Dr. Ricky & Dr. Kevin Maharis bicara banyak tentang kesehatan kulit perempuan Indonesia
Dalam dunia kecantikan masa kini, kebutuhan akan prosedur aestetik meningkat secara signifikan sehingga menjadikannya industri dengan level kompetitif yang sangat tinggi. Mengetahui hal ini, Dr. Ricky dan Dr. Kevin, co-founder dari Maharis Clinic, berkisah mengenai perjalanan dan passion mereka dalam membangun klinik aestetik di tengah tantangan yang dihadapi, sekaligus bicara mengenai kesehatan kulit perempuan Indonesia secara keseluruhan.
Lebih daripada itu, bagi Dr. Ricky dan Dr. Kevin, menjalani bisnis kecantikan dengan basis esetetika juga memerlukan ‘good aestethic eyes’ dan personalised service yang pada akhinya berhasil menjadikan Maharis Klinik berbeda dari klinik kecantikan lainnya dan punya ciri khas-nya sendiri yang tak dimiliki oleh pesaing mereka.
Baca lagi: 5 Aktivis Sosial Pembawa Perubahan di Asia Tenggara
Dr. Ricky Maharis
Seorang skincare enthusiast yang sangat passionate dalam dunia kecantikan ini, mulai membuat lini perawatan kulit racikannya saat masih berkuliah di Universitas Udayana, jurusan Dermatologi. Saat ditanya alasannya mengambil jurusan ini, ia pun menjawab dengan senyuman sambil berkata “Saya selalu suka keseimbangan antara keseriusan dan playfulness dari dermatologi, seperti diri saya sendiri. Lalu, banyak orang mengira bahwa bisnis dermatologi dan perawatan kulit itu pasti hanya seputar botox, filler, hingga sedikit laser untuk menghasilkan kulit yang berkilau. Padahal, the field is so much more than that! “Dalam praktik saya, kadang ada pasien datang yang mengira kulitnya sangat bermasalah hingga datang berkali-kali, padahal sesungguhnya masalahnya cukup umum. Sedangkan ada pasien yang datang hanya untuk menghilangkan tahi lalat, ternyata itu merupakan lesi kanker yang berbahaya”
Dalam praktiknya, Dr. Ricky telah menangani macam-macam kasus yang terdiri dari aspek medis, kosmetik, hingga operasi kulit. Pasien yang datang pun datang dengan permasalahan yang beraneka ragam, namun menurut Dr. Ricky, klinik Maharis juga mengurusi permasalahan kulit yang cukup umum seperti jerawat, penuaan dini, paparan sinar matahari yang mengakibatkan kerusakan sel, hingga masalah kebotakan dan rambut rontok. Oleh karena itu, bisa dibilang, tipe penanganan yang bisa dilakukan oleh Klinik Maharis sangatlah beragam sesuai dengan indikasi tiap pasien. Seperti misalnya penggunaan alat Lutronic Pico Plus dan Derma V systems untuk mengatasi pigmentasi membandel dan kulit kemerahan yang tak kunjung pudar serta Asclepion's Dermablate dan Mediostar untuk melawan pori-pori besar sembari memberi rona cerah bagi kulit. Saat perangkat ‘mewah’ ini digunakan bersamaan di Maharis Clinic’ signature Multi-Steps Laser Method, maka hasil yang terlihat akan bicara dengan sendirinya lebih dari sekedar kata-kata.
Untuk itu, sebagai perempuan Indonesia, kita wajib peduli dengan pentingnya kesehatan dan perawatan kulit. Melalui media sosial, seluruh perempuan harus mulai pintar dalam mengelola informasi yang mereka dapatkan secara online dengan tidak menelan mentah-mentah segala sesuatu yang dilihat atau dibaca karena bisa sangat berpengaruh pada kesehatan secara keseluruhan. Termasuk juga kulit. “There are plenty of good quality cosmetic dermatologic and aesthetic clinics in the country, do your homework, look at the clinic's and doctors' credentials and if you are looking to get a face contouring work, make sure that the doctors of your choice share the same aesthetic principle as you do” ucap Dr. Ricky.
