Inilah panduan destinasi, tempat makan, dan minum selama 48 jam di Ho Chi Minh.
Meski telah berganti nama menjadi Ho Chi Minh sejak 1976, pengunjung dan penduduk lokal masih kerap menyebut kota ini dengan nama lamanya, Saigon. Kota terbesar di Vietnam ini terus berkembang. Gedung-gedung pencakar langit menghiasi lanskap kota yang juga dipenuhi taman dengan pohon tua rindang, arsitektur kolonial Prancis yang memikat, serta ruko-ruko kecil menjulang ke atas. Suara klakson mobil dan motor menambah riuh kota yang dengan cepat menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia.
Vietnam kini tercatat sebagai negara ketiga paling banyak dikunjungi di Asia Tenggara, setelah Malaysia dan Thailand. Pada 2024, lebih dari 184.000 wisatawan Indonesia mengunjungi negara ini, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah dalam beberapa tahun mendatang. Selain bebas visa, akses penerbangan langsung ke Ho Chi Minh dan Hanoi dari Jakarta dan Bali turut menjadikan negara tetangga ini pilihan favorit masyarakat Indonesia.
Saya pribadi selalu senang kembali ke Ho Chi Minh karena kota ini selalu menawarkan sesuatu yang baru. Kali ini, saya terkesan dengan transportasi publik metro yang baru. Metro Line 1 memiliki 14 stasiun dan menghubungkan Pasar Ben Thanh dengan Suoi Tien Theme Park, sekaligus melewati banyak objek wisata menarik di tengah kota.
Dari hotel di pinggir sungai hingga restoran-restoran pemenang Tatler Best Vietnam, berikut beberapa destinasi yang bisa menjadi pilihan untuk kunjungan Anda berikutnya.
Hari 1
Check-in di hotel butik Mia Saigon
Bila Anda mencari hotel yang jauh dari hingar-bingar kota, properti yang terletak di tepi Sungai Saigon ini merupakan pilihan yang tepat. Dirancang dengan nuansa nostalgia era Indochina Prancis, hotel dengan 53 kamar dan suite ini menawarkan kenyamanan dan amenities yang personal (seperti throw pillow dengan inisial nama Anda di ranjang), beranda luas untuk menikmati pagi yang tenang ditemani secangkir kopi, serta koleksi seni berbeda di setiap lantai yang berkisah tentang sejarah Vietnam.
Pusat kota dapat dicapai dengan mudah melalui perjalanan 15 menit menggunakan speedboat milik hotel, yang mengantar tamu dari dan ke Pelabuhan Bach Dang di Distrik 1. Jangan lewatkan sarapan lezat di Kitchen by the River, dan awali hari Anda dengan semangkuk phở bò atau shakshuka yang menggugah selera.
Eksplor Distrik 1 yang penuh sejarah
Setelah tiba di Distrik 1, Anda bisa memulai perjalanan Anda dengan mengunjungi gedung-gedung bersejarah yang terletak berdekatan dan bisa dikunjungi dengan jalan kaki. Anda bisa mengirim kartu pos untuk keluarga Anda di Saigon Central Post Office yang telah berdiri sejak akhir abad ke-19, mengunjungi Pasar Ben Thanh yang menjual segala macam hal, dari souvenir hingga jajanan pasar; alun-alun Nguyen Hue yang ramah untuk pejalan kaki, dan berfoto di depan patung perunggu Presiden Ho Chi Minh.
Nikmati kelezatan Bánh Mì Huynh Hoa
Tebal, renyah, dan berukuran besar, Bánh Mì Huynh Hoa adalah santapan khas Saigon yang tak boleh dilewatkan. Antrean panjang telah menjadi ciri khas tetap bagi siapa pun yang berkunjung ke gerainya di Distrik 1. Temukan roti baguette yang renyah, diisi beragam lapisan cita rasa, mulai dari pork terrine, daging char siu, irisan sosis dan ham, abon, acar lobak, hingga pâté yang kaya dan lembut.
Mengunjungi Ho Chi Minh City Museum of Fine Arts
Museum bergaya kolonial Prancis dengan sentuhan pengaruh Tiongkok ini menjadi rumah bagi beragam karya seni, artefak, dan patung dari seniman-seniman kebanggaan Vietnam. Mulai dari ukiran peninggalan era Champa hingga lukisan modern, koleksinya merefleksikan lintasan panjang sejarah dan kreativitas bangsa. Di balik ruang-ruang pamerannya, pengunjung juga dapat menemukan elevator pertama di Vietnam, serta sebuah bunker tersembunyi yang menambah lapisan cerita tersendiri.
Jangan lewatkan: Ketika kemewahan menjadi warisan: hotel-hotel bersejarah di Asia Tenggara

Above Bahan terbaik dari Jepang dan Vietnam diracik ke menu omakase yang berkesan di Noriboi

