Rekomendasi buku untuk para perempuan tangguh

Setiap tahunnya, perempuan di seluruh dunia memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret. Selebrasi tersebut ada untuk merayakan pergerakan perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan haknya.  Adanya perayaan Hari Perempuan Internasional juga secara tidak langsung menunjukkan berbagai tantangan yang harus perempuan hadapi di setiap perkembangan zaman. Tidak hanya sebagai seorang ibu rumah tangga, perempuan modern juga menjalani peran lain sebagai pekerja profesional, aktivis, hingga politikus. Semakin banyak tanggung jawab yang diemban, semakin tinggi pula risiko yang didapat, termasuk soal diskriminasi. Perempuan masih dianggap sebagai sosok yang kurang cakap untuk menempati posisi tinggi, bahkan lemah. 


Namun, di era yang semakin maju ini, perempuan diharapkan dapat mengambil peran penting yang akan mendorong pertumbuhan komunitas dan masyarakat. Pada akhirnya, untuk memutus rantai diskriminasi, perempuan diharapkan menjadi sosok yang tangguh dan kuat, terutama secara mental. Agar Ia dapat tetap berdiri tegak di posisinya dan tak merasa kecil diri ketika mendapat tekanan dari sekelilingnya. Untuk membantu perempuan menemukan posisi ini, ada berbagai cara yang dapat dilakukan. Salah satunya mengembangkan diri melalui pilihan buku-buku self help ini. Karena melalui buku, kamu akan dibantu untuk melihat diri sendiri melalui sudut pandang orang lain.


Kami telah memilihkan enam buku self help terbaik, yang akan membantumu mencapai versi terbaik dari dirimu dan akan membantumu menjadi perempuan tangguh. Keenam buku ini juga ditulis oleh perempuan-perempuan hebat di bidangnya.Sudah saatnya perempuan menjadi semakin berani mengejar segudang mimpinya. 

 

Baca lagi: Buku-buku Para Powerhouse Ladies

 

Untamed – Glennon Doyle

Tatler Asia

Lingkungan sosial membebankan banyak ekspektasi terhadap perempuan. Mulai dari penampilan hingga cara bicara, banyak hal yang kadang membuat seseorang perempuan merasa terpenjara. Melalui Untamed, Doyle mengajak para perempuan untuk membebaskan diri dari segala ekspektasi masyarakat

More Than Enough – Elaine Welteroth

Tatler Asia

Buku ini menceritakan perjalanan karier penulis sebagai perempuan berkulit hitam yang pernah menjadi pimpinan redaksi dari majalah popular Teen Vogue. Sebagai satu-satunya perempuan berkulit hitam dalam industri itu, Welteroth berjuang untuk mengabaikan perkataan sumbang dari orang-orang yang meremehkan kualitas dirinya.

 

Baca lagi: Unwrapping Maudy Ayunda's Booklist

Everything is Figureoutable – Marie Forleo

Tatler Asia

Setiap perempuan tentu pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya. Tentu butuh energi dan waktu yang cukup untuk move on dari kegagalan tersebut. Melalui buku ini, Forleo mendorong pembaca untuk berpikir lebih positif dan kreatif setelah mengalami kegagalan. Lebih lanjut, dari buku ini pembaca juga bisa belajar cara menghadapi kekecewaan agar ia tak menjadi penghalang bagi tercapainya mimpi-mimpi di masa depan.

How to Do the Work – Dr. Nicole LePera

Tatler Asia

Ditulis oleh seorang psikolog klinis, buku ini memberi pedoman bagi pembacanya untuk memiliki hidup yang lebih berwarna dan bahagia. Tak main-main, narasinya didasarkan pada penelitian ilmiah tentang mengatasi trauma masa kecil hingga menyudahi kebiasaan-kebiasaan hidup yang merusak diri.

 

Baca lagi: 5 Inspirational Books All Women Should Read

Set Boundaries, Find Peace – Nedra Glover Tawwab

Tatler Asia

Dalam hubungan antarmanusia, menetapkan boundaries atau batasan adalah hal yang penting. Namun, sebagai perempuan terkadang sulit bagi kita untuk berani menetapkan batasan tersebut. Akhirnya, tak jarang perempuan terjebak dalam hubungan yang tidak sehat. Melalui buku ini, Tawwab mengajak perempuan untuk berani mengekspresikan kebutuhan dan batasannya dalam menjalani sebuah hubungan.

The Myth of The Nice Girl – Fran Hauser

Tatler Asia

Dalam dinamika bekerja di kantor, seringkali perempuan mengalami dilema. Bila bersikap terlalu baik, maka akan dianggap lemah. Namun, bila bersikap kuat, maka akan dianggap sebagai orang yang “sulit”. Dalam buku ini, Hauser mendorong perempuan untuk berani mendefinisikan sikap “baik” menurut perspektif masing-masing. Hauser percaya bahwa perempuan tidak perlu merasa buruk karena komentar orang yang menganggap karakter seseorang sebagai sebuah kekurangan.

 

Baca lagi:

5 Perempuan Asia yang Mendorong Perubahan Keberlanjutan

6 Film Karya Sutradara Perempuan di Tahun 2022

Tiga Perempuan Di Balik Sukses Rizal Ramli

 

Topics