Cover Menurut para co-founders ESQA, brand ini dibangun untuk mendefinisikan kembali 'luxury beauty'. (Foto: Dok. ESQA)

Dengan pendanaan ini, mereka berniat meningkatkan distribusi, menjangkau kawasan baru, dan terus berinovasi.

ESQA, salah satu merek kosmetik ternama di Indonesia, berhasil meraih pendanaan Seri A senilai $6 juta (sekitar Rp91,5 miliar) pada November 2022 lalu. Putaran ini dipimpin oleh Unilever Ventures, dengan investor kenamaan East Ventures yang juga turut berpartisipasi.

Dengan adanya tambahan modal ini, ESQA berniat meningkatkan distribusi produk, menjangkau kota-kota baru dan meraih pasar internasional, dan juga menumbuhkan strategi marketing mereka. Startup kecantikan ini juga berencana memupuk kembali kemampuan mereka dan terus berinovasi dengan produk-produk baru.

“Inovasi menjadi yang terdepan dalam brand kami. Pendekatan kami adalah dengan berpikir secara global dan bertindak secara regional. Oleh karena itu, ESQA cepat dalam menemukan tren internasional tetapi tetap melayani kebutuhan kulit Asia dan demand lokal,” ujar Kezia Trihatmanto, co-founder sekaligus Chief Product Officer ESQA. Gen.T 2018 honouree ini juga mengatakan bahwa ESQA memiliki fokus yang customer-centric, dan menghadirkan produk yang sesuai keinginan konsumennya. 

Baca juga: ESQA Cosmetics Founder Kezia Toemion On Her Business, Exercise Routine, And Favourite TV Show

Tatler Asia
Above ESQA didirikan oleh dua alumni Pepperdine AS, Kezia Trihatmanto (kiri) dan Cindy Angelina (kanan) pada Juni 2016. (Foto: Dok. ESQA)

Co-founder dan Chief Executive Officer ESQA, Cindy Angelina, juga menyatakan semangatnya bermitra dengan kedua investor besar tersebut, meskipun awalnya perusahaan tidak mencari penggalangan dana secara aktif. “Dengan adanya keuntungan yang konsisten, kami merasa keahlian strategis tersebut diperlukan seiring (ESQA) bertumbuh,” sebutnya. 

Cindy pun menambahkan, “keahlian Unilever Ventures dalam bermitra dengan founders visioner yang ikonik di seluruh dunia, serta ekosistem kuat dari East Ventures di Indonesia, ini akan memperkuat ESQA dalam melanjutkan perjalanannya."

“Kemampuan ESQA untuk berinovasi dengan produk kecantikan yang mengikuti tren internasional, kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan lokal, menjadi alat kesuksesan mereka saat berdiri. Kami sangat senang memiliki ESQA dalam portofolio Unilever Ventures,” sebut Pawan Chaturvedi, partner Unilever Ventures. Hal senada juga diungkapkan Avina Sugiarto, partner East Ventures. Kedua perusahaan modal ventura ini yakin dengan inovasi, penggunaan bahan natural, dan beragamnya produk ESQA dapat membawa mereka menjadi pemimpin pasar kecantikan Asia Tenggara.

Brand kecantikan yang masih terhitung muda ini fokus dalam mengusung affordable luxury— produk berkualitas dengan kemasan yang cantik, tetapi dengan harga yang tetap terjangkau. Menurut ESQA, meningkatnya jumlah konsumen kelas menengah menjadi tolak ukur meningkatnya pula demand terhadap pasar 'masstige' ini. Berdiri pada Juni 2016, ESQA juga bersertifikat halal dan cruelty-free. 

Tatler Asia
Above ESQA telah meluncurkan beragam produk kecantikan, hingga mencapai 120 SKU. (Foto: Dok. ESQA)

Portofolio produk ESQA yang beragam membuatnya terus bertumbuh hingga ke mancanegara. Produknya didistribusikan melalui platform omnichannel, sehingga banyak tersedia di pasaran, e-commerce, dan situs web D2C (direct-to-consumer) mereka. 

ESQA juga telah memperluas jangkauan mereka ke pasar Asia Tenggara, termasuk Vietnam, Singapura, dan Malaysia, dengan hadir di peritel besar seperti Sociolla, Sephora, dan Watsons.


See more honourees from the Fashion & Beauty category of the Gen.T List 2018.

NOW READ

6 Brand Kecantikan Berpengaruh Milik Wanita Asia

How Technology Improves Beauty Industry

How social media activist Andrea Gunawan is championing local, sustainable femcare

Topics