Tatler ID Event Documentation Photography
Cover Tatler dan Rolex menghadirkan malam istimewa bersama oseanografer legendaris Sylvia Earle di Pacific Club Lounge, Pan Pacific Hotel Jakarta
Tatler ID Event Documentation Photography

Tatler Indonesia dan Rolex menghadirkan malam penuh refleksi, harapan, dan aksi untuk lingkungan bersama oseanografer legendaris dan Tatler Testimonee, Dr Sylvia Earle serta aktivis lingkungan hidup dari Indonesia yang juga merupakan Rolex Awards Laureate 2026, Farwiza Farhan di Jakarta

Pada 4 Mei 2026, Pacific Club Lounge di Pan Pacific Hotel Jakarta menjadi ruang pertemuan bagi para pemimpin, aktivis lingkungan, akademisi, filantropis, dan changemakers Indonesia dalam sebuah malam istimewa bertajuk An Evening with Sylvia Earle: Tatler and Rolex Celebrate a Life Devoted to the Ocean. Diselenggarakan oleh Tatler bersama Rolex, acara ini menghadirkan oseanografer legendaris sekaligus Rolex Testimonee sejak 1982, Dr Sylvia Earle, dalam rangkaian regional yang sebelumnya digelar di Manila dan Singapura awal tahun ini.

Baca juga lebih lanjut: Sylvia Earle, seorang ahli oseanografi perintis, berbicara tentang perjuangan seumur hidupnya untuk melindungi lautan

 

arrow left arrow left
arrow right arrow right
Photo 1 of 13 Sylvia Earle bersama edisi Tatler yang menampilkan dirinya sebagai cover. Merayakan dedikasi seumur hidupnya terhadap eksplorasi dan perlindungan pada lautan
Photo 2 of 13 Farwiza Farhan dan Sylvia Earle
Photo 3 of 13 Sylvia Earle dan Michael Aw
Photo 4 of 13 Sylvia Earle dan Irwan Mussry
Photo 5 of 13 Sylvia Earle dan Kelly Tandiono
Photo 6 of 13 Farwiza Farhan dan Johannes Prio Sambodho
Photo 7 of 13 Ninda Felina dan Agnes Sendjaja
Photo 8 of 13 Hamish Daud
Photo 9 of 13 Thilma Komaling
Photo 10 of 13 Febrian
Photo 11 of 13 Rose Huizenga dan Leon Boey
Photo 12 of 13 Tiza Mafira
Photo 13 of 13 Nadine Chandrawinata dan Dinni Septianingrum
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography

Dipandu oleh Judithya Pitana selaku editor-in-chief  Tatler Indonesia, acara malam itu dibuka dengan sambutan dari Gerrie Beh, Managing Director Tatler Indonesia dan Tatler Malaysia, yang menyoroti komitmen Tatler dalam menghadirkan percakapan bermakna mengenai kepemimpinan, warisan, dan dampak sosial. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Brahim Drissi, CEO dan Managing Director Rolex Southeast Asia, yang menegaskan bagaimana visi Sylvia Earle selaras dengan komitmen jangka panjang Rolex melalui Perpetual Planet Initiative, sebagai sebuah inisiatif yang mendukung eksplorasi, sains, dan perlindungan lingkungan.

Tatler Asia
Tatler ID Event Documentation Photography
Above "In the ocean, life is everywhere." - Sylvia Earle
Tatler ID Event Documentation Photography

Dalam suasana penuh kehangatan, para tamu kemudian menikmati jamuan makan malam sebelum menyaksikan pemutaran video dari seri the Reach for the Crown, yang membawa audiens menelusuri perjalanan hidup Sylvia Earle sebagai salah satu suara paling berpengaruh dalam dunia konservasi laut. Dengan lebih dari enam dekade dedikasi terhadap eksplorasi bawah laut dan ribuan jam menyelam, Earle telah lama menjadi simbol ketekunan dan keteguhan ilmiah sekaligus advokasi lingkungan global.

Baca juga: Rolex dan Mission Blue membantu memulihkan Kepulauan Kep di Kamboja

Saat tampil di atas panggung, Sylvia Earle menyampaikan pesan yang sederhana namun mendalam: perlindungan lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, melindungi terumbu karang, penyu, atau hiu saja tidak cukup jika manusia gagal menjaga keseluruhan sistem yang menopang kehidupan bumi.  Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sains, eksplorasi, dan aksi nyata untuk memastikan bumi tetap layak huni bagi generasi mendatang.

