Tidak hanya maestro chef, sosok-sosok ini juga ikut mendirikan ragam restoran dan brand F&B yang wajib dicoba.
Industri F&B atau food & beverage tampak tidak menyusut selama pandemi. Begitu pula dengan industri kuliner Indonesia yang terkenal akan tradisinya yang kaya dan beragam. Dari Sabang sampai Merauke, terdapat ribuan sajian khas Nusantara yang dapat dieksplor kekayaannya atau bahkan elevating it menjadi hidangan modern.
Sosok-sosok profesional ini tidak hanya Tatler highlight dalam Gen.T sebagai pengusaha muda yang menjanjikan, tetapi juga dalam Asia’s Most Influential: The Tastemakers’ List— direktori individu paling berpengaruh dalam industri food & beverage Asia. Melalui sepak terjangnya, tokoh-tokoh ini telah berhasil menembus kancah F&B Indonesia dengan inovasi, konsistensi, bahkan keunikannya.
Berikut para tastemaker dengan restoran dan produk racikan mereka yang wajib kamu coba.
William Wongso

Above William Wongso dinobatkan menjadi Tatler Asia's Most Influential pada 2021 lalu. (Foto: Tatler Asia)
Salah satu ahli boga legendaris Nusantara ini konsisten mengenalkan kuliner Nusantara kepada dunia. William Wirjaatmadja Wongso didapuk sebagai ‘diplomat rendang’, bahkan sampai mementori celebrity chef asal Inggris Gordon Ramsay dalam season kedua Gordon Ramsay: Uncharted. Pengalamannya selama lima dekade dalam industri kuliner membuatnya disebut sebagai godfather of Indonesian cuisine dan membawanya memenangi berbagai penghargaan di dalam dan di luar negeri.
William telah menjadi culinary advisor di berbagai lembaga, serta membuka berbagai restoran sepanjang karir panjangnya. Salah satunya yaitu Sendok Garpu di Jenewa, Swiss. Restoran ini memberi kesan fresh dengan menu autentik yang dikurasi sambil membawa pengunjungnya mengintip keragaman masakan dan budaya Nusantara. ‘Om William’, begitu beliau biasa dipanggil, kini juga meracik brand bertajuk Pawon Om Will, berupa sajian lauk siap makan yang diawetkan menggunakan proses retort sehingga tahan hingga 1 tahun tanpa dimasukkan ke dalam freezer. Brand ini menghadirkan menu opor ayam, rendang ayam, dan ayam bumbu Bali untuk dinikmati.
Arnold Poernomo

Above Melalui karirnya, Arnold Poernomo termasuk dalam Gen.T List 2017. (Foto: Wikimedia Commons)
Lahir dan besar dalam keluarga pecinta kuliner, Arnold menginjakkan kaki di industri F&B justru saat ia masih bekerja sebagai junior kitchen hand di Australia. Meski tidak pernah mendapat pendidikan chef formal—tapi ia pernah bekerja dengan Adriano Zumbo, celebrity chef asal Australia—Gen.T 2017 honouree ini mulai menarik perhatian publik dengan acara memasaknya yang berjudul Catatan Chef Arnold, sebelum akhirnya menjadi juri tetap dalam program Masterchef Indonesia.
Bersama kedua saudaranya, Ronald dan Reynold, Poernomo Brothers pun mendirikan Koi Dessert Bar di Sydney, Australia, pada tahun 2015. Seperti namanya, mereka menyediakan berbagai macam dessert yang out-of-the-box dan menarik. Kini, tempat tersebut telah disulap menjadi Koi Flagship dengan bar Monkey’s Corner yang juga menyediakan menu mie, dan Koi Experiential— chef’s table untuk 12 orang dengan sajian 10-course meal.
Baca juga: A Wine Transformation by Climate Change
Di Indonesia, Arnold merintis LACI di Canggu, Bali, yang menawarkan modern Indonesian cuisine dengan berbagai pilihan wine & cocktail. Bersama kedua anak Presiden, Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep, ia juga mengelola bisnis kuliner Mangkokku dan Gaaram. Mangkokku menghadirkan chef’s quality rice bowl yang terjangkau sementara Gaaram menawarkan panganan ayam batubara— ayam goreng tepung dengan campuran charcoal.
Renatta Moeloek

