Dalam talk show mingguannya, Andini mengundang nama-nama penting untuk membicarakan ‘the elephant in the room’.
Setelah berkiprah lebih dari dua dekade di dunia jurnalistik TV, dan lebih dari 12 tahun di MetroTV, Andini Effendi is finally out of her comfort zone. Ia kini banyak mencoba hal baru dan bertumbuh, salah satunya melalui talk show-podcast yang disiarkan digital. Dalam Uncensored with Andini Effendi, ia mengundang banyak tokoh menarik untuk membahas ‘the elephant in the room’—topik yang diketahui semua orang, namun tidak banyak yang berani membicarakannya. Melalui Uncensored, Andini ingin memulai percakapan tentang topik yang seringkali dianggap tabu dan kontroversial, untuk membuka pikiran dan hati penontonnya.
Berikut beberapa topik penting dan menarik yang harus kamu tonton.
1. Dhira Narayana - Berteman dengan Ganja

Above (Foto: Instagram @andinieffendi)

Above (Foto: YouTube Cauldron Talks)
Dalam episode perdana Uncensored, Andini mengundang Dhira Narayana, seorang aktivis cannabis atau ganja, dan pendiri Lingkar Ganja Nusantara. Episode ini mengulik sejauh mana ganja untuk penggunaan medis bisa dilegalkan di Indonesia, serta latar belakang dari Dhira dan LGN sendiri dengan gerakan #stopganjaphobia. Ada banyak potensi ekonomi pula dari tanaman cannabis ini, misalnya dari 100 hektar tanaman ganja, penjualan CBD oil (cannabidiol oil)-nya saja bisa menembus 1000 triliun rupiah.
“Bukan sekedar ganja, apapun zatnya kalau terbukti bisa jadi pengobatan, kenapa harus dilarang dan efeknya dipenjara?”
2. Dena Rachman - Perjuangan Panjang Transgender untuk Dihargai

Above (Foto: Instagram @andinieffendi)

Above (Foto: YouTube Cauldron Talks)
Dena Rachman, seorang entrepreneur yang juga transpuan, membahas bagaimana seorang individu transgender mengalami lifetime journey, dan bagaimana ia akhirnya come out. Dena juga menjelaskan perbedaan seks/jenis kelamin dan gender yang seringkali tertukar, serta selalu dikaitkan dengan stigma sexual behavior. Andini dan Dena juga berbagi pengalaman berteman dengan teman-teman LGBT lainnya, yang sebenarnya hanya mengampanyekan untuk let’s live in peace and please stop the hate.
"Banyak banget teman-teman trans yang pintar. Tapi, just because they are trans, they don’t have equal opportunity."
Baca juga: Highlights from Miss Universe 2022: From the Crown Winner to the Record Breaker
3. Kevindra Soemantri - The Power of Taste Buds

Above (Foto: Instagram @andinieffendi)

Above (Foto: YouTube Cauldron Talks)
Salah satu episode terbaru Uncensored mengundang Kevindra Soemantri, seorang culinary storyteller dan dining observer. Kecintaannya pada makanan berawal dari masakan sang ayah meski hubungan keduanya berliku, yang akhirnya menjadi jalur karirnya. Dalam episode ini, Andini dan Kevindra membicarakan the power of taste buds sekaligus mengulik sejarah industri restoran di Jakarta. Kevindra juga menceritakan seluk beluk industri F&B dan bagaimana di masa kini, banyak restoran yang ingin melalui instant process dan tidak memiliki ‘hati’ untuk menjamu tamunya.
"Restaurant business is all about people’s relationship, it’s about hospitality business. Itu nggak cuma soal numbers aja, gitu."
Baca juga: New Celebrity Chef Restaurants Worldwide
4. Haryati “Fey” Lawidjaja - The Power of Mindset

Above (Foto: Instagram @andinieffendi)

Above (Foto: YouTube Cauldron Talks)
Di episode ini, Andini mengundang tamu seorang eksekutif digital banking yang juga seorang cancer survivor, Fey Lawidjaja. Kanker serviks yang diidapnya sudah menyebar ke hati, kandung kemih, dan usus besar, dengan kesempatan hidup hanya 15-18%. Meskipun telah mencapai kanker stadium akhir, Fey justru tetap bertanding maraton. Ia terus berjuang untuk bersahabat dengan kanker dan mencintai tubuhnya. Pada Juni 2017, Fey dinyatakan bebas dari kanker.
"Sepanjang aku tetap punya kemampuan untuk tetap melangkah, I’m going to be fine. No matter nanti ini langkahnya nyampe kemana."
5. Ucita Pohan - The Power of Self Love

Above (Foto: Instagram @andinieffendi)

Above (Foto: YouTube Cauldron Talks)
Radio broadcaster dan penulis Ucita Pohan menemukan karirnya dari mencintai dirinya sendiri. Kehadiran Ucita di kancah entertainment lokal mendobrak stigma tubuh ideal dan ekspresi diri. Andini mengajak audiens Uncensored untuk mengikuti journey Ucita menjadi pede, berdamai dengan diri sendiri, sampai akhirnya terjun ke dunia film. Ucita juga merilis affirmation cards yang dapat digunakan untuk ‘berbicara’ dengan pikiran sendiri, as a form of self-love.
"Semua keunikan itu patut untuk ditonjolkan dan dirayakan. Kalau aku nggak bisa fit in ke satu kriteria, ya berarti memang itu mungkin bukan buat aku."
Seluruh program Uncensored with Andini Effendi tersedia di YouTube, Spotify, dan Apple Podcast.
See more honourees from the Media & Marketing category of the Gen.T List 2019.
NOW READ
Mesty Ariotedjo: Pediatrician turned CEO
How social media activist Andrea Gunawan is championing local, sustainable femcare
Topics




