Kadang banyak orang yang pergi ke pameran tanpa mengindahkan aturan yang ada. Tak jarang, kunjungan menyenangkan malah berujung petaka.

Belakangan, vandalisme terhadap karya seni bak sedang jadi tren di kalangan masyarakat. Baik di dalam maupun luar negeri, nyatanya banyak orang yang dianggap kurang bisa menghargai artwork yang dipamerkan dalam satu eksibisi karena sering tertangkap basah sedang melaukan pengrusakan. Namun di samping kesengajaan tersebut, banyak pula ketidaksengajaan yang dilakukan oleh sejumlah pengunjung pameran yang mengakibatkan kerusakan instalasi. Intip 5 kejadian terparah dalam kasus ini yang bisa jadi pengingat kita untuk selalu berhati-hati jika mengunjungi galeri atau museum seni.

1. Balloon Dog jatuh dan pecah - Jef Koons

arrow left arrow left
arrow right arrow right
Photo 1 of 2 Above: Jeff Koons berpose bersama Ballon Dog karyanya sebelum pecah
Photo 2 of 2 Above: Balloon Dog malang yang hancur setelah disentuh oleh pengunjung

Kolektor seni yang datang ke sebuah pameran seni di Miami tak sengaja menjatuhkan patung karya Jeff Koons yang bernama Balloon Dog. Patung berwarna biru mengkilap dan berbentuk menyerupai balon ini jatuh hingga hancur berkeping-keping justru saat sang kolektor sedang mengaguminya. Salahnya, ia mengagumi sambil menyentuh yang kemudian membuat patung seharga $42.000 tersebut malah jatuh dan berubah jadi kepingan-kepingan kecil tanpa bentuk yang berarti pada 19 Februari 2023 lalu.


Baca lagi: 6 Film Karya Sutradara Perempuan di Tahun 2022

2. Lukisan abad ke-17 bolong - Paolo Porpora

Tahun 2015, seorang remaja laki-laki clumsy berusia 12 tahun tak sengaja terhuyung hingga badannya hampir jatuh ke arah lukisan karya Paolo Porpora yang sebenarnya sudah dipagari. Namun karena pagar tersebut tidak tinggi, maka saat anak tersebut terhuyung, ia menahan tubuhnya yang hampir jatuh itu justru pada lukisan Flowers on view at Huashan 1914 yang sedang dipamerkan. Tangannya menyentuh lukisan seharga kurang lebih 1.5 juta dolar itu sampai akhirnya bolong. Untungnya, lukisan tersebut sudah diasuransikan dan publik justru bersimpati pada sang anak karena kejadian ini murni kecelakaan yang bisa terjadi pada siapapun.


Baca lagi: New Wave

3. Pumpkin Poppin’ tertiban pengunjung saat selfie - Yayoi Kusama

Tatler Asia
Above Above: Karya Yayoi Kusama yang khas, rusak akibat selfie.

Kejadian berikut terjadi pada tahun 2017 di Hirshorn Museum, Washington DC. Saat seniman Yayoi Kusama sedang mengadakan eksibisi berjudul Infinity Mirrors, di mana sejumlah labu keramik berwarna kuning totol hitam sedang terpajang dalam instalasi yang bernama ‘Infinity Mirrored Room’, pengunjung yang pada dasarnya tak boleh berada lebih dari 30 detik dalam ruangan itu akhinya melakukan kesalahan akibat diburu waktu. 


Karena instalasi ini dianggap keren dan menggemaskan, maka keinginan untuk selfie jadi tak terelakkan. Namun karena buru-buru, seorang pengunjung akhirnya terjatuh ke salah satu labu yang mengakibatkan kerusakan parah. Akhirnya pameran pun dihentikan dalam waktu yang ditentukan untuk dilakukan perbaikan.


Baca lagi: Museum MACAN Best Art Exhibitions

4. Guci Kuno vs Tali Sepatu - Dinasti Qing

Tatler Asia
Above Above: 3 guci bersejarang yang rusah parah akibat pengunjung yang tersandung tali sepatunya sendiri.

Tiga buah guci kuno berusia 300 tahun yang terselamatkan dari bencana alam, perang, dan kemungkinan pengrusakan ternyata harus memasrahkan kehancurannya pada pria berusia 42 tahun yang tersandung tali sepatunya sendiri. Tali sepatu tak terikat miliknya membuat pria paruh baya ini jatuh di tangga Fitzwilliam museum, Cambridge, sehingga otomatis menubruk 3 guci yang diletakkan berdampingan ini. 


Nick Flynn, sang penyebab kehancuran, akhirnya ditangkap polisi dan diinterogasi dengan laporan tindak kriminal terhadap benda sejarah yang dilindungi negara. Setelah itu, para ahli kemudian berusaha untuk memperbaiki tiga guci yang hancur tersebut sehinga kini sudah kembali dipamerkan dalam museum namun dengan kondisi yang sudah diletakkan di dalam lemari kaca anti peluru.


Baca lagi: UltraLuxe 2022 - A Festival of Luxury

5. Sayap patung lalat patah - Katharina Fritsch

arrow left arrow left
arrow right arrow right
Photo 1 of 2 Above: Tampak sayap patung yang patah akibat jatuh.
Photo 2 of 2 Above: Patung lalat karya Katharina Fritsch

Seorang balita perempuan berusia 3 tahun sukses menjatuhkan patung lalat karya seniman asal Jerman, Katharina Fritsch, dalam sebuah eksibisi seni di Basel, Swiss, saat tangannya sedang keluar dari dalam stroller. Sayap lalat itu pun diketahui patah karena tampak terpisah dari tubuhnya. Pada saat yang bersamaan, ibu dari anak tersebut menangis membayangkan dirinya harus ganti rugi benda seharga £45,000 itu. Namun, pihak galeri mengatakan bahwa insiden ini merupakan kejadian tak diinginkan. Oleh sebab itu, mereka tak menuntut ganti rugi dan malah menyatakan bahwa patung tersebut tidak rusak dan masih bisa diselamatkan meski patah.

Baca lagi:

World’s Best Photography Exhibitions
Sejarah Perjalanan Musik Hip Hop dalam “Hip Hop: Conscious, Unconscious”

Topics