Above Chef 28 tahun ini memiliki nama lengkap Puti Renatta Ratnasari Moeloek. (Foto: Instagram @renattamoeloek)
Chef muda berbakat yang juga merupakan juri Masterchef Indonesia ini pun jadi salah satu persona yang tak asing ketika membicarakan celebrity chef di Indonesia pada generasi selanjutnya. Namanya bahkan masuk dalam Tatler Asia’s Most Influential 2021. Alumnus Le Cordon Bleu Paris ini mendapat gelar Diploma Superior Cuisine and Superior Pastry tahun 2014. Pada tahun yang sama, Renatta bekerja di Garance Saint Dominique, Paris, restoran dengan bintang Michelin.
Renatta pulang ke Tanah Air pada 2018 dan mendirikan private dining bertajuk Ruma Dining dan restoran makanan sehat Fedwell. Kini ia dan sesama juri Masterchef Indonesia, Juna Rorimpadey, bekerjasama mendirikan Antarasa yang masih dibawa oleh Dailybox Group. Konsep yang dihadirkan pun unik, yaitu screen-to-plate ragam makanan selera Nusantara.
Karen Carlotta

Above Karen Carlotta biasa membagikan resep makanan sehari-hari dalam akun Instagram-nya, termasuk sajian Natal ini. (Foto: Instagram @karencarlotta)
Gen.T 2017 honouree ini telah suka membuat kue sejak kecil. Maka tak heran jika ia menjadikan pastry chef sebagai jalur karir yang ia pilih. Karen memulai perjalanannya pada tahun 2006 dengan magang di Swisshotel The Stamford di Singapura. Pada 2009, ia dan suaminya Adhika Maxi, serta beberapa co-founder lainnya mendirikan UNION Restaurant di Jakarta yang kini telah menjadi grup berisi delapan restoran dengan berbagai ragam sajian.
UNION Brasserie, Bakery and Bar yang dijalankan Karen dianugerahi The Best Bar in Indonesia pada tahun 2021 dan menduduki nomor 33 dalam Asia’s 50 Best Bar 2021. Tak lama setelahnya, Karen dan Adhika menyajikan private dining bertamukan Barack Obama saat sedang melakukan kunjungan kenegaraan di Indonesia. Kini Karen terkenal akan kepiawaiannya menyulap kue tradisional Indonesia menjadi pastry seperti kue Pisang Ijo dan Martabak, serta kue Red Velvet-nya yang ikonik. Tak hanya di UNION, Karen juga mendirikan AMKC Atelier dan Izakaya Kai yang membawa konsep fine dining ala Jepang.
Baca juga: New Celebrity Chef Restaurants Worldwide
Max Mandias & Helga Angelina

Above Dengan berbagai brand yang didirikannya, Max & Helga berhasil menemukan 'tiruan' berbasis tumbuhan dari menu sehari-hari. (Foto: Instagram @maxmandias)
Pasangan ini merupakan sosok di balik Burgreens, Max Pizza, dan Green Rebel Foods. Max Mandias dinobatkan sebagai Tatler Asia’s Most Influential 2021 sementara Helga Angelina merupakan Gen.T honouree 2018. Restoran plant-based ini berdiri di Jakarta pada tahun 2013, berkat kehidupan vegan Helga karena penyakit yang dideritanya. Setelah menetap di Belanda, mereka mendirikan Burgreens dengan misi sosial: health, wellness, dan environment. Keduanya menciptakan menu makanan sehat dari tumbuhan dengan rasa dan bentuk menyerupai daging, agar orang bisa lebih menikmati produk nabati.
Burgreens yang awalnya hanya memiliki 10 menu, kini memiliki hampir 150 menu. Kamu tentu harus mencoba burger-nya yang terbuat dari jamur Shiitake atau Burgreens Fried Chicken yang sebenarnya berupa kedelai. Bisnis Max dan Helga juga telah membesar dengan adanya Max’s Pizza yaitu pizza vegan yang menginterpretasikan pizza dengan rasa yang adventurous. Selain itu, Max dan Helga juga meluncurkan Green Rebel Foods— startup teknologi pangan berbasis tumbuhan yang menghadirkan berbagai ‘daging’ dengan citarasa Asia. Green Rebel Foods kini juga telah tersedia di Malaysia, Singapura, dan Filipina.
See more honourees from the Food & Beverage category of the Gen.T List.
NOW READ
Uncensored With Andini Effendi’s Most Fascinating Talks




