Simak perjalanan MG Ammar atau Mas Hazard, yang berawal dari impian sepak bola profesional, sempat menyerah, lalu menemukan kembali jalannya sebagai kreator konten paling berpengaruh di jagat TikTok Indonesia. Sebuah kisah tentang ketekunan, adaptasi, dan peluang di era digital
Dalam sepak bola, kadang hanya dibutuhkan lima menit untuk mengubah jalannya pertandingan. Bagi Mo’ammar Galssha Annand alias MG Ammar atau juga dikenal dengan panggilan Mas Hazard (diambil dari pesepakbola Eden Hazard), lima menit juga mengubah hidupnya.
Perjalanannya dimulai dari cinta sederhana pada sepakbola. Dari bangku SD, bergadang nonton Chelsea, sampai bermain futsal di sekolah, sepak bola menjadi nadi hidupnya. Tapi jalan profesional tak selalu mulus. Ketika hijrah dari Lampung ke Bandung, ia mengalami realitas pahit: tak cukup hanya jago menggocek bola; mental dan visi bermain pun harus tajam. Ia sempat menyerah. Tapi pada satu pertandingan uji coba melawan Persib U-18, ia dimasukkan ke lapangan di lima menit terakhir. Dalam waktu singkat, ia mencetak dua gol. Itu cukup untuk mengubah segalanya. Dari sanalah karier barunya dimulai.
Jangan ketinggalan untuk baca: Lima aktivis lingkungan muda yang mengubah sungai di Indonesia: Pandawara Group

Above MG Ammar sempat ditawari bermain di Liga 1 berkat konten video kompilasi yang ia unggah di media sosial.

Above Video parodi Euro 2020 yang ia buat membuatnya jadi viral dalam sekejap.
Namun karier profesional tak pernah benar-benar stabil. Cedera, liga yang terhenti karena pandemi, ketidakjelasan kontrak—semuanya memaksa Ammar berpikir ulang tentang masa depan. Dari titik bingung itulah muncul dunia baru: kreator konten. “Awalnya cuma pinjam HP teman,” katanya. “Bikin video parodi Euro 2020, tidak disangka viral,” ungkapnya. Kini, ia adalah seorang kreator dengan 2,5 juta pengikut dan dikenal karena video penuh aksi, humor, serta kedekatan autentik dengan komunitas penggemar sepakbola Indonesia. Dan boleh jadi Ammar merupakan pionir kreator sepak bola di TikTok Indonesia.
Dan siapa sangka di penghujung tahun 2022, Ammar ditawari untuk tampil jadi pesepakbola profesional di Liga 1 berkat konten video kompilasinya bermain bola viral di media sosial. Rupanya zaman telah berkembang, apabila dulu mencari bibit baru pemain bola dilakukan dengan datang ke klub dan lapangan bola, kini bisa terpantau lewat media sosial. Itulah yang terjadi pada Ammar yang sempat dihubungi langsung via telepon oleh pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, buat mengikuti seleksi. Ia lalu berangkat ke Makassar dan mulai berlatih selama beberapa bulan.
Belum juga sempat berlaga, tragedi Kanjuruhan di Malang terjadi. Lagi-lagi Ammar dipertemukan dengan momentum yang kurang menyenangkan. Tragedi tersebut membuat liga dibekukan, nasibnya terkatung lagi. “Aku berpikir, kalau terus begini, hidupku tidak jelas. Liga belum tentu stabil. Tapi kalau konten? Aku bisa bangun sistemnya sendiri,” kenangnya. Sejak saat itu ia makin mantap menjadi kreator konten.
Kini, Ammar tidak hanya menjadi entertainer dan pebisnis, tapi juga motivator ‘tak resmi’ bagi generasi muda pencinta bola. Ia membuktikan bahwa impian tak harus hadir dalam bentuk yang dulu kita bayangkan. Ia tetap berlatih, tetap cinta bola, dan kini tengah mempertimbangkan kembali masuk ke kompetisi. Tapi satu hal yang pasti, dalam semesta Ammar atau Mas Hazard, ia percaya kegagalan bukan akhir dan selalu ada ruang lain yang bisa dimasuki bagi mereka yang pernah hampir kehilangan arah.
Credits
Fotografi: Grego Gery
Pengarah gaya: Hans Hambali
Riasan: Vani Sagita
Pengarah gaya: Busana: Batik Keris x Spous by Priyo Oktaviano




