dalam tubuh. Praktik perawatan diri ini berpusat pada keyakinan bahwa kesehatan optimal tercapai melalui keharmonisan energi kehidupan.
Berbeda dengan teknik pijat yang terstandarisasi, hilot mengandalkan sentuhan intuitif sang praktisi untuk menemukan ketidakseimbangan dalam tubuh. Gerakan ritmis yang dipadukan dengan ramuan herbal tradisional tidak hanya meredakan ketegangan otot, tetapi juga melancarkan peredaran darah, mengurangi stres, dan meningkatkan kejernihan pikiran. Ini adalah bentuk pengobatan yang sangat personal dan mendasar.
Baca lebih lanjut: Sava Spa: Salon dengan ritual kecantikan dan ketenangan di Hotel Indigo Bali
Jamu
Berjalanlah di lingkungan mana pun di Indonesia, dan kemungkinan besar kamu akan melihat penjual jamu gendong yang membawa ramuan herbal tradisional. Praktik yang telah diakui UNESCO ini bukan sekadar perdagangan—melainkan tradisi hidup yang memadukan ritual perawatan diri dengan pengobatan yang dipersonalisasi.
Terbuat dari kunyit, jahe, dan berbagai rempah, jamu bekerja dengan prinsip menyeimbangkan unsur panas dan dingin dalam tubuh. Ilmu pengetahuan modern kini membuktikan apa yang sudah lama diyakini para nenek di Indonesia: ramuan emas ini dapat mengurangi peradangan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan melancarkan pencernaan.
Onsen
Budaya onsen di Jepang mengubah kebutuhan dasar manusia—mandi—menjadi ritual perawatan diri yang mendalam. Praktik ini awalnya digunakan untuk keperluan pemurnian dalam kepercayaan Shinto, sebelum berkembang menjadi kebiasaan kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat luas.
Air panas alami yang kaya mineral membantu melancarkan sirkulasi darah, meredakan nyeri sendi, dan menjaga kesehatan kulit. Namun, keistimewaan sejatinya terletak pada suasana meditatif yang ditawarkan. Mandi di onsen adalah bentuk perawatan diri yang berkelanjutan: memanfaatkan kekayaan alam untuk menciptakan ruang refleksi dan pemulihan yang memberi manfaat bagi kesehatan individu maupun kesejahteraan komunitas.
Penyembuhan lewat terapi suara
Mangkok bernyanyi Tibet (Tibetian singing bowl) dan gong bukan sekadar menghasilkan suara yang indah—getarannya terbukti mampu mengubah gelombang otak dan mengaktifkan sistem saraf parasimpatik. Teknik penyembuhan kuno ini menawarkan sesuatu yang sangat dibutuhkan di dunia yang penuh rangsangan seperti sekarang: kesempatan untuk menyelaraskan diri, bukan melarikan diri.
Sesi sound healing memberikan ketenangan dan pengurangan stres secara alami melalui getaran, bukan sentuhan, sehingga cocok bagi mereka yang lebih nyaman dengan terapi non-kontak. Praktik ini menunjukkan bahwa perawatan diri bisa hadir dalam berbagai bentuk, masing-masing menawarkan jalur unik menuju pemulihan dan keseimbangan.
This story was originally written in English by Dyan Zarzuela.
Artikel ini awalnya ditulis dalam bahasa Inggris oleh Dyan Zarzuela dan diterbitkan pada 10 Juni 2025. Read the original story here.




