Dari perempuan, untuk perempuan: Buku-buku nonfiksi rilisan 2022 yang mengambil hati Tatler Asia Front & Female.
Mencari tips & trik untuk financially independent dan mempersiapkan Kamu untuk masa depan? Atau mungkin Kamu ingin belajar dari para female leaders berprestasi dan mengetahui rahasia mereka. Atau, selera Kamu mungkin catatan karir inspiratif dari salah satu jurnalis paling dihormati di dunia yang memahami arti pengorbanan— wanita yang tidak gentar memperjuangkan keyakinannya. Membahas dengan detail beragam detail kehidupan dan tips sukses dari para leading leadies ternama, kami memilih beberapa buku nonfiksi yang luar biasa inspiratif dari sepanjang tahun lalu, bacaan tepat bagi para powerhouse ladies (or soon-to-be!)
Baca Juga: 5 Inspirational Books All Women Should Read
Girls That Invest oleh Simran Kaur
Simran Kaur adalah penulis di balik podcast edukasi investasi top dunia, Girls That Invest. Buku bernama sama ini menyajikan prinsip-prinsip penting berinvestasi di bursa saham, bagaimana membangun portofolio investasi sekaligus financial future yang lebih baik. Girls That Invest juga memandu Kamu mencapai financial independence dan rasa aman menghadapi masa depan.
When Women Lead oleh Julia Boorstin
Melalui pekerjaannya sebagai reporter media dan teknologi di CNBC, Julia Boorstin telah bertemu dengan banyak female leaders yang berbintang. Dalam buku ini, ia menyusun cerita dari lebih dari 60 leaders dan CEO, dan menyelidiki karakteristik dan kesamaan yang mereka miliki untuk mencapai kesuksesan. Katrina Lake, founder Stitch Fix, Whitney Wolfe Herd dengan Bumble, dan Gwyneth Paltrow dengan Goop hanyalah beberapa nama wanita-wanita mengagumkan yang ia wawancara.
The No Club oleh Linda Babcock, Brenda Peyser, Lise Vesterlund dan Laurie Weingart
Dalam pekerjaan, perempuan seringkali diminta–dan diharapkan–untuk melakukan non-promotable work; ketika usaha mereka untuk ‘memberi lebih’ tidak dihargai dan justru menghabiskan waktu yang berharga. The No Club, ditulis oleh empat wanita bergelar professor, membagikan bagaimana perempuan dapat memanfaatkan waktu profesionalnya dengan lebih baik. Buku ini juga mendorong perusahaan untuk lebih baik dalam membagi dan menghargai beban kerja, demi lingkungan kerja yang lebih adil.
Baca Juga: 5 Buku Desain Inspiratif Untuk Rumahmu
Dinners with Ruth oleh Nina Totenberg
Reporter NPR, Nina Totenberg, dan mantan hakim US Supreme Court Ruth Bader Ginsberg, telah bersahabat selama hampir lima puluh tahun. Selama lima dekade tersebut, keduanya bekerja keras memperbesar kesempatan kerja bagi perempuan dalam lingkup mereka masing-masing. Memoar ini menggambarkan kehidupan personal kedua perempuan hebat dan berpengaruh ini, serta orang-orang dan tujuan penting di sekitar mereka, melalui kacamata persahabatan yang langgeng.
Pay Up oleh Reshma Saujani
Can women really “have it all”? Dalam Pay Up, Reshma Saujani mempertanyakan gagasan tersebut dan menegaskannya lewat data dan narasi yang meyakinkan— perubahan yang besar perlu dilakukan agar ini bisa tercapai. Buku karyanya menawarkan saran-saran praktis bagi pemimpin bisnis dan para perempuan masa depan perusahaan.
Financial Feminist oleh Tori Dunlap
Tori Dunlap mungkin tumbuh dewasa dengan financially aware, tetapi hanya sedikit dari teman-temannya yang sama dengannya. Founder dari Her First $100K ini membagikan pengetahuannya di buku ini, mulai dari membayar hutang, menentukan mana yang penting ketika menyangkut keuangan, hingga berinvestasi untuk masa depan.
Making a Scene oleh Constance Wu
Bintang Crazy Rich Asians dan Fresh off the Boat, Constance Wu, menyusun koleksi tulisannya tentang tumbuh sebagai perempuan Asian-American di industri hiburan Hollywood. Dalam memoar ini, ia bercerita bagaimana ia menghadapi diskriminasi, harrassment, hingga sexual assault. Kisahnya begitu kuat, tajam, dan menyayat hati.
Black Women Will Save the World oleh April Ryan
Black women menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan. Dalam buku impresif ini, jurnalis April D. Ryan menjelajahi perjalanan hidup beberapa tokoh yang paling tangguh dan berpengaruh, termasuk politisi AS Maxine Waters dan Valerie Jarrett, wakil presiden AS pertama yang seorang wanita berkulit hitam, Kamala Harris, hingga aktivis LaTosha Brown. Kisah para figur ini diceritakan dengan apik, melihat segudang cara mereka mengubah dunia.
How to Stand Up to a Dictator oleh Maria Ressa
Maria Ressa, jurnalis terkenal di balik situs berita online inovatif asal Filipina, Rappler, telah menerbitkan memoar inspiratif yang menceritakan perjalanan karirnya yang penuh keberanian. Pemenang Nobel Peace Prize 2021 ini menjelaskan bagaimana ia menagih tanggung jawab pada penguasa, serta mengapa penting bagi kita untuk membela kebebasan yang kita miliki, khususnya saat ini.
Baca Juga: 5 Inspiring Books for Travel




