Cover Natasha Moor, pendiri Natasha Moor Cosmetics. (Foto: Dok. Natasha Moor Cosmetics)

Mulai dari empowering women hingga mendukung komunitas termarginalkan, beberapa brand kecantikan milik wanita Asia ini melampaui bisnis untuk memberikan dampak lebih besar pada masyarakat.

Dari mendukung komunitas termarginalkan, hingga memastikan produk yang sadar lingkungan— 6 brand kecantikan yang didirikan oleh entrepreneur wanita asal Asia ini tidak hanya meramaikan dunia makeup & skincare, tetapi juga menciptakan dampak positif melalui karya mereka. Mulai dari perjuangan panjang dalam industri halal Indonesia, hingga sourcing ingredients dari pegunungan Himalaya.

Baca juga:

How Technology Improves Beauty Industry

AW2023 Fashion Week: yang dinantikan dari New York, London, Milan, dan Paris

5 Best Watches from the Grammy Awards 2023

Louis Vuitton menghormati kreasi terbesar sang pendiri melalui seri kedua dari High Jewellery Spirit Chapter II

1. Nurhayati Subakat, Paragon Technology & Innovation

Tatler Asia
Above (Foto: Dok. Paragon/Dewi)
Tatler Asia
Above (Foto: Dok. Wardah)

Seorang ibu filantropis dari tiga anak ini merupakan sosok di balik brand Wardah, pionir industri kosmetik halal di Indonesia. Sebelum mendirikan Wardah pada 1995, Nurhayati Subakat yang lulusan Farmasi ini memproduksi brand sampo Puteri, yang ia pasarkan door-to-door.

Ia akhirnya memutuskan memasuki pasar Muslim yang saat itu masih belum berkembang dengan produk yang mengutamakan faktor halal, mulai dari research & development hingga produksi. Kini, Wardah menjadi bagian dari keluarga besar PT Paragon Technology & Innovation yang juga menaungi merek Make Over, Emina, dan Kahf.

Tatler Asia
Above Lini Crystallure dari Wardah. (Foto: Instagram @looklab.id)

Sejak awal, Paragon sudah berkomitmen untuk create the greater good melalui inovasi. Perusahaan kosmetik nasional terbesar di Indonesia ini memiliki 4 pilar besar CSR, yaitu Pendidikan, dengan Wardah Inspiring Teacher yang membantu para guru untuk mengembangkan kapasitas dan kompetensi mereka; Kesehatan, dengan program Rumah Singgah Pasien untuk memfasilitasi pasien fakir miskin dalam masa pengobatan; Pemberdayaan Perempuan, dengan Women’s Space sebagai wadah berkumpulnya perempuan penggerak Indonesia; serta Lingkungan, seperti mengangkat sustainability dan program tukar kemasan kosmetik dan skincare untuk didaur ulang di Beauty Moves You Festival.

“Saya sangat bersyukur Paragon bisa mencapai sejauh ini,” sebut Nurhayati yang juga bagian dari Asia's Most Influential 2021. “Mimpi kami adalah membangun ekosistem inovatif yang mengubah Indonesia menjadi lebih baik untuk generasi mendatang.”

2. Ada Ooi, 001 Skincare London

Tatler Asia
Above (Foto: Dok. 001 Skincare London)
Tatler Asia
Above (Foto: Dok. 001 Skincare London)

Kelahiran Hong Kong yang tinggal di Inggris, Ada Ooi, mendirikan 001 Skincare London yang fokus pada pengobatan Tionghoa tradisional (TCM - Traditional Chinese Medicine) dan mengoperasikan klinik di ibukota Inggris tersebut pada 2014.

“Pengobatan Tionghoa berakar pada saya; saya banyak membantu di apotek kakek saya di Macau, yang mengajari saya untuk melihat tubuh kita secara utuh,” sebut Ooi. “Kulit kita adalah organ terbesar kita, dan merupakan cerminan kesejahteraan internal dan keadaan pikiran kita yang bisa dilihat. Kalau kita memerhatikan tubuh kita, kita bisa mengkoneksikannya dengan masalah perawatan kulit kita, dan membuat perubahan untuk meningkatkan kondisi kulit dari intinya.”

Produk 001 Skincare London berupa alat gua sha dan eye massager pendingin, juga exfoliating mask & serum yang mengandung vitamin serta bahan-bahan TCM populer, seperti chamomile, ginseng, dan licorice root untuk membangun skin barrier yang sehat.

Perawatan di klinik mereka menggabungkan akupuntur dan refleksi dengan lampu LED dan arus mikro. Penggemar dari produk dan klinik 001 Skincare London meliputi aktris Rooney Mara dan supermodel Kate Moss.

3. Natasha Moor, Natasha Moor Cosmetics

Tatler Asia
Above (Foto: Dok. Natasha Moor Cosmetics)
Tatler Asia
Above (Foto: Dok. Natasha Moor Cosmetics)

Saat beranjak dewasa di Hong Kong, makeup artist India Natasha Moor berjuang melalui insecurity terhadap penampilannya. Dengan menjadi perias pengantin, ia menemukan bagaimana riasan dapat berpengaruh positif terhadap kepercayaan diri seseorang. “Bekerja dengan (perempuan) secara global sangat lebih dari sekedar hanya memberikan makeup untuk pernikahan—ini tentang mendukung perjalanan mereka,” menurut Moor.

