Pertemuan dengan satwa liar yang etis dan benar-benar sesuai dengan harapan—ya, termasuk wombat, kapibara, dan kera
Hewan liar memang tidak dimaksudkan untuk dielus, diberi makan, atau dijadikan properti Instagram—tetapi mengamati mereka di habitat aslinya dapat menjadi pengingat bahwa rasa kagum dan kelembutan masih ada. Dari wombat gemuk Australia hingga monyet salju Jepang yang ramah, makhluk-makhluk ini menarik banyak orang karena alasan yang bagus. Namun, tidak semua pertemuan dengan satwa liar sepadan dengan perjalanannya. Inilah destinasi-destinasi di mana kesempatan Anda untuk melihat hewan-hewan paling menawan di dunia—dengan aman dan etis—sebenarnya sepadan dengan perencanaan, izin, dan ya, bahkan pendakiannya.
Baca selengkapnya: Selamat ulang tahun, Moo Deng: 5 pelajaran hidup dari gadis internet kesayangan
1. Yakushima, Jepang: untuk kera liar dan hutan berlumut
Hutan cedar kuno Yakushima, Situs Warisan Dunia UNESCO di Prefektur Kagoshima, Jepang bagian selatan, merupakan rumah bagi kera Yakushima—lebih kecil dan lebih berbulu daripada kerabat mereka di daratan. Saksikan mereka menjelajahi puncak pohon yang berkabut atau tidur siang di bebatuan yang dihangatkan matahari. Tidak seperti kera pemandian air panas yang terkenal di Nagano, kera-kera ini belum terbiasa dengan manusia, sehingga penampakannya terasa lebih seperti sebuah keistimewaan daripada sebuah pertunjukan.
2. Pulau Maria, Tasmania: wombat di pantai
Pulau Maria, yang dapat dicapai dengan perjalanan feri singkat dari daratan Tasmania, adalah cagar alam yang tenang dan bebas mobil, tempat wombat berkeliaran bebas. Anda akan melihat mereka berjalan tertatih-tatih melintasi padang rumput, menyusuri pantai-pantai yang sepi, atau muncul saat senja untuk merumput. Pulau ini juga merupakan rumah bagi kangguru, Tasmanian devil, dan walabi, tetapi wombat yang penasaran, berbentuk tong, dan tidak terganggu inilah yang paling menarik perhatian pengunjung.
3. Pantanal, Brasil: Kapibara dan hewan pemakannya
Untuk mengamati satwa di Brasil , Pantanal jauh lebih mudah diakses dan kaya akan satwa liar. Kapibara, hewan pengerat terbesar di dunia, dapat terlihat bersantai di tepi sungai berlumpur, seringkali dikelilingi oleh caiman dan bangau raksasa. Makhluk sosial ini hidup berkelompok dan nyaris tak bergeming saat didekati manusia, sehingga mudah diamati. Namun, jangan salah mengira diamnya mereka sebagai gerakan lambat—mereka perenang yang hebat dan ternyata lincah.
4. Tiritiri Matangi, Selandia Baru: takahe yang langka
Suaka pulau bebas predator di lepas pantai Auckland ini merupakan surga bagi beberapa burung terlangka di Selandia Baru. Meskipun secara tradisional tidak "imut", takahe—burung besar yang tidak bisa terbang yang pernah dianggap punah—memiliki pesona yang tak terbantahkan, dengan paruhnya yang besar dan bulu-bulunya yang berwarna-warni. Pulau ini juga menawarkan kesempatan langka untuk berjalan di antara hewan-hewan liar yang tidak takut, berkat ketiadaan mamalia invasif.
5. Taman Nasional Noosa, Queensland: koala di kanopi hutan
Kebanyakan wisatawan memburu koala di suaka margasatwa, tetapi Anda masih bisa melihat koala di alam liar jika tahu di mana mencarinya. Taman Nasional Noosa, di sepanjang Sunshine Coast Australia, menawarkan jalur pesisir tempat koala dapat terlihat tidur siang di atas pohon eukaliptus. Bawalah teropong dan kesabaran—marsupial ini tidur hingga 20 jam sehari—tetapi imbalannya adalah kesempatan untuk melihat sekilas salah satu hewan paling ikonik Australia di habitat aslinya.
6. Pulau Iriomote, Jepang: kucing yang sulit ditemukan dan hutan di tepi karang
Bagi mereka yang rela menukar kelucuan dengan sesuatu yang sulit dipahami, kucing liar yang menjadi nama Iriomote ini merupakan sensasi yang langka. Hutan subtropis pulau ini, bagian dari Prefektur Okinawa , juga menjadi rumah bagi rubah terbang dan beragam burung berwarna-warni. Meskipun Anda mungkin tidak akan melihat kucing liar itu sendiri (diperkirakan jumlahnya kurang dari 100 ekor), mengetahui keberadaannya di sana memberikan ketegangan tersendiri pada setiap desiran di semak-semak.
7. Pulau Phillip, Australia: parade penguin
Hanya kurang dari dua jam dari Melbourne , Phillip Island adalah salah satu tempat paling mudah diakses untuk melihat penguin kecil—spesies penguin terkecil di dunia—yang kembali ke pantai setelah seharian di laut. 'Parade penguin' yang diadakan setiap malam diatur dengan ketat untuk melindungi koloni, dan trotoar menjaga jarak yang aman bagi penonton. Untuk pengalaman yang lebih tenang, rencanakan kunjungan Anda di luar musim ramai dan hindari kepadatan bus wisata.
Melihat hewan di alam liar membutuhkan usaha, waktu, dan terkadang keberuntungan. Namun, hasilnya—wombat yang berjalan tertatih-tatih melintasi jalan setapak berkabut atau kapibara yang mengarungi bayangan jaguar—dapat menyegarkan rasa takjub Anda. Jangan lupa: Anda berada di wilayah mereka. Amati dengan tenang, hormati batasan, dan jangan tinggalkan jejak.
This story was originally written in English by Chonx Tibajia.
Artikel ini awalnya ditulis dalam bahasa Inggris oleh Chonx Tibajia dan diterbitkan pada 18 Juli 2025. Read the original story here.
Topics




