Temukan inspirasi dan ide baru di Oshom Bali, hotel butik yang dirancang untuk momen kontemplasi, beristirahat, dan berkarya.
Debur ombak dan pasir hitam Pantai Nyanyi, Tabanan menjadi lanskap dimana Oshom Bali berdiri. Terletak di Kawasan Nuanu Creative City yang dikenal dengan sebagai destinasi untuk seni, budaya, dan conscious living. Kawasan seluas 44 hektar ini juga memiliki akses ke pantai, fasilitas wellness, multimedia park bernama Aurora, serta Luna Beach Club.
“Oshom hadir sebagai konsep pertemuan seni dan perhotelan yang berpijak pada masa depan—menghadirkan kemewahan barefoot luxury, sekaligus membuka ruang bagi kreativitas yang mengalir, mindfulness, dan momen-momen berkilau,” ungkap Daisy Angus, pendiri Oshom Bali. “Kami membayangkan tempat ini sebagai resor gaya hidup holistik bagi jiwa. Dengan hamparan cakrawala yang luas, para tamu diajak untuk benar-benar melepas penat, tenggelam dalam kemewahan dan keindahan yang dikurasi secara saksama. Oshom menjadi ruang di mana koneksi yang bermakna tercipta dan tinggal dalam ingatan.”
Baca juga: Nuanu Creative City: Menenun masa depan kreativitas di jantung Bali

Above Facade Oshom Bali di Nuanu Creative City, Tabanan

Above Treehouse Hideaways, kamar teduh di antara hutan mangrove untuk mereka yang mencari ketenangan
Sentuhan wabi-sabi di suites dan hideaways Oshom Bali
Desain Oshom Bali merefleksikan filosofi wabi-sabi—keindahan dalam ketidaksempurnaan—yang menghadirkan keseimbangan antara keaslian alam dan keanggunan yang terkurasi. Sebelas Ocean Suites yang menghadap Samudra Hindia serta tujuh Treehouse Hideaways yang tersembunyi di tengah rimbunnya hutan mangrove di tepi sungai mencerminkan filosofi tersebut.
Indigo Dream Suites sesuai bagi pasangan yang mencari kenyamanan dan privasi lewat fasilitas seperti private Jacuzzi, ruang pijat terbuka, serta bathroom yang didesain seperti ruang spa. Nikmati ketenangan memandangi laut lepas dari teras pribadi di suite Anda.
Sementara, Treehouse Hideaway menawarkan pengalaman menginap di pinggir sungai dan hutan mangrove yang teduh. Menyepi di sini adalah untuk mencari ketenangan dan menyatu dengan alam. Temukan furnitur bergambar tangan, kayu jati daur ulang, serta dinding bertekstur pasir vulkanik membangun estetika yang kaya dan berlapis, sekaligus memberikan penghormatan kepada pulau yang terkenal dengan seni kriyanya.

Above Didesain dengan kenyamanan dan estetika wabi-sabi, kamar di Oshom Bali adalah tempat untuk beristirahat dan berkarya

Above Salah satu dari Ocean View Suites di Oshom Bali yang bernuansa spa
Ruang sosial yang nyaman

Above Infinity pool dengan pemandangan Pantai Nyanyi di Oshom Bali
Struktur bambu berbentuk “sarang” rancangan arsitek Pablo Luna menghadirkan ruang-ruang skulptural untuk menyepi dan beristirahat. Karya seni pilihan dari seniman Bali, baik yang tengah naik daun maupun yang telah mapan, mengubah interior menjadi galeri hidup.
Tamu dapat memulai hari dengan sarapan di restoran-lounge berkapasitas 65 kursi di tepi tebing, sebuah ruang komunal tempat tamu dapat berkenalan dan bertransformasi menjadi sahabat. Menu yang berganti setiap minggu merayakan hasil bumi musiman dan tangkapan laut segar hari itu. Setiap hidangan mengedepankan nutrisi yang seimbang dan rasa yang harmonis, disempurnakan dengan koktail botani dan pilihan wine berkualitas.
Pendekatan berkelanjutan menjadi inti Oshom Bali. Material yang bernapas dan bebas racun, vegetasi asli yang di-rewilding, serta jalur pejalan kaki yang ditinggikan dirancang untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekitar. Kolam air asin yang dilapisi batu Sukabumi lokal berpadu serasi dengan ubin lava buatan tangan di bar kolam, memantulkan nuansa biru kehijauan laut yang serasi dengan Pantai Nyanyi dan alam sekitarnya.
Baca juga: Ida Ayu Astari Prada: Bridging Worlds of Culture, Nature, and Innovation

Above Bathroom yang mengundang Anda untuk berlama-lama merawat diri dengan ritual mandi yang menyegarkan

Above Ruang komunal untuk makan, bersosialisasi, dan bersantai





