Cover Ubud, destinasi wisata favorit menjadi lokasi Hoshinoya Bali Foto: Hoshinoya Bali.

Cocok lepaskan penat dan segarkan jiwa raga di tengah keasrian alam Ubud.

Sudah bukan rahasia bila Pulau Bali merupakan destinasi wisata yang populer di dunia. Bahkan pada tahun ini juga, TripAdvisor kembali mengukuhkan Bali sebagai destinasi terpopuler kedua di seluruh dunia, mengungguli London di posisi ketiga dan Paris di posisi kelima. Oleh karenanya, sebagai salah satu destinasi wisata favorit di dunia, Bali punya banyak pilihan resor, hotel, serta tempat menginap yang istimewa. Alamnya yang asri dan penuh tradisi pun mendukung untuk menghidupkan suasana relaksasi.

Bicara soal hotel, Hoshinoya Bali menjadi salah satu tempat menginap jempolan yang bisa jadi pilihan ketika sedang berlibur di Bali. Telah lebih dulu berdiri dan populer di Jepang, Bali menjadi lokasi pertama di luar Jepang tempat Hotel Hoshinoya beroperasi. 

Tepatnya berada di Ubud, Hoshinoya Bali berdiri di dekat aliran Sungai Pakerisan. Bukan sembarang sungai, aliran air ini dianggap suci oleh masyarakat setempat. Desain bangunannya pun tak main-main. Azuma Architect selaku vendor arsitek yang menggarap rancang bangun hotel melakukan riset dulu tentang kebudayaan Bali, khususnya bangunan pura dan rumah adat. Hasilnya, Hoshinoya Bali berdiri dengan konsep bangunan ala Jepang namun tetap kental akan nilai estetika dari budaya Bali. Vila-vilanya diatur sedemikian rupa sehingga berada di tepi kolam renang yang membentuk saluran kanal. Cantik, bukan?

Selain itu, Hoshinoya Bali masih memiliki berbagai fasilitas mewah untuk memaksimalkan pelayanan terhadap pengunjung. Berikut ulasannya.

Baca lagi: Wonderful places to stay once in a lifetime

Taman asri khas Ubud

arrow left arrow left
arrow right arrow right
Photo 1 of 3 Kolam renang Hoshinoya Bali. Foto: Hoshinoya Bali.
Photo 2 of 3 Saluran pengairan tradisional Bali (subak). Foto: Hoshinoya Bali.
Photo 3 of 3 Ruang receptionist Hoshinoya Bali. Foto: Hoshinoya Bali.

Tiap kolam renang yang dikelilingi oleh deretan vila ditata seperti taman air. Meski tiap kolam didesain terpisah untuk tiap vila, bagian tengahnya merupakan ruang publik yang bisa digunakan bersama. Ruang publik yang lain dibangun mengikuti lanskap alam. Ada dek kayu di bagian atas lembah, tepat di atas saluran irigasi tradisional Bali–subak, yang selama ratusan tahun mengaliri persawahan di Ubud hingga saat ini. Dek kayu inilah yang bisa pengunjung lewati setelah singgah di meja reception.

Pencahayaan bak bintang langit

Tatler Asia
Above Interior Villa Soka. Foto: Hoshinoya Bali.

Umumnya, daerah Ubud akan cenderung gelap gulita di malam hari. Namun, sang perancang cahaya, Masanobu Takeishi enggan membiarkan itu terjadi. Di malam hari, ia ingin menciptakan skema pencahayaan dari bintang langit, sehingga tamu akan merasa aman dan nyaman.

Hasilnya, pencahayaan malam di area resor berasal dari lampu-lampu berbungkus kain batik atau bohlam yang terletak di dalam wadah besi, tembaga, kayu, maupun batu karya para pengrajin Bali. Cahaya yang dihasilkan berpadu dengan bayangan yang syahdu dan menebar kehangatan di seluruh penjuru vila. 

Pedesaan tradisional Bali dalam bentuk vila-vila

Tatler Asia
Above Tampak luar Villa Soka. Foto: Hoshinoya Bali.
Tatler Asia
Above Area makan. Foto: Hoshinoya Bali.

Terdapat total 30 vila yang berdiri mengelilingi kolam renang, menyerupai sebuah desa. Setiap satu vila berdiri di pinggir tiga kolam renang yang membentuk kanal. Hal ini mengingatkan pada kebiasaan penduduk asli Bali berenang di sungai di tengah hutan yang asri. Hoshinoya Bali juga meniadakan televisi dan jam sehingga tamu dapat sepenuhnya menikmati suasana alam yang harmonis.

Tatler Asia
Above Interior Villa Jalak. Foto: Hoshinoya Bali.

Kesan estetika makin terasa dengan hiasan ukiran kayu tentang flora dan fauna Ubud yang berada di dinding vila. Sementara di area kolam terdapat ukiran dinding batu dengan motif serupa. Sentuhan desain Jepang terlihat pada pintu geser khas Jepang (shoji) dan penerangan (andon). Sesuai dengan kapasitas dan akomodasi, vila-vila ini dibagi menjadi tiga tipe: Jalak, Soka, dan Bulan.

Fasilitas melimpah nan memanjakan

arrow left arrow left
arrow right arrow right
Photo 1 of 4 Candle-lit dinner Cafe Gazebo. Foto: Hoshinoya Bali.
Photo 2 of 4 Relaksasi spa. Foto: Hoshinoya Bali.
Photo 3 of 4 Canang activity. Foto: Hoshinoya Bali.
Photo 4 of 4 Hoshinoya Jewel Box Chirashi. Foto: Hoshinoya Bali.

Dengan konsep yang memukau, sudah pasti Hoshinoya Bali juga menyediakan ragam fasilitas yang memanjakan pengunjungnya. Ada Cafe Gazebo yang dibangun di ketinggian 170 m, tempat para tamu bersantai seakan melayang di pepohonan. Makanan dan minuman yang penuh citarasa khas Bali maupun Jepang yang disajikan dalam restoran luas yang terbuka. 

Relaksasi masih terus dimaksimalkan dengan adanya fasilitas spa di area bawah resor yang terkoneksi dengan suara alam dan wewangian bunga. Selain spa, tamu juga bisa menjajal berbagai kegiatan lain. Dari mulai yoga, minum wedang di pagi hari, menjelajah pedesaan dan persawahan Ubud, hingga belajar membatik, menari, dan membuat kerajinan khas Bali.

Topics