Baca lagi: The Legacies of Jacinda Ardern

Above Dua saudara yang punya passion sama dan berhasil sukses bersama
Kebetulan, Maret iadalah bulan spesial untuk Maharis Klinik karena pada bulan ini, Maharis Klinik akan bertambah usia menjadi 11 tahun. Hal ini pun akan dirayakan karena sepak terjangnya sudah sampai selama ini dalam dunia kecantikan dan eksistensinya telah diakui khususnya oleh banyak perempuan di Indonesia. Lalu dengan adanya dua cosmetic dermatologic centres yang berlokasi di Menteng dan Kebayoran Baru, Maharis pun tetap berlaku jujur pada visinya dengan terus memperbaharui teknologi mereka dan meng-upgrade fasilitas klinik untuk memenuhi kebutuhan aestetik para pelanggannya.
“Tahun ini, kami juga merayakan pencapaian kami yang lainnya!” tukas Dr. Ricky saat sedang bicara mengenai group’s sister mereka yaitu Clinic de Votre Peau. “This is our second year in operation, and we are currently serving patients through our 6 branches scattered around various parts of Jakarta and also recently in the cities of Bandung and Surabaya.” . Baginya, ini cara ia membangun bisnis kecantikan di Indonesia agar makin accessible dan terjangkau untuk pasar yang lebih besar. “We are currently building Clinic de Votre Peau's Flagship Clinic and Skincare experiential store in Senopati area, due for completion early next year”, imbuhnya lagi.
Dengan segala pengalaman yang ia dapat, naik turunnya bisnis, dan segala sesuatu yang terjadi di antaranya, ia menyatakan bahwa ia sangat beruntung memiliki beberapa sosok perempuan yang inspiratif bagi dirinya dan kerap membantu dalam banyak tahap kehidupannya. “Pertama adalah ibu saya yang jelas punya peran penting dalam membentuk karakter saya sampai seperti sekarang, lalu ada guru-guru saya, dan tentu kolega selama berada di medical school yang masih tetap berada di samping saya sampai saat ini.” ujar Dr. Ricky kemudian.
Lalu saat ditanya tentang bagian mana dari kariernya sebagai dermatolog yang membuatnya paling memuaskan, ia pun menjawab “In medicine, we always say: Prevention is better than cure! And most of the things we do in cosmetic dermatologic practice are preventive by nature. Proper sun protection prevents you from skin cancer, and the right collagen-stimulating treatment prevents you from premature aging”.
Baca lagi: #WeAreIndonesiaTatler with Kevin Maharis

Above Dunia kecantikan dan kesehatan kulit perempuan Indonesia merupakan perhatian utama mereka
Dr. Kevin Maharis
Lulusan Ivy League yang baru saja menyelesaikan gelar master Administrasi Kesehatan dari Universitas Cornell ini memulai perjalanan kariernya di sekolah kedokteran 20 tahun yang lalu ketika ia bertekad bahwa suatu hari nanti ia ingin menjadi pemain kunci di country's field of aesthetic medicine. Setelah lulus dari fakultas kedokteran Universitas Indonesia, Dr Kevin kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana jurusan dermatologi, Cardiff University, di Wales. Setelah menyelesaikan pelatihan pascasarjana-nya, ia pun memulai praktiknya sebagai dokter aestetik junior di beberapa klinik ternama di Jakarta dengan spesialisasi di bidang estetika dan anti-penuaan. Setelah 2 tahun praktik, akhirnya ia memutuskan untuk memulai praktik sendiri demi mengejar visi utamanya di Klinik Maharis dengan saudaranya, Dr Ricky Maharis.
Menurut Dr. Kevin, standar kesehatan kulit di Indonesia cukup tinggi, khususnya di Jakarta. “Dulu, kulit bebas jerawat sudah cukup bagus. Tapi sekarang, standarnya jauh lebih daripada itu. Wanita dan pria cenderung menginginkan kulit yang tidak berpori, superglowing, dan juga kenyal,” tambahnya.
