Melalui jamuan makan malam dan diskusi di Jakarta, AVPN bersama Tatler Front & Female mempertemukan para pemimpin perempuan, filantropis, dan pelaku industri kesehatan untuk membahas pentingnya investasi kesehatan perempuan sebagai fondasi masa depan ekonomi dan sosial yang lebih inklusif
Impact is a very lonely journey. Kalimat itu disampaikan Naina Subberwal Batra, CEO AVPN dalam pidato pembukanya di The Rooang by Bimasena, Jakarta, pada 12 Mei 2026 lalu. Maka, bagi Naina, penting untuk menemukan partner dan sekutu untuk memastikan bahwa kesetaraan gender menjadi kenyataan, bukan semata harapan.
Melalui kolaborasi antara AVPN dan Tatler Front & Female, para pemimpin perempuan, filantropis, investor, pelaku industri kesehatan, hingga changemakers berkumpul dalam sebuah intimate dinner bertajuk Investing in Women’s Health: From Innovation to Impact. Acara ini menjadi ruang diskusi tentang bagaimana investasi pada kesehatan perempuan dapat menciptakan perubahan sosial sekaligus ekonomi yang berkelanjutan di Asia, khususnya Indonesia.
Baca juga selanjutnya: How AVPN is putting women at the centre of philanthropy and investment in Asia

Above Naina Subberwal Batra, CEO AVPN, membuka malam diskusi dengan menyoroti pentingnya kolaborasi dalam menciptakan dampak dan mendorong kesetaraan gender di Asia
Diskusi ini berangkat dari satu realitas yang masih sering terabaikan: kesehatan perempuan selama bertahun-tahun masih menjadi sektor yang kurang mendapat pendanaan global. Padahal, dampaknya sangat besar terhadap kualitas hidup masyarakat, produktivitas ekonomi, hingga pembangunan jangka panjang.
Dalam kata sambutannya, Yenny Wahid, Director of The Wahid Foundation, menyoroti pentingnya inclusive healthcare sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya pemberdayaan perempuan. Menurutnya, akses yang lebih luas terhadap layanan kesehatan dan pendidikan dapat membuka peluang terciptanya perubahan sosial yang lebih besar di masa depan.
Pandangan tersebut kemudian diperkuat oleh Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), yang membagikan berbagai inisiatif pemerintah untuk memperluas akses bagi perempuan di daerah pelosok agar mereka dapat lebih mandiri dan berdaya.

Above Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), yang membagikan berbagai inisiatif pemerintah untuk memperluas akses bagi perempuan di daerah pelosok agar mereka dapat lebih mandiri dan berdaya

Above Yenny Wahid, Director of The Wahid Foundation, menyoroti pentingnya inclusive healthcare
Malam kemudian berlanjut ke sesi fireside chat yang dimoderatori Judithya Pitana, Editor-in-Chief Tatler Indonesia. Sesi ini menghadirkan Naina Subberwal Batra bersama Amira Ganis, pendiri Brawijaya Healthcare Group yang dikenal luas atas kepemimpinannya di industri kesehatan Indonesia selama lebih dari dua dekade.

Above Sesi fireside chat bersama Naina Subberwal Batra dan Amira Ganis yang dimoderatori oleh Judithya Pitana
Dalam diskusi tersebut, Amira menekankan pentingnya melihat kesehatan perempuan secara lebih holistik. Menurutnya, persoalan kesehatan perempuan tidak dapat dipandang hanya dari satu penyebab atau satu fase kehidupan semata. Dan Amira percaya bahwa: investing in women’s health is a collective effort.

Above Amira Ganis menekankan pentingnya melihat kesehatan perempuan secara holistik

Above Floral arrangement karya Sonata Gifts melengkapi suasana intimate dinner

Above Bertempat di The Rooang by Bimasena, acara ini mempertemukan para pemimpin lintas sektor dalam suasana penuh makna
Tema kolaborasi juga menjadi inti pembahasan AVPN melalui Asia Gender Network (AGN), platform yang dibangun untuk mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Asia. Dalam sesi tersebut, Naina menegaskan bahwa investasi pada kesehatan perempuan bukan sekadar isu sosial, melainkan strategi penting untuk membangun ekonomi yang lebih tangguh.
Menurut Naina, ketika investasi diberikan pada maternal health, reproductive wellness, dan preventive care untuk perempuan muda, maka jutaan perempuan dapat berpartisipasi penuh dalam dunia kerja, membangun bisnis, hingga memimpin perusahaan. Bahkan, menutup kesenjangan kesehatan perempuan secara global diperkirakan dapat menambah lebih dari US$1 triliun terhadap ekonomi dunia setiap tahunnya pada 2040.
Melalui kolaborasi ini, AVPN dan Tatler Front & Female tidak hanya menghadirkan ruang dialog, tetapi juga mempertegas pentingnya collective action dalam membangun masa depan yang lebih inklusif. Sebab ketika perempuan memiliki akses terhadap kesehatan yang layak, yang berubah bukan hanya kehidupan individu—melainkan juga komunitas, ekonomi, dan generasi berikutnya.





















