Di pesisir Tabanan yang teduh, berdiri Nuanu Creative City. Sebuah ekosistem seluas 44 hektar yang memadukan seni, alam, inovasi, dan gaya hidup berkesadaran. Lebih dari sekadar destinasi, Nuanu adalah pertemuan visi global dan akar budaya Bali, menghadirkan ruang tempat ide berkembang dan koneksi bermakna terjalin.
Di Bali, di antara sawah berundak dan debur ombak barat pulau, Nuanu Creative City hadir bukan sebagai “kompleks” biasa, melainkan sebagai sebuah kota kreatif yang hidup—penuh energi, namun tetap selaras dengan napas alam dan budaya sekitarnya.
Nama “Nuanu” diambil dari bahasa Bali yang berarti dalam proses—sebuah pengingat bahwa kreativitas dan kehidupan selalu bergerak, berkembang, dan berevolusi. Filosofi ini menjadi benang merah di setiap sudutnya, dari desain ruang hingga program yang ditawarkan.

Above Senja di Nuanu Creative City, saat harmoni antara alam dan arsitektur semakin terasa

Above Kubah ikonik di Nuanu Creative City: Ruang imersif berteknologi tinggi
Tabanan dan ekosistem lima pilar
Lokasinya di Beraban, Kediri, Tabanan, bukan kebetulan. Wilayah ini menawarkan keseimbangan unik: cukup dekat dengan pusat keramaian Bali, namun masih terjaga ketenangan alamnya. Lebih dari 70% kawasan Nuanu Creative City didedikasikan untuk ruang hijau, menciptakan suasana yang mendorong kolaborasi sekaligus refleksi.
Nuanu dibangun di atas lima pilar: Pendidikan, seni dan budaya, alam, kesehatan dan kebugaran, serta hidup dan gaya hidup. Pengunjung bisa menjelajahi galeri seni, program restorasi ekosistem, kelas kebugaran holistik, hingga kuliner berbasis bahan lokal.
Panggung seni kelas dunia

Above Pemandangan Aerial Nuanu, sebuah harmoni antara 70% ruang hijau dan arsitektur visioner di pesisir Bali
Salah satu sorotan tahun ini adalah Art & Bali, pameran seni internasional perdana yang akan berlangsung September 2025. Memadukan seni kontemporer, tradisional, dan digital, acara ini tersebar di berbagai ruang ikonik. Di antaranya ada Labyrinth Art Museum & Gallery, sebuah komplek seluas lebih dari 1.500 m² dengan desain tinggi menjulang untuk pameran berskala besar.
Lalu ada Dome, kubah setinggi 12 meter dengan proyeksi 360° dan sistem suara mutakhir, menjadi rumah bagi seni pertunjukan, teater, musik, hingga seni media baru. Selanjutnya ada Popper’s Triangle, taman seni terbuka yang menampilkan instalasi raksasa Earth Sentinels di tengah lanskap tropis.

Above Kubah setinggi 12 meter dengan proyeksi 360° dan sistem suara imersif, rumah bagi seni pertunjukan dan multimedia

Above Popper’s Triangle: Instalasi Earth Sentinels setinggi 14 meter di tengah taman tropis
Ruang kreatif di belantara alam
Bagi mereka yang ingin menjelajah, Aurora Media Park menawarkan jalur sepanjang tiga kilometer di hutan tropis yang di malam hari berubah menjadi kanvas seni imersif berlampu dan suara. Art Village menghadirkan lokakarya mulai dari melukis lanskap hingga membuat topi rotan atau pahatan Toraja. Sementara Horizon Glassworks membuka pintu bagi siapa saja untuk mencoba seni glassblowing bersama pengrajin profesional.

Above Lokakarya langsung bersama pengrajin lokal di Art Village
Above Seni glassblowing di Horizon Glassworks
Santap, santai, dan menginap
Di antara sesi seni, nikmati Luna Beach Club dengan arsitektur bambu dramatis menghadap Samudra Hindia, atau Pasar Nusantara, pasar terapung terbesar di Bali yang menyajikan kuliner Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Bagi yang ingin bermalam, tersedia opsi mulai dari Oshom Bali yang elegan, Nuanu Suites berbasis bio-arsitektur, hingga vila dan hunian unik seperti Shell House.

Above Phi Camp

Above Labyrinth Residence
Nuanu Creative City bukan hanya untuk mereka yang bekerja di bidang kreatif. Ia terbuka bagi siapa saja yang ingin terinspirasi, belajar, atau sekadar menikmati keindahan yang lahir dari perpaduan budaya, alam, dan inovasi. Karena seperti namanya, Nuanu selalu dalam proses—dan proses itu adalah undangan untuk kita semua.
Credits
Gambar: Nuanu Creative City