Pada 2013, ia mendirikan Facetools, yang akhirnya rebranding menjadi Natasha Moor Cosmetics pada 2018. Brand ini menawarkan lini concealer dan produk riasan bibir, dengan nama seperti “freedom”, “gratitude”, dan “unstoppable”—refleksi etos Moor untuk memberdayakan perempuan dengan makeup. Natasha Moor Cosmetics tersedia di Sephora Hong Kong, Singapore, Malaysia, dan Filipina, dan juga beragam online retailers di Amerika Serikat. Produk Natasha Moor kini juga dapat dikirim ke Indonesia. Di waktu senggangnya, Moor memberikan makeover untuk korban human trafficking.

“Saya bekerja dengan perempuan yang telah melalui yang terburuk untuk membangun kembali kepercayaan diri mereka,” sebutnya. “Melalui pengalaman itu, saya menemukan banyak sekali kebahagiaan dalam membawakan mereka kebahagiaan itu, dan ini sangat berharga.”

4. Kavitha Khosa, Purearth

Tatler Asia
Above (Foto: Dok. Purearth)
Tatler Asia
Above (Foto: Dok. Purearth)

Ketika berkunjung ke Pegunungan Himalaya pada 1998, Kavita Khosa yang lahir di India menemukan agrikultur dan ritual kecantikan daerah tersebut. Wanita yang kini tinggal di Hong Kong ini juga terinspirasi untuk berhubungan kembali dengan heritage India-nya. Ia mengakhiri pekerjaannya sebagai pengacara untuk mempelajari Ayurveda dan advanced cosmetic science.

Pada 2012, Khosa mendirikan brand kecantikan Purearth, yang menyediakan produk dengan kandungan buckthorn berry laut Himalaya hingga senna dan nigella India, untuk meningkatkan kesadaran akan Ayurveda dan membawanya pada dunia kecantikan mainstream. Purearth juga beroperasi sebagai organisasi sosial untuk mendukung komunitas termarginalkan di India.

Inisiatif brand ini meliputi Afforestation Drive, proyek konservasi lingkungan yang diikuti oleh berbagai komunitas wanita di India untuk menanam berbagai tanaman obat yang digunakan dalam produk Purearth; proyek Eco-Pot yang menyediakan sanitasi aman untuk perempuan dan anak-anak di India; serta Project Red yang meningkatkan awareness terhadap limbah sanitasi yang berkelanjutan.


“Melalui setiap pembelian produk Purearth, Anda menentukan pilihan apa yang Anda beli dan siapa yang diuntungkan melaluinya,” sebut Khosa.

5. Stefanie Walmsley, Prim Botanicals

Tatler Asia
Above (Foto: Clean Beauty Box)
Tatler Asia
Above (Foto: Instagram @primbotanicals)

Stefanie Walmsley asal Filipina mendirikan Prim Botanicals di Amerika Serikat pada 2015, menggunakan bahan-bahan yang bersumber dari Filipina.

Brand ini bekerjasama dengan berbagai organisasi sosial di Filipina, termasuk Tiny Blessings di Manila yang memiliki misi membantu anak-anak tunawisma dengan memberikan lingkungan yang baik dan memenuhi kebutuhannya. Sebelumnya, Prim Botanicals bermitra dengan Yellow Boat of Hope, suatu organisasi yang membantu anak-anak di kawasan rawan banjir untuk tetap ke sekolah, dan berkolaborasi dengan Glory Reborn untuk membantu ibu hamil yang kurang mampu.

Misi dari perusahaan ini yaitu giving back to the community muncul dari pengalaman pribadi sang entrepreneur. Saudara laki-laki Walmsley lahir dengan Down’s syndrome. Pada 1991, ayahnya mendirikan Down Syndrome Association of the Philippines.

“Saya ingat ayah saya bilang bahwa saat kita ada di posisi dengan privilege… kita harus membagikannya,” ujar Walmsley. “Pelajaran ini benar-benar melekat pada saya—apakah saya bisa membantu? Jika iya, maka saya harus.”

6. Sarah Lee dan Christine Chang, Glow Recipe

Tatler Asia
Above (Foto: Dok. Glow Recipe)
Tatler Asia
Above (Foto: Dok. Glow Recipe)

Glow Recipe, yang menawarkan produk terinspirasi dari beauty routine Korea dan menggunakan sistem produksi ramah lingkungan, didirikan di Amerika Serikat pada 2014 oleh Sarah Lee dan Christine Chang. Keduanya bertemu saat bekerja di L’Oreal dan akrab atas kecintaan mereka pada K-beauty.

Mayoritas dari lini alpukat dan semangka mereka, yang menjadi pemenang penghargaan, hadir dengan kemasan yang terbuat dari 20% kaca daur ulang dan kertas bersertifikasi FSC. Kemasan ini juga dapat didaur ulang melalui kerjasama mereka dengan TerraCycle, organisasi yang mendaur ulang limbah yang biasanya akan berakhir di TPA. “Kami percaya bahwa kami memiliki tanggung jawab besar untuk melakukan bagian kami dalam menciptakan planet yang lebih baik untuk generasi mendatang,” sebut Lee.

Pada April 2022, Glow Recipe tersertifikasi carbon neutral melalui program yang dicanangkan NGO asal AS, Climate Neutral. Upaya untuk masa depan yang lebih hijau akan terus berlanjut, menurut Chang. “Kami berencana untuk terus mengurangi emisi (karbon) dari tahun ke tahun, dengan tujuan akhir untuk menjadi perusahaan yang carbon positive.”

Topics