Cover Nicke Widyawati, CEO Pertamina Nicke Widyawati dinobatkan sebagai Asia's Most Influential 2021 Tatler. Foto: Dok. Pertamina.

Semakin banyak perempuan menduduki posisi C-Level di Indonesia, berikut lima srikandi yang telah membuktikan bahwa perempuan dapat menjadi pemimpin yang handal.

Beberapa dekade lalu, seorang perempuan menjabat posisi tertinggi dalam perusahaan kerap dianggap tidak lazim. Di tengah banyaknya stereotip yang menghambat kaum perempuan untuk memaksimalkan potensinya, semakin banyak perempuan inspiratif yang berhasil mematahkan stigma dan menunjukan kapabilitasnya dalam memimpin. Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret, Tatler Indonesia merayakan kesuksesan para wanita Indonesia yang berhasil membuktikan bahwa perempuan lebih dari mampu untuk menjadi seorang pemimpin. 

1. Dian Siswarini - CEO of XL Axiata

Tatler Asia
Above Dian Siswarini. Foto: Dok. XL Axiata.

Dengan lebih dari 30 tahun pengalaman, Dian Siswarini merupakan CEO perempuan satu-satunya dalam industri telekomunikasi Indonesia. Perjalanan karirnya dimulai pada tahun 1991, setelah ia mendapat gelar sarjana teknik industri dari Institut Teknologi Bandung. Empat tahun kemudian, Dian bergabung dengan XL Axiata sebagai Radio Network Design Engineer. Berbagai lika-liku perjalanan karir ia lalui hingga kemudian ditunjuk sebagai CEO dan Presiden Direktur XL Axiata pada tahun 2015. 

Memimpin sebuah perusahaan dalam sektor yang sangat dinamis, Dian gencar memperluas jangkauan infrastruktur dan menambah layanan XL Axiata. Hingga tahun 2022, XL Axiata telah melayani masyarakat di 61 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Tidak hanya berkarya melalui XL Axiata, Dian juga ditunjuk sebagai Co-Chair dalam salah satu kelompok rangkaian acara G20 Indonesia tahun lalu yaitu Women20 (W20).

2. Febriany Eddy - CEO of Vale Indonesia

Tatler Asia
Above Febriany Eddy. Foto: Dok. Vale Indonesia.

Di tengah industri pertambangan yang didominasi oleh laki-laki, Febriany Eddy merupakan CEO perempuan pertama di Tanah Air yang berhasil memimpin perusahaan dalam industri tersebut. Perempuan yang akrab dipanggil Febri ini telah berkarir di Vale selama lebih dari 15 tahun dan diangkat menjadi CEO Vale Indonesia pada tahun 2021. Sebelumnya, Febri juga sempat bertugas di Vale Base Metals Asia Pasifik dan Afrika serta mengenyam pendidikan di National University of Singapore.

Sejak ditunjuk sebagai CEO dan Presiden Direktur 2 tahun lalu, Febri telah memimpin Vale Indonesia dalam memulai proyek pembangunan smelter (pabrik pengolahan) nikel senilai US$9 Miliar di tiga lokasi di Indonesia, di mana salah satunya merupakan yang terbesar di dunia. 

3. Ira Noviarti - CEO of Unilever Indonesia

Tatler Asia
Above Ira Noviarti. Foto: Dok. B20 WiBAC.

Sebagai salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terbesar di dunia, produk-produk Unilever telah menjadi andalan masyarakat Indonesia. Sosok di balik produk-produk tersebut adalah Ira Noviarti, seorang perempuan berumur 50 tahun yang telah berkarya di Unilever Indonesia & Asia Tenggara sejak tahun 1995. Ira berperan sebagai Vice President Ice Cream, Media, and Consumer Marketing Insights pada tahun 2010 hingga 2014, di mana ia memimpin peluncuran produk Magnum di Indonesia dan mencetuskan ide untuk membuat Magnum Café. Sejak itu, karirnya terus menanjak hingga pada akhirnya ditunjuk sebagai CEO pada akhir tahun 2020. 

Ira juga ditunjuk sebagai Chair dalam B20 Women in Business Action Council (WiBAC) pada rangkaian G20 tahun lalu, di mana ia menyuarakan kesetaraan gender melalui inisiatif One Global Women Empowerment (OGWE).  

4. Melissa Siska Juminto - CEO of Tokopedia

Tatler Asia
Above Melissa Siska Juminto. Foto: Dok. Tokopedia.

Nama Melissa Juminto kerap muncul di laman berita akhir-akhir ini. Di usianya yang ke-35 tahun, Melissa baru saja ditunjuk sebagai CEO Tokopedia pada 12 Februari 2023, menggantikan William Tanuwijaya. Melissa bergabung di Tokopedia pada tahun 2012 sebagai akuntan dan sebelum ia menduduki posisi CEO, ia merupakan COO Tokopedia. Selain menjalankan tugas barunya sebagai CEO Tokopedia, sang ibu yang memiliki 3 anak ini juga mengemban peran sebagai Direktur/Chief Human Resources Officer GoTo dan President Unit Bisnis E-Commerce GoTo. 

William menyebutkan bahwa Melissa, yang juga merupakan karyawan ke-44 Tokopedia, memegang peran krusial dalam membangun tokopedia dari nol. Determinasi dan dedikasi yang ditunjukan oleh Melissa kepada Tokopedia dan keluarganya membuatnya dijuluki “Mother of Dragons” oleh William.

5. Nicke Widyawati - CEO of Pertamina

Tatler Asia
Above Nicke Widyawati. Foto: Dok. Pertamina.

Nicke Widyawati telah menjabat sebagai direktur utama pertamina sejak tahun 2018. Sebelum bergabung dengan pertamina, Nicke telah mengantongi sejumlah pengalaman menduduki posisi tinggi di sejumlah perusahaan BUMN yang didominasi oleh laki-laki. Ia sempat menjadi Direktur Pengadaan Strategis di PT PLN, Direktur Bisnis di PT Rekayasa Industri yang bergerak di bidang konstruksi, dan Direktur Utama PT Mega Eltra yang bergerak di bidang peralatan teknik dan listrik.

Nicke baru saja ditunjuk kembali pada Desember 2022 lalu. Kinerja yang ia lakukan selama periode pertama kepemimpinannya (April 2018 hingga September 2022) dianggap telah memberikan transformasi bagi perusahaan. Periode pertamanya mungkin dipenuhi dengan tantangan, dimulai dari pandemi hingga konflik geopolitik, namun Nicke tetap berhasil mempertahankan ketahanan energi nasional dan menjalankan program transisi energi. 

 

Baca Juga:

Asia's Most Influential 2021: Nicke Widyawati

Mesty Ariotedjo: Pediatrician Turned CEO

Veiby Theresia Sumual bicara tentang Veresa

Topics