Di dalam dunia yang penuh tantangan, melakukan self-compassion mampu membantu mencapai kebahagiaan.
Kata self-love atau self-confidence seringkali dilontarkan sebagai pengingat untuk tetap bersifat positif dan menerima diri sendiri apa adanya dalam situasi apapun. Saat kamu sedang mengalami masalah yang membuatmu merasa down sehingga pada akhirnya memilih untuk bercerita kepada teman, mungkin ia akan mengatakan bahwa kamu berharga dan mengingatkan untuk tetap mencintai dirimu sendiri apapun yang terjadi. Atau saat kamu sedang merasa putus asa, kamu mungkin memiliki beberapa kalimat afirmasi yang selalu diingat seperti “I’m smart” atau “I’m valuable” untuk meningkatkan rasa percaya diri.
Jika dilihat sekilas, self-love memang tampak seperti hal yang mudah dilakukan. Namun, pada kenyataannya dalam upaya untuk lebih menerima diri sendiri, kita kerap merasa bahwa upaya yang dilakukan cukup cheesy atau bahkan narsis, sehingga apapun itu yang dilakukan tidak memiliki dampak yang nyata pada apa yang sedang kita rasakan. Lalu, bagaimana kita dapat memulai mencintai diri sendiri secara efektif? Selagi mencoba meningkatkan rasa cinta terhadap diri sendiri, mungkin upaya tersebut dapat didahului dengan self-compassion, yaitu dengan menunjukkan penerimaan dan kebaikan terhadap diri sendiri.
Sebagai manusia kita sering dihadapi dengan momen di mana permasalahan yang kita alami membuat kita menyalahkan dan mengutuk diri sendiri. Praktik self-compassion berbanding terbalik dengan ini. Self-compassion dapat digambarkan sebagai cara memperlakukan diri sendiri sebagaimana kita memperlakukan teman yang sedang menghadapi masalah, yaitu dengan menunjukkan dukungan dan belas kasih.
Self-compassion dimulai dengan sikap menerima dan tidak menyangkal keberadaan suatu penderitaan yang sedang dirasakan, baik yang terjadi akibat kesalahan pribadi atau faktor eksternal. Setelah memahami dan mengakui bahwa terdapat situasi sulit yang sedang dialami, kesulitan tersebut kemudian ditanggapi dengan menunjukan sikap baik hati, pemahaman, dan kebaikan kepada diri sendiri. Saat itulah self-compassion bisa terwujud.
Above "Self Compassion is an amazing source of strength and emotional resilience." - Dr. Kristin D. Neff.
Dosen psikologi University of Texas, Dr. Kristin D. Neff, menyatakan bahwa praktik self-compassion dapat dilakukan dengan tiga cara yang saling melengkapi, yaitu: self-kindness over self-judgement, common humanity over isolation, dan mindfulness over overidentification; yang akan kami bahas satu persatu dalam artikel ini.
Self-kindness over self-judgement
Melainkan menghukum diri sendiri ketika sedang merasa gagal atau saat berhadapan dengan masalah, praktik dari self-compassion mengedepankan pengertian dan kebaikan terhadap diri sendiri. Ketika menghadapi situasi yang sulit atau tidak sesuai ekspektasi, mereka yang mempraktikkan self-compassion berusaha untuk menerima kenyataan dan bersikap lembut terhadap diri sendiri, sehingga kestabilan emosi dapat tercapai dan penyelesaian masalah dapat terbantu dengan pikiran yang jernih.
Common humanity over isolation
Satu langkah penting dari self-compassion adalah menyadari bahwa tantangan adalah bagian dari hidup. Setiap manusia di dunia memiliki tantangan dan permasalahannya masing-masing, meskipun bentuk dan tingkat kesulitan yang dirasakan berbeda-beda. Memahami hal ini tentu akan mengurangi kecenderungan untuk merasa bahwa kita adalah satu-satunya orang yang dirundung masalah, sehingga dapat membantu dalam menerima situasi yang sedang dialami.
Mindfulness over overidentification
Keseimbangan emosi sangatlah penting untuk memastikan seluruh emosi negatif yang ada tidak ditahan atau terlalu dibesarkan, sehingga tidak mudah untuk hanyut dalam perasaan negatif. Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk menyeimbangkan emosi adalah dengan menerima setiap perasaan yang sedang terjadi sebagaimana adanya tanpa berusaha menyangkalnya. Setelah berhasil menerima, maka seluruh perasaan yang ada kemudian disikapi dengan pikiran yang terbuka dan jernih. Dengan begitu, setiap emosi negatif yang dirasakan dapat ditahan dan diseimbangkan dengan pikiran positif, sehingga menciptakan optimisme.
Melihat ketiga elemen diatas, dapat disimpulkan bahwa mencapai self-compassion tidaklah mudah. Self-compassion bukanlah sebuah keajaiban yang dapat tumbuh dalam satu malam dan tidak membutuhkan proses. Namun, menumbuhkan self-compassion sangatlah berharga, sebab ia dapat membantu mencapai kebahagiaan di tengah pahitnya kehidupan.
Baca Juga:
Memanfaatkan Brain-Body Connection untuk Kesembuhan




