Where art and history collide
Sebagai salah satu museum seni ternama di Indonesia, Museum MACAN menghadirkan sederet art exhibition terbaik dengan beragam konsep yang menarik. Tidak hanya seniman dalam Negeri, museum yang terletak di bilangan Jakarta Barat ini juga menghadirkan pameran dari seniman ternama luar Negeri seperti Yayoi Kusama melalui pameran seninya yang berjudul ‘Life is the Heart of a Rainbow’.
Tidak hanya menggelar art exhibition, Museum MACAN juga menjadi media bagi publik yang ingin melihat perkembangan contemporary art dari Indonesia dan seluruh dunia. Selain memajukan seni kontemporer, museum ini juga menjadi sarana edukasi dan konservasi. Dari pameran yang didominasi dengan ideologi hingga pola signature salah satu seniman ternama dunia, berikut deretan pameran seni terbaik yang pernah diadakan di Museum MACAN.
1/5 POSE

Foto: Dok. museummacan.org
‘POSE’ dapat dikatakan sebagai salah satu pameran seni Museum MACAN yang kental dengan nilai ideologi. Pameran ini menggaris bawahi kritik perubahan power dan ideologi di Indonesia yang mempengaruhi sosial, ekonomi dan perubahan budaya. Pameran seni ini terinspirasi dari dua lukisan karya seniman S. Sudjojono – ‘Pose’ (1975) dan ‘High Level’ 1970 yang menggambarkan art scene Indonesia di tahun 1970. Melalui dua lukisan tersebut, Sudjojono mengungkapkan kritik dan observasi krusial selama perubahan ekonomi dan sosial di tahun 1970 yang menjadi pencetus arahan baru di dunia seni modern tanah air.
2/5 Agus Suwage: The Theatre of Me

Foto: Dok. museummacan.org
Sesuai dengan judulnya, pameran ini menampilkan lebih dari 80 karya Agus Suwage selama 30 tahun berkarya. Ide yang datang dari refleksi personal dan juga observasi ketat soal dunia politik dan sosial menghasilkan pameran seni yang menyorot perkembangan karya Agus Suwage dari masa ke masa – menitik beratkan pada hubungan impian seseorang dengan rasa tanggung jawab sebagai seniman dalam menanggapi kritik sosial. Pameran ini juga menampilkan beragam perasaan dan hal seperti kenangan, pengasingan, mimpi dan humor yang terjalin sempurna dengan opini publik.
3/5 Art Turns World Turns

Foto: Dok. google user content
Dapat dikatakan jika ‘Art Turns World Turns’ menjadi salah satu art exhibition spesial nagi Museum MACAN. Eksibisi seni ini merupakan inaugural exhibition dari museum contemporary art ini yang menampilkan seluruh karya milik Museum MACAN. Dikurasi oleh Charles Esche dan Agung Hujatnika, ‘Art Turns World Turns’ menampilkan 90 ragam karya seni yang menghadirkan sebuah narasi jembatan Indonesia dengan dunia melalui seni. Pameran ini menampilkan karya dari seniman lokal dan internasional seperti Affandi dan Jean-Michel Basquiat.
4/5 Stories Across Rising Lands

Foto: Dok. museummacan.org
‘Stories Across Rising Lands’ sendiri menyoroti perkembangan seni kontemporer di Asia Tenggara melalui kacamata delapan orang seniman dan sebuah kolaborasi artistik yang unik. Dikurasi oleh Asep Topan dan Jeong Ok-jeon, pameran seni ini menampilkan karya seni dari Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia dan Myanmar dalam beragama media seperti video, instalasi, fotografi dan lukisan. ‘Stories Across Rising Lands’ sendiri bercerita tentang aksi kecil dan narasi sehari-hari yang menghubungkan unsur sosial dan budaya kepada sebuah tempat.
5/5 Yayoi Kusama: Life is the Heart of a Rainbow

Foto: Dok. museummacan.org
Sebagai salah satu seniman ternama dunia, Yayoi Kusama dan berbagai karyanya (lukisan, sculptures, video dan ‘Infinity Mirrored Rooms’) telah menjelma menjadi kultur global yang popular. Pameran seni ‘Life is the Heart of a Rainbow’ fokus kepada perkembangan sang seniman selama tujuh decade – dari era 1950 di Jepang, 1960 di New York dan tahun 1973 ke Jepang – Negara tempat Kusama tinggal dan menetap hingga sekarang. Sesuai tema, art exhibition ini memperlihatkan beragam karya yang dibuat sang seniman sepanjang kariernya seperti pola berupa titik, jaring dan buah labu.




