Cover Metode terapi menggunakan virtual reality dari Neuro Rehab VR. Foto: Dok. Neurological Recovery Center.

Melalui kekuatan pikiran, otak dapat memberi sinyal untuk mempercepat proses pemulihan fisik.

Otak manusia memiliki kekuatan yang luar biasa. Dalam kapasitas maksimumnya, otak manusia mampu membuat perubahan-perubahan besar yang seringkali tidak terpikirkan, termasuk untuk membantu proses penyembuhan dari penyakit fisik. 


The Brain-Body Connection

Hubungan antara otak dan kondisi fisik manusia dapat terlihat dari hasil Magnetic Resonance Imaging (MRI) penderita penyakit. Salah satu fungsi utama MRI adalah untuk mendeteksi penyakit-penyakit kronis seperti tumor dan dementia. Namun, pasien dengan penyakit yang tidak secara langsung berhubungan dengan otak, seperti diabetes, asma dan bahkan kasus Covid-19 yang disertai dengan gejala akut, juga menunjukan hasil MRI abnormal jika dibandingkan dengan hasil MRI seseorang dalam keadaan sehat. Sejumlah hasil riset menemukan bahwa otak manusia memiliki akses terhadap setiap kondisi medis yang kita lalui. Maka dari itu, mendorong pikiran ke arah yang tepat mampu memberikan stimulus yang dapat mempercepat proses pemulihan. 


Get to Know: Neuroplasticity & Brain Rewire

Otak manusia memiliki 86 juta neuron yang berfungsi untuk menerima informasi sensorik dari dunia luar dan mengirimkan perintah motorik ke otot. 86 juta neuron yang kita miliki mempunyai kemampuan untuk selalu berubah dengan membentuk koneksi baru yang disebut sebagai neuroplasticity. Neuroplasticity merupakan salah satu kemampuan otak tercanggih, sebab di saat ia menyadari bahwa ia perlu melakukan adaptasi, ia mampu me-restrukturisasi atau mengatur ulang dirinya sendiri. Dengan kata lain, melalui neuroplasticity otak manusia dapat terus berkembang dan berubah sepanjang hidup.

Neuroplasticity tidak hanya bekerja tanpa kesadaran manusia. Kita juga dapat membantu meningkatkan kapasitas otak dengan melakukan brain rewiring sehingga otak dapat bekerja dengan lebih maksimal. Brain rewiring dapat dilakukan dengan memikirkan hal yang sama berulang kali, sehingga dapat memicu impuls listrik yang mampu menghubungkan jalur saraf yang berhubungan dengan permasalahan yang ada. 

Cara Melakukan Brain Rewire untuk Memicu Kesembuhan

Proses brain rewiring kerap digunakan sebagai metode rehabilitasi pendukung untuk pasien lumpuh akibat kerusakan otak ataupun cedera tulang belakang. Dengan memanfaatkan neuroplasticity, brain rewiring dilakukan untuk membangun jalur saraf antara otak dan otot. Dalam proses rehabilitasi otak, pasien diajak untuk memvisualisasi, membayangkan, dan memfokuskan pemikirannya pada niat untuk menggerakan kaki atau lengan yang lumpuh. Video virtual reality seseorang menggerakan lengan atau kaki juga dapat digunakan untuk mendorong pasien membentuk pikirannya. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan sinyal listrik yang dapat mengatur ulang jalur saraf dengan otot yang bermasalah. 

Meskipun masih banyak penelitian yang dibutuhkan untuk membuktikan manfaat brain rewire untuk penyakit lain, kekuatan pikiran sudah terbukti mampu membantu manusia dalam mempercepat pemulihan. Maka dari itu, cobalah untuk mulai mengaktifkan kekuatan pikiran dengan membayangkan kondisi tubuh, perasaan, penampilan, dan kegiatan yang dapat dicapai jika sudah sembuh. Tanpa sadar, bayangan-bayangan tersebut akan memicu sinyal listrik di dalam otak yang akan mengubah jalur otak sehingga memicu penyembuhan. 

 

Baca Juga:

The Secret of Healing Crystal

7 Cara Menumbuhkan Ketahanan Mental

4 Praktik Kesehatan Tradisional Legendaris ala Jepang