Dari koleksi vintage hingga pusat desainer, jelajahi spot fashion terbaik di Tokyo
Fashion Tokyo didefinisikan justru oleh penolakannya untuk didefinisikan. Kota ini adalah tempat di mana gaya hidup dalam kontras: antara pekerja kantoran dengan setelan hitam rapi dan remaja dengan sepatu platform menjulang, serta antara butik desainer avant-garde dan minimalisme tenang bernuansa netral. Bagi para pencinta fashion sejati, ini berarti satu hal: Tokyo adalah perburuan harta karun yang tak ada habisnya.
Di pagi hari kerja, Jalur Chiyoda merupakan potret mengharukan dari sikap menahan diri. Para pekerja kantoran berbaris rapi di stasiun-stasiun, mengenakan setelan jas hitam monokrom yang rapi, mantel yang disetrika, dan sepatu pantofel kulit.
Lebih lanjut dari Tatler: Apa yang dilakukan merek-merek mewah dalam menghadapi tarif perdagangan?
Melangkahlah ke Jalan Takeshita, jantung Harajuku yang ramai, dan Anda akan menemukan kerumunan turis dan eksperimen mode remaja. Di sini, interpretasi Barat dari "gaya Harajuku" ditampilkan sepenuhnya, dengan sepatu platform boneka Bratz yang besar, rambut berwarna pastel, dan kaus bayi bergambar mencolok. Anda akan melihat antrean di kafe-kafe hewan, seringkali dengan latar belakang pengunjung yang berswafoto.
Anda akan melihat penduduk setempat tampil santai dengan gaun kemeja panjang di atas celana panjang lebar, lapisan tipis oatmeal dan sage, serta bakiak yang nyaman. Harajuku masih identik dengan bermain-main, tetapi kini gaya berpakaiannya lebih bernuansa.
Fashion di Tokyo paling cocok dijelajahi dengan berjalan kaki. Mulailah dari Ginza, tempat Anda akan menemukan berbagai merek mewah dalam jarak dekat. Di sini, Dover Street Market terasa seperti instalasi seni dalam bentuk ritel, memamerkan segalanya, mulai dari Comme des Garçons dan JW Anderson hingga Wales Bonner dan Chopova Lowena. Di dekatnya, Mitsukoshi dan Ginza Six menawarkan pengalaman berbelanja di pusat perbelanjaan mewah yang klasik.
Lihat juga: Panduan pengembara budaya ke Makau, tempat Timur bertemu Barat di jalan berbatu
Di akhir pekan, antrean di luar toko utama Onitsuka Tiger mengular di sudut jalan. Antrean pelan para penggemar sepatu kets dan turis menandakan semangat tenang khas Tokyo.
Kunjungi Shibuya dan berjalanlah menuju Cat Street, koridor santai yang membelah Harajuku dan Omotesando. Jalan ini adalah kiblat kemewahan vintage di Tokyo. Di Kindal, Anda mungkin menemukan gaun mini Issey Miyake Pleats Please yang jarang dipakai dengan harga yang sangat terjangkau. Beberapa pintu dari sana, Ragtag menawarkan rak-rak koleksi desainer arsip dalam kondisi prima.
Gaya Tokyo juga tak kalah pentingnya dengan bagaimana barang-barang dibuat. Reputasi Jepang akan kualitas kerajinan tangan memang pantas. Carilah toko-toko yang berfokus pada denim Jepang, barang-barang kulit buatan tangan, dan perhiasan yang rumit. Baik itu jins selvedge mentah dari Okayama atau dompet buatan tangan dari sebuah atelier kecil di Shibuya, barang-barang yang akan Anda temukan di sini dibuat agar tahan lama.
This story was originally written in English by Julianna Cabili.
Artikel ini awalnya ditulis dalam bahasa Inggris oleh Julianna Cabili dan diterbitkan pada 30 Mei 2025. Read the original story here.




