Sebagian besar individu pergi untuk traveling keliling dunia. Namun, ada yang rela menempuh perjalanan demi healing experience dari segelas ramuan kuno Amazon bernama Ayahuasca.
Meski beberapa tahun belakangan merupakan masa yang sulit, banyak individu yang bertekad untuk mencari alternatif pengobatan – bahkan rela menempuh jarak ribuan Kilometer untuk mendapatkannya. Berdasarkan data InsightAce analisis pada Juli 2022, pasar untuk psychedelic therapeutics dengan zat psikotropika seperti LSD dan Magic Mushrooms diprediksi akan mencapai angka 8,31 Miliar US Dollar per tahun 2028, seiring dengan meningkatnya permintaan di antara pelaku medis seperti dokter dan mental health professional yang melihat hal ini sebagai pengobatan alternatif bagi penderita anxiety, depresi dan post-traumatic stress disorder.
Salah satu alternatif obat berunsur tanaman yang popular adalah ayahuasca – sebuah ramuan psychedelic tradisional yang terbuat dari dahan dan lembaran daun dari hutan hujan Amazon. Konsumsi ayahuasca pada pengobatan shamanistic dari suku tradisional di Amerika Selatan merupakan tradisi berumur ribuan tahun. Dahulu, minuman ini disiapkan sebagai bagian sebuah ritual yang dipimpin shaman atau curandero yang mendapat sebuah penglihatan atau halusinasi yang dapat membantu peserta ritual sembuh dari ketakutan terbesar dan traumanya.
Para atlet, petinggi Silicon Valley dan selebriti yang telah mencoba pengalaman ini menyatakan jika ayahuasca memberi mereka sebuah life-changing experience. Di tahun 2005, penyanyi legendaris asal Inggris, Sting, menyatakan bahwa meminum ramuan tradisional tersebut memberinya pengalaman religius terotentik dan mengatakan ada kecerdasan tingkat tinggi yang bekerja di baliknya.
“Terkadang orang takut untuk mengikuti ritual meminum tanaman herbal ini, tetapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena kamu tidak akan menghadapi sesuatu yang belum ada di dalammu,” tutur pendiri APL Journeys yang memilih untuk disebut sebagai Boris. Ia menjadi host ayahuasca retreats di Spanyol dan ketika banyak individu memilih untuk pergi keluar sekadar traveling, tidak jarang yang mengikuti program Boris melalui inner healing dari ramuan ayahuasca dari Coco Marett Mexico. “Dengan tanaman ini, kamu dapat mengatasi ketakutan dan beberapa hal yang terpendam. Tetapi, proses mengatasinya tidak mudah dan semua orang yang berpartisipasi harus siap menerimanya. Pada akhirnya, proses tersebutlah yang akan membebaskan dirimu,” tambahnya.
Baca Juga: 5 New Age Wellness Methods

Above Ketertarikan terhadap pengobatan medis seperti ayahuasca meningkat di antara para travellers. Foto: Maniti Expeditions.
Dengan banyak hal yang menyoroti kesehatan mental dan deep healing yang di bidang wellness, ketertarikan akan ayahuasca pun meningkat di antara para travellers. Sejumlah individu dari berbagai belahan dunia memenuhi beberapa lokasi retreat yang terletak di Peru, Brazil, Spanyol dan California untuk mencari “Mother Aya” – istilah metaphoric sebuah sosok yang bersifat selfless dan loving (refleksi dari efek ayahuasca), dengan harapan sebuah pengalaman hidup yang transformatif.
APL Journeys menghubungkan tanaman obat asal Amazon dengan sebuah pendekatan terapi modern yang dilakukan tim master healers dari hutan hujan tersebut serta terapis dari Eropa dan Amerika Serikat. “Kami menjadi host dari deretan ritual yang dilakukan melalui cara paling tradisional dengan menghormati tradisi ribuan tahun milik suku Amazonian,” ucap Boris. “Mengetahui apa yang harus dilakukan dengan pengalaman ini adalah sebuah hal yang berbeda. Itulah mengapa terapis kami turun tangan membantu peserta untuk membuat perubahan nyata di kehidupan mereka,” tambahnya.