Above Noriboi, salah satu restoran terpilih di ajang Tatler Best Vietnam 2025
Makan malam di Noriboi
Di dunia omakase Jepang, pakem dan teknik kerap diperlakukan nyaris sakral. Noriboi—yang masuk dalam daftar Tatler Best Vietnam 2025—hadir menawarkan pendekatan berbeda, memadukan kehalusan teknik serta hasil laut terbaik asal Jepang dengan karakter cita rasa Vietnam, laksana semilir nuansa lokal yang halus namun meninggalkan kesan mendalam.
Melalui menu Biwako Omakase, restoran berkapasitas 80 kursi ini menyajikan rangkaian hidangan yang dirancang untuk memikat sejak suapan pertama. Dari Tsubame no Enzo Supu—sup sarang burung walet Nha Trang dengan hairy crab asal Jepang, kinome, daun bawang, dan telur ikan salmon—hingga hand-rolled sushi dengan bafun uni, serta Kegani Uni Mushi Ae yang memadukan udang merah Spanyol, sumsum tulang, Sturia dan Alma caviar, saus wortel, serta edamame, setiap sajian membawa indera perasa menjelajahi lapisan tekstur dan spektrum rasa yang beragam.
Tak hanya itu, Noriboi juga dengan bangga memperkenalkan produk-produk artisanal terbaik Vietnam, seperti merica hijau dari Phu Quoc dan Rượu Làng rice liquor, sebagai bagian dari narasi kuliner yang menjembatani keanggunan Jepang dan jiwa Vietnam.
Hari 2
Brunch di Soko Cake Bake & Brunch
Tak mengherankan jika dalam waktu singkat restoran ini telah berkembang menjadi lima cabang di Ho Chi Minh City. Mengusung interior kontemporer, pelayanan yang hangat, serta variasi menu yang menggugah selera, Soko merayakan karakter lidah Vietnam yang menyukai kekayaan rasa dan permainan tekstur.
Dari hidangan street food khas Saigon seperti bột chiên hingga cơm tấm (nasi campur dengan telur mata sapi, irisan daging babi panggang, dan acar), menu Soko juga merangkul sajian brunch modern seperti Mentaiko Shrimp Benny dan Crème Brûlée Brioche French Toast. Sebelum beranjak, pastikan Anda menyisakan ruang untuk segelas Vanilla Coco Matcha Cold Foam, salah satu yang terbaik yang pernah saya cicipi.
Baca juga: Dari Bologna ke Kyoto: kota-kota terpencil untuk wisata kuliner

Above Beragam hidangan di Soko yang terinspirasi makanan street food khas Saigon
Above Salah satu cabang Soko, restoran yang mempopulerkan tradisi brunch di Ho Chi Minh
Retail therapy di Jalan Dong Khoi
Dari Saint Laurent hingga Hermès, deretan jenama mewah dunia kini menemukan rumahnya di sepanjang Jalan Dong Khoi. Dikenal sebagai Rue Catinat pada masa kolonial Prancis, ruas bersejarah ini dihiasi bangunan-bangunan ikonis seperti Opera House, Continental Hotel, dan Caravelle Hotel. Di sela kemewahan global tersebut, Dong Khoi juga menawarkan beragam jenama mode lokal, kerajinan keramik, serta galeri seni yang layak disambangi untuk membawa pulang sesuatu yang khas Vietnam.
Tonton sirkus bambu di Gedung Opera
Digelar pada beberapa malam setiap pekan, pertunjukan A O Show memadukan kepiawaian akrobatik, tarian, permainan cahaya, serta instrumen musik tradisional untuk merangkai kisah tentang budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat Vietnam. Tak kalah memukau adalah Gedung Opera Saigon itu sendiri. Dibangun pada tahun 1898 oleh arsitek Prancis Eugène Ferret, bangunan bersejarah dengan akustik istimewa dan auditorium berbentuk oval ini layak menjadi destinasi tersendiri bagi para pencinta seni dan arsitektur.
Santap kuliner Vietnam modern di Upstairs Tasting Room
Chef Hiep Truong berhasil menawan hati para pecinta kuliner lewat menu 12-course karyanya. Tasting menu dengan rasa yang berpijak di khasanah gastronomi Vietnam disajikan dengan satu demi satu dengan ritme yang serasi dengan tim front of the house. Kreativitas sang chef dan timnya dalam menginterpretasikan hidangan regional dapat dirasakan lewat hidangan dari amuse-bouche hingga makanan penutup.
Beberapa favorit saya adalah Gỏi Cá (salad dengan irisan ikan trevally segar dengan berbagai tumbuhan aromatik), Sò Nướng Mỡ Hành dengan scallop dan keong laut dengan saus yang tidak bisa tidak dihabiskan hingga licin tandas, serta Bò Kho yang kaya rasa, hangat, dan bermartabat. Tamu yang datang sendirian juga mendapat meja terbaik di depan dapur, bukti bahwa restoran ini dirancang dengan sarat pemikiran. Tidak heran bila sang chef dan timnya mendapat gelar Rising Star pada Best-in-Class Tatler Best Vietnam 2025.
Koktail dan jazz di Dram
Jika cara Anda menutup malam adalah dengan menyesap segelas whisky sembari menikmati alunan musik jazz, bar ini layak menjadi pilihan. Setiap Selasa dan Kamis, para tamu diajak bersantai di sofa kulit, menyeruput espresso martini yang diracik dari kopi lokal berkarakter kuat, sambil membiarkan irama swing jazz mengiringi malam Anda.
Baca juga: Tatler Best 20 Bar Terbaik di Indonesia 2025

Above Ho Chi Minh memiliki banyak bar berkualitas, seperti Dram yang menyajikan koktail berkelas dan musik jazz

Above Jangan lewatkan pengalaman makan yang sederhana dan berkesan di Mặn Mòi – Homey Authentic Vietnamese Cuisine
Hari 3
Makan siang di Mặn Mòi – Homey Authentic Vietnamese Cuisine
Dengan dua cabang di Thao Dien dan Tao Dan, Mặn Mòi menawarkan comfort food regional Vietnam dalam suasana hangat. Interiornya memadukan dinding bata ekspos, furnitur kayu, dan hijau pepohonan, menghadirkan nuansa rumah yang tenang.
Menu yang luas mencakup hidangan dari Utara hingga Selatan, dari salad rambutan dengan pipi ikan snakehead hingga main course kaya rasa seperti semur pork belly dan telur yang sebaiknya dimakan dengan nasi, semuanya dibuat dari bahan lokal segar dan resep turun-temurun. Nikmati pengalaman makan di antara hijaunya tanaman, dan akhiri hari terakhir Anda dengan es kopi susu.