Salah satu kutipan sederhana namun punya makna mendalam ketika Earle mengatakan, "No water, no life. No blue, no green." Sebuah pengingat kuat bahwa masa depan manusia sangat bergantung pada keberlanjutan ekosistem lautan.

Percakapan mengenai keberlanjutan kemudian berlanjut melalui presentasi Farwiza Farhan, aktivis lingkungan asal Aceh yang dikenal atas perjuangannya melindungi Ekosistem Leuser di Sumatra. Farwiza merupakan Rolex Awards Laureates 2026 sekaligus penerima Tatler Front & Female Awards 2026 untuk kategori social impact.

Dalam presentasinya, Farwiza membagikan bagaimana kecintaannya terhadap alam bermula dari pengalaman menyelam, sebelum akhirnya mendedikasikan hidupnya untuk menjaga salah satu ekosistem paling penting di dunia. Ia menjelaskan bahwa Ekosistem Leuser bukan hanya rumah bagi keanekaragaman hayati luar biasa, tetapi juga sumber kehidupan bagi masyarakat lokal yang bergantung pada keseimbangan alam tersebut.

Tatler Asia
Tatler ID Event Documentation Photography
Above Farwiza Farhan memperlihatkan pertemuan pertamanya dengan Sylvia Earle
Tatler ID Event Documentation Photography

Farwiza menekankan bahwa komunitas lokal sebenarnya telah memahami keseimbangan alam yang rapuh ini. Yang mereka butuhkan adalah dukungan, akses, dan ruang untuk ikut mengambil keputusan. Melalui pemantauan berbasis komunitas, advokasi lokal, dan keterlibatan pemerintah, perlindungan lingkungan dapat berjalan berdampingan dengan kesejahteraan masyarakat.

Tatler Asia
Above sesi fireside chat bersama Sylvia Earle dan Farwiza Farhan yang dipandu Dana Koh, editor-in-chief Tatler Singapura

Momen paling reflektif malam itu hadir dalam sesi fireside chat bersama Sylvia Earle dan Farwiza Farhan yang dipandu Dana Koh, editor-in-chief Tatler Singapura. Percakapan keduanya memperlihatkan benang merah antara konservasi laut global dan perlindungan hutan tropis Indonesia: bahwa seluruh ekosistem bumi saling terhubung.

Sylvia Earle menegaskan bahwa manusia kini memiliki pengetahuan dan teknologi yang belum pernah dimiliki generasi sebelumnya. Namun, menurutnya, masa depan bumi akan sangat ditentukan oleh bagaimana pengetahuan itu digunakan hari ini. Sementara Farwiza mengingatkan bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari komunitas kecil yang memilih untuk bertindak.

Tatler Asia
Tatler ID Event Documentation Photography
Above Sesi fireside chat bersama Farwiza Farhan, Sylvia Earle, dan Dana Koh
Tatler Asia
Tatler ID Event Documentation Photography
Above Para tamu menyimak sesi fireside chat
Tatler ID Event Documentation Photography
Tatler ID Event Documentation Photography

Menjelang akhir acara, suasana berubah semakin hangat ketika para tamu berkesempatan berbincang langsung dengan Sylvia Earle dan meminta tanda tangan darinya. Dengan keramahan dan antusiasme yang sama besarnya seperti saat ia berbicara di atas panggung, Earle melayani setiap percakapan dengan penuh perhatian.

Tatler Asia
Tatler ID Event Documentation Photography
Above Sylvia Earle berbincang hangat dan memberikan tanda tangan kepada para tamu di penghujung acara
Tatler ID Event Documentation Photography

Malam itu merefleksikan adanya keyakinan bersama bahwa harapan bukan sesuatu yang pasif. Harapan dibangun melalui ketekunan, kolaborasi, dan keberanian untuk melindungi sesuatu yang tidak dapat berbicara untuk dirinya sendiri.

Melalui An Evening with Sylvia Earle, Tatler dan Rolex kembali menunjukkan bahwa percakapan mengenai masa depan bumi tidak hanya milik ilmuwan atau aktivis, tetapi juga seluruh individu yang percaya bahwa perubahan nyata dimulai dari kepedulian bersama.