Dengan setiap pengalaman yang sangat personal dan individual, Tatler bertanya kepada tiga orang berikut untuk berbagi pengalaman ayahuasca mereka – termasuk apa yang mereka lihat, rasakan dan apa yang perlu diperhatikan jika kamu ingin berpartisipasi di dalam trip tersebut.
Baca Juga: 5 Beautiful Wellness Destinations
STACEY MONAGHAN, Model, Hong Kong dan Australia
Apa yang menginspirasi kamu untuk mengikuti ayahuasca journey?
Saya pernah menjalani beragam spiritual dan healing journey selama beberapa tahun sebelum mencoba pengobatan dari tumbuhan ini. Saya sendiri merupakan seorang pencari jalan kehidupan/jati diri sejak kanak-kanak, dengan keinginan kuat untuk memahami siapa saya sebenarnya, jalan hidup dan posisi saya di dalamnya. Ketika mendengar mengenai tumbuhan obat ini, saya menjadi penasaran.
Gayung bersambut, saya ditawarkan kesempatan untuk menghadiri ritual yang berlokasi di Brazil pada tahun 2020 lalu. Bahkan, saya sudah mengikuti ritual ini untuk kedua kalinya bersama partner saya melalui rekomendasi personal dari kerabat. Kedua ritual tersebut menyediakan staff untuk membantu setiap peserta yang membutuhkan support fisik dan emosional sebelum, saat ritual dilakukan dan setelahnya. Saya selalu merasa aman – di mana hal tersebut sangat penting. Ketika menjalani sebuah proses penyembuhan dari trauma – terutama saat berada di sebuah kondisi mind-altered, merasa nyaman di sebuah lingkungan dan pribadi di sekitarnya menjadi hal utama.
Boleh kamu deskripsikan pengalamanmu?
Pengalaman kedua saya, yaitu di Bulan Mei 2022 membuat pengalaman pertama saya terlihat mudah. Pengalaman pertama saya sangat mendalam dan intense – sebuah pengalaman indah yang membuat saya penasaran. Proses pembersihan diri yang saya alami hanya menangis, tidak sampai mual dan (maaf) muntah seperti yang pernah saya dengar.
Ritual kedua saya merupakan ritual yang paling intens. Di beberapa saat, ada bagian dari diri saya yang merasa takut kalau saya tidak pernah mengatasinya, sementara bagian lainnya merasa berani dan yakin jika proses ini harus dilalui untuk mencapai keberhasilan. Hal ini merupakan ini dari obat dengan menunjukkan apa yang kamu perlu lihat, mengungkapkan apa yang dibutuhkan sekaligus menjadi momen yang akan menuntunmu untuk terlahir kembali di saat bersamaan.
Ritual ini akan berlangsung selama 30 hingga 60 menit dan kamu akan merasakan efeknya yang memulai “perjalanan” tersebut. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, akan ada orang yang selalu memastikan apakah kamu baik-baik saja. “Perjalanan” tersebut akan berlangsung selama semalam dan berlangsung selama lima jam lamanya, tetapi kamu tidak akan merasakannya. Iringan musik dan instrumen tradisional menggiring dalam perjalanan ini. Beberapa orang bahkan memilih untuk ikut menari mengikuti suara.
Apakah ada pengalaman yang mengubah hidup kamu melalui ritual ini?
Ada beberapa saat dimana saya merasa tidak dapat melewatinya dan ingin menghubungi orang lain untuk menyelamatkan saya dan memberikan kenyamanan karena saya tidak pernah mempercayai diri sendiri. Saya tidak percaya dengan kekuatan diri sendiri dalam menjalani hidup, malah saya cenderung merasa sendiri. Satu mantra yang selalu saya ulangi adalah “we can do hard things”. Ketika merasa rapuh, saya dapat menopang diri sendiri.
Bagaimana hidupmu setelah itu?
Meski beberapa situasi menantang saya tepat enam bulan setelah menjalani ritual tersebut, saya paham jika hal-hal yang saya lalui tersebut mempersiapkan diri saya untuk menjalani kehidupan dengan keyakinan kuat, rasa percaya diri dan keberanian. Selalu belajar untuk pasrah dan melepaskan membuat beberapa hal baik datang di hidup saya. Menyerah bukan berarti kalah.
