Startup Fazz Financial lakukan PHK sebagai bentuk reorganisasi bisnis, dikabarkan juga tengah menggalang pendanaan lanjutan.
Startup fintech Indonesia-Singapura, Fazz Financial Group, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sejumlah karyawannya pada 1 Maret lalu.
Kebijakan ini dilakukan dalam rangka ‘reorganisasi bisnis’ dan melibatkan karyawan dari seluruh kantor mereka di Asia Tenggara.
Namun, perusahaan tersebut merahasiakan angka pasti karyawan yang dirumahkan. “Keputusan ini kami ambil setelah mempertimbangkan langkah cost-cutting lainnya,” sebut juru bicara Fazz kepada Tech in Asia. Langkah-langkah ini meliputi pemotongan gaji sukarela serta pembekuan gaji co-founders dan jajaran eksekutif.

Above Kantor Fazz tersebar di Singapura, Jakarta, Yogyakarta, dan Taiwan. (Foto: LinkedIn Fazz)
Menurut Fazz, karyawan yang terdampak PHK tetap akan menerima paket pesangon dan masa pemberitahuan sesuai Undang-undang Ketenagakerjaan, serta tunjangan kesehatan selama dua bulan. Selain itu, perusahaan juga akan menyediakan bantuan finansial dan layanan kesehatan mental dari profesional, serta dukungan dalam mencari lowongan pekerjaan lain. Karyawan Indonesia yang terdampak juga tetap menerima Tunjangan Hari Raya (THR).
Baca juga: 5 Natural Teas To Enhance Mental Wellbeing
Juru bicara Fazz menambahkan bahwa mereka akan “memberikan dukungan dan sumber daya berkelanjutan kepada karyawan yang terkena dampak untuk membantu mereka dalam mencari pekerjaan,” dilansir CNBC Indonesia. Dengan adanya PHK ini, mereka juga akan fokus kepada kekuatan inti bisnis utama, yakni pembayaran, kredit, dan stablecoin.

Above Henry Kwik, CEO Payfazz asal Indonesia yang kini rebranding menjadi Fazz. (Foto: LinkedIn Fazz)
Fazz Financial Group (FFG) dibentuk pada Maret 2021 ketika startup Payfazz asal Indonesia yang didirikan oleh Hendra Kwik, merger dengan Xfers asal Singapura milik Gen.T honouree 2021, Liu Tianwei. Startup fintech ini membantu bisnis-bisnis di Asia Tenggara dengan menyediakan platform untuk pembayaran, penyimpanan, dan kredit finansial mereka. Produk yang mereka hadirkan pun beragam, mulai dari Business Account, Point of Sales, Inventory Management, hingga Money Transfer.
Baca juga: 5 Ways to Improve Your Financial Literacy
Sementara itu, pada 3 Maret lalu Fazz memperoleh suntikan dana dari Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) asal Jepang berdasarkan regulatory filing Singapura, bernilai sedikitnya US$5.3 juta atau Rp81 miliar. Menurut Deal Street Asia, putaran ini dikabarkan masih berlanjut dan belum ditutup.

Above Liu Tianwei (kiri), Deputy Group CEO dari Fazz. (Foto: LinkedIn Fazz)
Sebelumnya, Fazz juga mengumumkan pendanaan Seri C pada September 2022 lalu senilai total $100 juta atau Rp1.5 triliun. Jumlah ini meliputi $75 juta modal ekuitas dari Tiger Global, DST Global Partners, B Capital, Insignia Ventures Partners, dan lainnya; serta $25 juta debt facility dari Lendable.
See more honourees from the Finance & Venture Capital category of the Gen.T List 2021.
NOW READ
GoTo Perluas Jangkauan GoPay Coins!
Beauty Brand ESQA Berhasil Meraih Funding Seri A, Senilai $6M!