Dr. Kevin pun berbagi pemikirannya tentang stigma sosial yang sering menghantui perempuan dalam hal perawatan kulit dengan mengatakan bahwa, bidang perawatan estetika telah banyak berubah dibandingkan 12 tahun yang lalu ketika ia pertama kali mulai mempraktikkan kedokteran kosmetik. Lalu, ia pun mengilustrasikan bagaimana seorang perempuan bisa merahasiakannya jika mereka telah menjalani prosedur estetika di masa lalu. Artinya, hal ini dulu jadi sebuah aib di mana siapa pun yang pernah melakukan operasi kulit, akan malu di kemudian hari jika ketahuan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ternyata perempuan lebih bersedia untuk berbagi pengalaman mereka malah kepada publik, "Kini, perempuan lebih bersedia sharing tentang perawatan yang mereka lakukan sembari memberi pandangan mengenai baik dan buruknya melakukan aesthetic treatment" tambah Dr Kevin. Meski demikian, sebagian besar perempuan masih datang ke klinik kecantikan dan meminta untuk tidak banyak mengubah tampilan mereka menjadi sesuatu yang benar-benar lain. Artinya, mereka tak ingin perubahan yang terlampau besar. Mereka tetap ingin terlihat natural meski ada beberapa bagian yang ingin mereka benahi.
Baca lagi: #ITLooks: Dr Kevin Maharis’ 10 Most Striking Gentlemen Styles

Above Membangun ciri khas Maharis Clinic yang bisa bertahan selama 11 tahun tentu bukan yang mudah dan jadi PR utama kakak-beradik ini
Bekerja di bidang di mana perempuan adalah sumber inspirasi utama, Dr. Kevin menyatakan bahwa inspirasinya sepanjang masa adalah ibunya sendiri. “Selama perjalanan saya membangun Maharis Group, saya harus mengatasi begitu banyak tantangan dan ibu saya selalu menjadi pendukung terbesar saya,” ujarnya seraya menambahkan bahwa sesulit apapun tantangan dalam hidup, kita akan mampu mengatasinya jika memiliki support system yang kuat di dalam rumah.
Ketika ditanya lebih lanjut tentang apa yang menjadi faktor pendorong terbesar kesuksesan Maharis Group di bidang estetika, Dr. Kevin lagi-lagi menjawab bahwa bersemangat dengan pekerjaannya dan menemukan tim yang terdiri dari individu yang sama-sama bersemangat dan berpikiran sama adalah elemen yang paling penting. "Saya secara pribadi menangani segalanya di Maharis Klinik mulai dari perawatan, perawatan kulit, interior, musik, linen, minuman, pencahayaan, bahkan aroma di klinik kami. Tak ada yang boleh diaplikasikan tanpa persetujuan saya" tambahnya dengan bangga.
10 tahun menjalani klinik estetika yang sukses tentu bukan tanpa tantangan. Menurut Dr. Kevin, salah satu tantangan utamanya adalah banyaknya informasi yang beredar di media sosial tentang perawatan kulit yang tidak selalu benar. Sehubungan dengan hal tersebut, Dr. Kevin menjelaskan bahwa ia dan timnya merasa perlu mengedukasi klien mereka dengan informasi yang tepat melalui berbagai saluran media sosial yang ia dan tim produksi internalnya kelola dengan cermat.
Dalam hal layanan, Maharis akan segera mulai memperluas layanan estetika mereka menjadi Bedah Maharis yang dijalani oleh sekelompok ahli bedah kosmetik dan dermatologi terlatih untuk memecahkan masalah estetika yang memerlukan intervensi bedah yang lebih kompleks. “Kami tidak akan memberikan satu perawatan yang cocok untuk semua melainkan perawatan yang disesuaikan oleh kebutuhan pasien. Karena program perawatan yang baik untuk Ibu A belum tentu cocok untuk Ibu B. Oleh karena itu, pelayanan yang personal, mata yang tajam, dan penghargaan yang tinggi terhadap kecantikan, adalah ciri khas Maharis Klinik yang membedakan kami dengan klinik estetika lainnya,” kata Kevin menutup perbincangan.
Baca lagi:
Nominasi Untuk Gen.T 2023 Dibuka