Meski begitu, yang masih belum terlihat adalah support pasca ritual. Sekarang, saya paham akan pentingnya menyelaraskan pengalaman masa lalu dengan merencanakan masa depan dalam hidup. Beberapa memfokuskan penyembuhan trauma dengan terapis berlisensi untuk melihat insights baru dan mengatasi tantangan yang akan datang. Saya mengerti seberapa berharganya hal itu dan itulah hal yang hilang dari hidup saya.
Tanpa mengaplikasikan apa yang sudah kamu pelajari dalam hidup dan hubungan, pengalaman healing ini menjadi sia-sia dan dilupakan dengan cepat. Jika ini merupakan pengalaman pertamamu, carilah retreat centre bereputasi baik yang menyediakan pre dan post support.
Apa saran yang kamu ingin sampaikan bagi orang yang ingin mencoba ayahuasca?
Cari tahu mengapa kamu tertarik dengan tumbuhan obat dan apa yang ingin kamu dapatkan dari pengalaman ini. Intention setting merupakan hal penting sebelum memulai sebuah proses atau ritual.
Sesuatu yang saya ketahui tapi tidak lakukan dengan baik adalah persiapan sebelum upacara, di mana panitia menyarankan detoxing. Sekali lagi, tempat retreat yang baik akan membantu kamu melewati semua ini. Perut saya terasa sakit setelah mengikuti ritual karena tidak mengikuti saran tersebut.
Terakhir, saya percaya semua orang paham akan hal berikut. Jika kamu menderita penyakit mental, depresi atau sejarah trauma yang kompleks, saya rasa penting untuk mendapatkan bantuan professional sebelumnya dan beritahu sejarah kehidupan dan medismu kepada mereka sehingga mereka dapat merancang metode pengobatan terbaik dan teraman.

Above Sebelum mengikuti ritual, peserta wajib melakukan proses detoxing. Foto: Kahpi.
PAUL (Nama disamarkan), Staff Keuangan, Singapura
Kapan dan dimana kamu menjalani pengobatan ini?
Di sebuah resort bernama Rythmia di Kosta Rika pada Bulan Desember 2020. Tempat tersebut milik Gerard Armond Powell yang menulis buku “Shit the Moon Said: A Story of Sex, Drugs and Ayahuasca”. Saya merekomendasikan kalian untuk membaca buku itu – terutama yang penasaran dengan tanaman obat-obatan.
Apa yang menginspirasimu untuk mengikuti ayahuasca journey?
Saya mengalami burnout serius yang membuat saya membenahi diri sendiri. Saya memulai hal tersebut dengan meditasi dan bertemu seorang Biksu di Bangkok yang mengajari metode meditasi untuk dilakukan setiap hari.setelah lima hingga enam bulan melakukannya, saya memiliki visi yang jelas di dalam sebuah sesi meditasi yang mengantarkan kepada sebuah realisasi di mana banyak hal tersedia di luar sana.
Salah satu sahabat baik saya adalah Sean Hancock – putra dari filmmaker Graham Hancock yang membuat sejumlah dokumenter seperti “The Medicine” yang membahas kekuatan penyembuhan dari ayahuasca. Sean sebelumnya pernah mengundang saya ke sebuah ayahuasca retreat, namuan saya menolaknya karena merasa hal itu aneh. Selama menjalani spiritual journey, saya berbagi cerita kepada Sam tentang pengalaman meditasi. Sam bercerita jika orang sedang menjalani ritual ayahuasca, mereka dapat mengalami visi tersebut selama tujuh jam lamanya. Itulah alasan utama dibalik mengapa saya pergi ke Rythmia bersama Sean dan keluarganya.
Apa hal terpenting bagi kamu dari pengalaman tersebut?
Sudah tiga tahun berselang setelahnya dan saya merasa berintegrasi dengan sejumlah hal. Hal ini membuat saya mengerti diri sendiri lebih baik – dalam konteks mengerti jika semua hal tidak selalu mengenai diri kita. Pengalaman “kematian ego” sangatlah intens dan menyadarkan saya jika saya harus melihat keindahan di semua hal, bukan mencari kesempurnaan.
