Museum MACAN secara resmi bermitra dengan Max Mara dan Collezione Maramotti untuk menghadirkan edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women
Cover Museum MACAN secara resmi bermitra dengan Max Mara dan Collezione Maramotti untuk menghadirkan edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women
Museum MACAN secara resmi bermitra dengan Max Mara dan Collezione Maramotti untuk menghadirkan edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women

Museum MACAN secara resmi bermitra dengan Max Mara dan Collezione Maramotti untuk menghadirkan edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women

Perjalanan seni kerap bergerak senyap, melintasi batas geografis dan kultural tanpa banyak deklarasi. Namun pada Januari 2026, sebuah pernyataan penting digaungkan dari Jakarta. Museum MACAN secara resmi bermitra dengan Max Mara dan Collezione Maramotti untuk menghadirkan edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women—menandai bukan hanya tonggak sejarah bagi penghargaan tersebut, tetapi juga babak baru dalam lanskap seni rupa kontemporer Indonesia.

Untuk pertama kalinya sejak didirikan pada 2005, Max Mara Art Prize for Women hadir di Asia Tenggara. Kehadirannya di Indonesia menandai pergeseran yang signifikan: dari sebuah penghargaan yang berakar kuat di Inggris, kini berkembang menjadi inisiatif global dengan format nomadik—bergerak dari satu negara ke negara lain, menyerap konteks budaya yang berbeda, dan membuka ruang dialog lintas batas.

Tatler Asia
Museum MACAN secara resmi bermitra dengan Max Mara dan Collezione Maramotti untuk menghadirkan edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women
Above Museum MACAN secara resmi bermitra dengan Max Mara dan Collezione Maramotti untuk menghadirkan edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women
Museum MACAN secara resmi bermitra dengan Max Mara dan Collezione Maramotti untuk menghadirkan edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women

Di sinilah Jakarta mengambil peran sentral. Bersama Museum MACAN, penghargaan ini tidak sekadar singgah, melainkan berlabuh dengan intensi yang jelas: memperluas wacana, membangun pertukaran, dan menegaskan komitmen jangka panjang terhadap perupa perempuan yang berada pada fase awal hingga pertengahan karier mereka.

Max Mara, rumah mode Italia yang telah berdiri sejak 1951 dan dikenal akan elegansi serta presisi estetikanya, menghadirkan penghargaan ini sebagai perpanjangan dari nilai-nilai inti yang mereka junjung—pemberdayaan perempuan, ketekunan, dan visi jangka panjang. Bersama Collezione Maramotti, koleksi seni kontemporer privat yang berlokasi di bekas kantor pusat Max Mara di Reggio Emilia, penghargaan ini menjadi sebuah ekosistem yang mendukung praktik artistik secara menyeluruh—bukan hanya secara kreatif, tetapi juga personal dan kultural.

Tatler Asia
Museum MACAN secara resmi bermitra dengan Max Mara dan Collezione Maramotti untuk menghadirkan edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women
Above Museum MACAN secara resmi bermitra dengan Max Mara dan Collezione Maramotti untuk menghadirkan edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women
Museum MACAN secara resmi bermitra dengan Max Mara dan Collezione Maramotti untuk menghadirkan edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women

Edisi kesepuluh ini juga menandai penutup dari kemitraan panjang Max Mara dan Collezione Maramotti dengan Whitechapel Gallery di London, institusi yang selama dua dekade terakhir memainkan peran penting dalam mendukung dan memperluas visibilitas perupa perempuan berbasis Inggris. Dengan berakhirnya satu bab, terbuka ruang bagi kemungkinan baru—dan Indonesia menjadi halaman pertamanya.

Format nomadik ini dikurasi oleh Cecilia Alemani, Direktur dan Kurator Utama High Line Art di New York, yang dipercaya untuk membentuk arah baru penghargaan ini. Bersama Max Mara dan Collezione Maramotti, Alemani merancang kerangka kolaborasi internasional yang berkelanjutan—sebuah sistem pendukung yang memungkinkan seniman untuk bereksperimen, berjejaring, dan mengembangkan praktik mereka dalam konteks global yang lebih setara.

Tatler Asia
Museum MACAN secara resmi bermitra dengan Max Mara dan Collezione Maramotti untuk menghadirkan edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women
Above Museum MACAN secara resmi bermitra dengan Max Mara dan Collezione Maramotti untuk menghadirkan edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women
Museum MACAN secara resmi bermitra dengan Max Mara dan Collezione Maramotti untuk menghadirkan edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women

Dewan juri edisi ini mencerminkan dialog lintas disiplin dan generasi: Venus Lau (Direktur Museum MACAN), Amanda Ariawan (kurator), Megan Arlin (galeris, ara contemporary), Evelyn Halim (kolektor seni), dan Melati Suryodarmo (perupa). Sebuah pertemuan perspektif yang menegaskan bahwa praktik artistik perempuan hari ini tumbuh dari keberagaman pengalaman dan pendekatan.

Bagi Museum MACAN, kemitraan ini bukan sekadar kolaborasi internasional, melainkan pernyataan posisi. Dalam lanskap seni global yang terus bergeser, Indonesia hadir bukan sebagai penonton, melainkan sebagai partisipan aktif yang turut membentuk arah percakapan. Program residensi enam bulan di Italia yang menjadi bagian dari penghargaan ini membuka ruang riset mendalam, pertukaran pengetahuan, dan kemungkinan artistik yang melampaui batas lokal.

Tatler Asia
Museum MACAN secara resmi bermitra dengan Max Mara dan Collezione Maramotti untuk menghadirkan edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women
Above Museum MACAN secara resmi bermitra dengan Max Mara dan Collezione Maramotti untuk menghadirkan edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women
Museum MACAN secara resmi bermitra dengan Max Mara dan Collezione Maramotti untuk menghadirkan edisi ke-10 Max Mara Art Prize for Women

Lebih dari sebuah penghargaan, Max Mara Art Prize for Women edisi ke-10 hadir sebagai platform refleksi—tentang representasi, kesempatan, dan masa depan praktik seni rupa kontemporer. Di tengah dunia yang kian terfragmentasi, inisiatif ini menawarkan sesuatu yang langka: komitmen yang berkelanjutan, dialog yang setara, dan keyakinan bahwa suara perempuan dalam seni bukan sekadar perlu didengar, tetapi juga diberi ruang untuk tumbuh, bergerak, dan beresonansi secara global.


BACA JUGA:

Dari Tottori ke dunia: Onitsuka Tiger dan seni bertumbuh tanpa kehilangan akar

Byredo membuka babak pertamanya di Indonesia lewat Plaza Indonesia

ARI for MASARI: ketika cinta mekar dalam koleksi “Kuntum”

Topics