Close up. Man and woman hold hands tightly. Strong relationship concept. Love till death.
Cover Foto: Dok. STOCK PHOTO/Getty Images
Close up. Man and woman hold hands tightly. Strong relationship concept. Love till death.

Mengatasi pikiran untuk mengakhiri hidup bukanlah suatu hal yang mudah. Berikan mereka bantuan dan pastikan kamu ada untuk mereka.

TRIGGER WARNING: Artikel ini mengandung pembahasan mengenai percobaan bunuh diri.

Tahun 2021 WHO menyebutkan bahwa suicide atau bunuh diri merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Setiap tahunnya, angka kematian dari bunuh diri mencapai lebih dari 700.000 orang. Di Indonesia sendiri, WHO menyebutkan bahwa dua sampai tiga orang di Indonesia melakukan bunuh diri di antara 100.000 populasi pada tahun 2019.

Mayoritas kasus bunuh diri berkaitan dengan isu kesehatan mental. Depresi, Bipolar, dan gangguan psikosis menjadi faktor utama yang telah memicu aksi bunuh diri, sedangkan gangguan kecemasan (anxiety) dan trauma juga merupakan kondisi yang turut memiliki resiko bunuh diri. 

Namun, bunuh diri bukanlah satu aksi yang tidak dapat dicegah. Penting bagi kita untuk selalu memastikan bahwa orang-orang di sekitar kita merasa sehat secara mental. Meskipun tidak ada pola perilaku spesifik yang menandakan bahwa seseorang memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya, terdapat beberapa tanda yang dapat kamu perhatikan dari orang disekitarmu. 

Sejumlah pertanda bahwa seseorang memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup lebih mudah dikenali, terutama dari aktivitas sosial. Maka dari itu, mulailah memperhatikan:

  • Apa yang mereka sampaikan
    Berikan perhatian terhadap temanmu yang kerap mengutarakan keinginannya untuk mengakhiri hidup, mengatakan bahwa ia tidak memiliki tujuan hidup, atau kerap bercerita mengenai perasaan putus asa, hampa, malu, bersalah, atau merasa bahwa ia telah menjadi beban. Kata-kata seperti “I want to die” atau “they’re better off if i’m dead” tidak boleh dianggap ringan dalam konteks apapun. Meskipun ringan, kata-kata tersebut dapat menjadi tanda pertama bahwa ia membutuhkan pertolongan. Beberapa orang lebih mudah menyampaikan pikirannya untuk mengakhiri hidup. Namun, apa yang mereka sampaikan terkadang terdengar seperti candaan atau hal yang tidak serius. Maka dari itu, pastikan bahwa kamu menanggapi segala perkataannya dengan serius, terutama yang memiliki konotasi negatif. 
  • Apa yang mereka lakukan
    Jika kamu memiliki teman yang seketika menarik diri dari situasi sosial, mulai mengisolasi diri sendiri atau bersikap tidak peduli di sekitar orang lain, kehilangan minat pada aktivitas normal dan hal-hal seperti hobi yang mereka nikmati, dan jika mereka mulai memberikan barang-barang pribadi atau mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang terdekatnya, perlu untuk memeriksa keadaannya dan memastikan bahwa aksi yang mereka lakukan tidak mengarah pada keinginan untuk mengakhiri hidupnya.

Baca Juga: 5 Simple Ways to Reduce Anxiety

Tatler Asia
Psychotherapy session, woman talking to his psychologist in the studio
Above Foto: STOCK PHOTO/Getty Images
Psychotherapy session, woman talking to his psychologist in the studio

Namun, tidak selamanya kasus bunuh diri menunjukkan pertanda yang jelas. Saat Stephen “tWitch” Boss, penari dan DJ dalam acara the Ellen Show, meninggal pada Desember 2022, kakeknya mengakui bahwa dua hari sebelum ia mengakhiri hidupnya, ia terdengar ceria dan tanpa beban. Maka dari itu, jika kamu melihat satu dari pertanda di bawah ini, pastikan bahwa mereka baik-baik saja:

  • Perubahan dalam kepribadian dan penampilan 
    Perubahan sikap sebesar 180 derajat secara tiba-tiba dapat menjadi tanda peringatan. Perubahan yang perlu diperhatikan tidak hanya berlaku untuk mereka yang selalu bersikap baik dan seketika berubah menjadi agresif atau murung, namun juga untuk mereka yang sedang berjuang melawan kesedihan dan mendadak menjadi ceria. Di samping itu, mereka mungkin menjadi tidak begitu peduli terhadap penampilannya. 
  • Perubahan pola tidur
    Salah satu tanda utama dari depresi adalah kekurangan tidur atau tidur dalam waktu yang lebih lama dari biasanya. Maka dari itu, perubahan pola tidur juga menjadi salah satu tanda yang dapat diperhatikan untuk dapat mencegah jika terdapat pikiran untuk melakukan tindakan bunuh diri dari orang di sekitar kita. 

Jika kamu menemukan orang di sekitarmu yang menunjukan salah satu dari tanda tersebut, tunjukan kamu peduli terhadap keadaan mereka. Cara yang paling dasar dapat dimulai dari menanyakan kabarnya, apa yang ia rasakan, bagaimana kamu dapat membantunya, dan memastikan ia mengetahui kamu ada untuknya. Perlu diketahui, studi pada tahun 2012 telah membuktikan bahwa menanyakan seseorang yang berpikiran untuk mengakhiri hidupnya mengenai apa yang ada di pikirannya tidak berdampak pada meningkatnya keinginan untuk bunuh diri. Maka dari itu, jangan ragu untuk mendekatinya. Jadilah tempatnya untuk bersandar. 

Satu cara lain untuk mulai membantu mereka adalah dengan menghubungkannya dengan pihak eksternal, sehingga di saat ia dalam masa krisis dan membutuhkan bantuan, ia dapat ditangani secara profesional. Sejumlah organisasi seperti Pijar Psikologi dan Yayasan Pulih memberikan layanan konseling yang dapat menjadi tempat mereka untuk bercerita. Namun, bagi mereka yang sudah memasuki kondisi memprihatinkan, bantulah mereka untuk mendapat akses kepada psikolog atau psikiater yang mampu memberikan bantuan profesional.  


Lima rumah sakit disiagakan Kementerian Kesehatan untuk melayani panggilan telepon konseling pencegahan bunuh diri, yakni:

1. RSJ Amino Gondohutomo Semarang (024) 6722-565

2. RSJ Marzoeki Mahdi Bogor (0251) 8324-024, 8324-025, 8320-467

3. RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta (021) 568-2841

4. RSJ Prof Dr Soerojo Magelang (0293) 363-601

5. RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang (0341) 423-444


Halo Kemkes: 1500-567 

Hotline Kementrian Kesehatan: (021) 500-454

SEJIWA: 119 ext.8

Love Inside Suicide Awarness (LISA) Hotline 24 jam: 0811-385-5472