Proses ini membantu menyembuhkan trauma saya dan pengalaman masa kecil yang suram seperti sexual abuse. Saya mendapat penglihatan saya bergandengan tangan dengan diri saya ketika masih kanak-kanak. Banyak kemarahan yang timbul saat saya dewasa datang dari inner child saya. Ketika saya menyadari hal tersebut, disitulah proses healing dimulai.
Hal ini merubah hidup saya dengan absennya anxiety dan konsumsi obat. Healing dimulai dengan sharing. Ketika berbagi cerita, disitulah kamu akan mulai belajar banyak tentang dirimu.
Baca Juga: 4 Praktik Kesehatan Tradisional Legendaris ala Jepang

Above Ayahuasca experience membantu pesertanya melepaskan ketakutan terdalam mereka. Foto: Temple of Umi.
LINDSAY JANG, Pengusaha, Hong Kong
Kapan dan dimana pengalaman ayahuasca kamu berlangsung?
Di Bulan Oktober 2018. Saya mendeskripsikannya sebagai pengalaman premium karena diundang kerabat ke ritual selama tiga hari di sebuah rumah indah di Malibu, California dengan sejumlah orang yang dipimpin oleh seorang shaman. Di saat itu, saya merasa hubungan mulai membaik dan merasa apapun yang dibutuhkan untuk healing di saat itu, saya siap menjalaninya.
Bagaimana kamu mendeskripsikan hal tersebut?
Hanya enam orang yang mengikuti ritual dan saya merupakan satu-satunya perempuan. Peserta lain adalah anggota Navy Seals dengan PTSD yang memiliki trauma mental serta fisik setelah bertugas di Afghanistan. Ia mengalami banyak perubahan baik setelah menjalani ritual ini. Kami melakukan ritual ayahuasca tepat jam 10 malam. Semua orang dibimbing secara personal saat menjalaninya.
Saya takut akan (maaf) muntah saat menjalaninya. Tetapi, saya justru menangis. Saya dapat mendengar orang lain meraung-raung, tetapi perhatian kamu tidak akan terpusat kesana karena kamu akan fokus ke diri kamu.
Saya mengalami perasaan anxiety yang luar biasa yang bersumber dari setiap pertanyaan, setiap ide di kepala saya. Seperti ada ribuan bola memantul di kepala saya. Ada momen damai di diri saya seperti angin segar dan mendapat jawaban. Ketika ritual sudah berakhir sekitar pukul 9 pagi, semua terasa natural. Orang-orang akan mandi dan sarapan. Setelah kamu menyelesaikan ritualnya, mereka akan memberitahumu untuk tidak menceritakannya kepada siapapun.
Apa pelajaran paling berharga yang kamu petik?
Belajar memahami bahwa pikiranmu adalah musuh terbesarmu, tetapi juga bisa menjadi sahabat terbaikmu. Memahami jika otakmu dapat kembali bekerja dengan maksimal dan kembali menjadi dirimu sendiri. Di saat yang bersamaan, otakmu dapat menciptakan beragam masalah dan dapat menyelesaikannya juga. Saya senang dapat berada di fase konsisten menjalankan ritual karena mulai melihat hal secara jelas dan praktis. Ayahuasca disebut sebagai tanaman obat karena ini bukan Narkotika. Tanaman ini membantu kamu mengeksplorasi siapa dirimu yang sebenarnya.
Bagaimana hidupmu setelah menjalani pengalaman itu?
Saya tidak mengatakan hidup saya berubah secara drastis. Pengalaman ini menunjukan kekuatan terbesar di dalam diri saya yang dimiliki juga oleh orang lain. Tidak peduli seberapa siap kamu menghadapi hal tersebut, setiap orang tidak ingin menghadapi hal yang diperkirakan tidak baik bagi dirinya. Dan jika kamu merasa takut, ingatlah jika semua hal yang ada di dalam hidupmu sehingga kamu tidak akan kaget lagi terhadap beberapa kejutan di masa depan.
Kepribadian saya memang tidak terlalu kuat dan tidak terlalu rapuh. Suatu hal yang baik untuk belajar merelakan dan menghadapi berapa hal yang saya hindari di masa lampau serta mengetahui bahwa saya mampu melakukan apapun.
Baca Juga: The Secret of Healing Crystal




