Met Gala bukan hanya tentang gaun—penampilan yang tak terlupakan ini layak mendapat tempat di museum
Kecantikan selalu menjadi bagian yang saling berkaitan dari Met Gala — bukan sekadar pelengkap, tapi pernyataan visual yang kuat dengan makna tersendiri. Dari potongan rambut yang indah hingga eyeliner eksperimental, penampilan kecantikan sering kali lebih menonjolkan tema malam itu daripada gaun. Selama bertahun-tahun, Met Gala tidak hanya berfungsi sebagai panggung mode terbesar, tetapi juga sebagai galeri tata rias global sebagai pertunjukan, protes, dan tontonan murni.
Inilah beberapa momen kecantikan paling ikonis yang layak masuk museum—menjadi simbol dari masanya dan mengubah karpet merah Met Gala jadi arsip hidup penuh kreativitas.
Baca juga: Met Gala 2025: Saat busana mewah bertemu perhiasan mewah
1. Cher (1974): The original glow
Jauh sebelum "dewy skin” menjadi tren utama, Cher hadir di Met Gala dengan penampilan bak bidadari. Dengan rambut hitam legam yang halus, kelopak mata yang buram, dan naked dress ala Bob Mackie yang kini menjadi ikon, ia mewujudkan futurisme era disko. Penampilannya yang cantik? Minimal menurut standar masa kini, tetapi revolusioner saat itu—wajah yang berkilau di bawah lampu kilat seperti bola cermin Studio 54.
2. Billie Eilish (2021): Blonde bombshell reminagined
Dalam balutan gaun Oscar de la Renta berwarna persik pucat dan rambut pirang bergelombang, Billie Eilish meniru Marilyn Monroe dengan sentuhan baru. Penampilannya yang cantik—alis yang disikat, bulu mata yang lembut, dan bibir merah muda yang lembut—menandakan perubahan dramatis dari estetika grunge khasnya. Transformasi yang disengaja dan hampir sinematik ini menghormati tema malam itu “In America: A Lexicon of Fashion” tanpa terjebak klise. Elegan, tetapi membuatnya subversif.
3. Lupita Nyong'o (2016): Sculptural hair art

Above Lupita Nyong’o menghadiri Gala Institut Kostum 'Manus x Machina: Fashion In An Age Of Technology' di Metropolitan Museum of Art. (Foto oleh Dimitrios Kambouris / Getty Images)
Rambut Nyong'o yang menjulang tinggi—yang dibuat oleh Vernon François—mengacu pada tradisi Afrika dan gadis panggung klasik. Rambutnya lebih dari sekadar gaya rambut; rambut itu merupakan pernyataan budaya yang dibangun dengan presisi dan kebanggaan. Riasan mata zamrudnya serasi dengan gaun Calvin Klein -nya, menciptakan cerita kohesif yang mengangkat karpet merah Met Gala menjadi karya seni yang indah.
4. Rihanna (2015): Imperial drama
Mengenakan jubah kuning kerajaan Guo Pei, Rihanna menyesuaikan gaunnya dengan riasan emas dan alis yang dramatis. Kulitnya yang kecokelatan bersinar di bibir merahnya yang matte, menghadirkan fantasi agung yang menghormati tema, "China: Through the Looking Glass", ttanpa terkesan berlebihan atau seperti parodi. Itu adalah masterclass dalam kepekaan budaya dan kekuatan bintang.
5. Zendaya (2018): Joan of Arc, but make it beauty
Gaun Versace yang dikenakannya tak terlupakan, tetapi potongan rambut bob merah marun dan riasan metaliklah yang benar-benar mengukuhkan transformasi Zendaya. Riasan mata smoky memberinya kesan seperti siap tempur, sementara tulang pipi yang terpahat mengingatkan pada sosok santa sekaligus pejuang. Di tengah lautan glamor yang itu-itu saja, ia menjadikan kecantikan sebagai senjata untuk bercerita.
6. Billy Porter (2019): Golden deity

Above Billy Porter menghadiri Met Gala 2019 ‘Celebrating Camp: Notes on Fashion’ di Metropolitan Museum of Art. (Foto oleh John Lamparski / Getty Images)
Diapit oleh enam orang yang bertelanjang dada, Porter melangkah di karpet Met Gala bagaikan dewa matahari. Wajahnya dihiasi dengan aksen daun emas, eyeliner bersayap, dan bulu mata yang menyaingi milik Cleopatra. Penampilan dan pintu masuknya benar-benar teatrikal, dan menjadi bagian dari kisah-kisah Met Gala yang akan datang.
7. Erykah Badu (2014): Afro-futurist cool
Mengenakan topi bertepi lebar dan kulit yang berseri-seri, Eryka Badu menghadirkan energi yang terkendali namun radikal pada tema "Charles James: Beyond Fashion". Garis mata gelap dan bibirnya yang tebal melengkapi palet yang sederhana. Filosofi kecantikan Badu selalu condong ke arah anti-tren, dan di Met Gala, filosofi tersebut tampak menantang sekaligus sangat terkurasi.
8. Lady Gaga (2019): Performance in layers
Tampil dengan berbagai busana Brandon Maxwell, Gaga mengubah Met Gala menjadi teater langsung. Penampilannya yang cantik harus mengikuti tren: rambut ikal pirang, bulu mata seperti boneka, dan bibir merah muda yang menyerupai Barbie. Bahkan saat ia hanya mengenakan pakaian dalam, riasannya tetap murni, mengingatkan kita bahwa transformasi bukan sekadar kostum—melainkan cerita kosmetik.
This story was originally written in English by Carmella Bautista.
Artikel ini awalnya ditulis dalam bahasa Inggris oleh Carmella Bautista dan diterbitkan pada 6 Mei 2025. Read the original story here.
Topics




