Dari grunge hingga glam, acara TV tahun 90-an ini membentuk sejarah fashion dan kembali jadi tren
Seiring dengan siklus mode, era 90-an kembali menjadi tren. Kali ini, dengan menghidupkan kembali kaos punk rock, ikat pinggang bertabur paku, celana jins super rendah sampai pinggang, dan atasan mini talk. Tidak ada dekade yang lebih banyak dirujuk daripada era ini, dan memang seharusnya begitu—era ini memiliki salah satu sudut pandang paling khas, yang berasal dari rasa pemberontakan generasi ini dan munculnya subgenre hiburan, yang meliputi musik dan TV. Generasi Z dan milenial menyerbu arsip untuk mendapatkan inspirasi, mencoba segala hal mulai dari slip dress dan celana kargo hingga kardigan pendek dan sepatu platform. Ambil petunjuk dari sumber gaya asli: acara TV tahun 90-an ini yang membantu mendefinisikan kosakata mode era tersebut.
Baca selengkapnya: 11 acara TV yang dibatalkan namun masih terus kita pikirkan
1. 'Friends'
Apa yang awalnya merupakan sitkom tentang enam orang berusia 20-an menjadi cetak biru untuk gaya berpakaian kasual-keren. Lemari pakaian Rachel Green, yang dibentuk oleh perancang kostum Debra McGuire, mempopulerkan segala hal mulai dari celana dungaree denim hingga rok mini dan rajutan ramping. Penampilan Monica Geller yang lebih terstruktur menawarkan kontras, sementara jaket kulit Joey pun berperan dalam membentuk penampilan warga New York sehari-hari. Friends bukanlah mode kelas atas, tetapi gaya jalanan aspiratif yang memengaruhi cara berpakaian wanita sejati selama bertahun-tahun berikutnya.
2. 'Sex and The City'
Meskipun acara tersebut tidak tayang hingga akhir dekade, dampaknya terhadap mode langsung terasa. Ditata oleh Patricia Field, Sex and the City mengubah Manhattan menjadi panggung peragaan busana. Tutu Carrie Bradshaw, setelan jas Miranda, korset cantik Charlotte, dan gaun ketat Samantha bukan sekadar pakaian—tetapi pernyataan. Acara tersebut mendefinisikan ulang cara wanita memandang diri mereka sendiri melalui mode, memadukan gaya mewah dengan gaya vintage, dan mendorong eksperimen sebelum media sosial menjadikannya arus utama.
3. "Beverly Hills, 90210"
Hanya sedikit acara yang mencerminkan kemewahan dan kemewahan orang-orang kaya Pantai Barat di awal tahun 90-an seperti Beverly Hills, 90210. Dari warna pink permen karet Donna Martin hingga jaket biker Brenda Walsh, acara tersebut menampilkan setiap tren yang ditawarkan dekade tersebut. Pengaruhnya meluas hingga melampaui pemirsa remaja—para desainer mulai menciptakan tampilan "TV-ready" yang mengacu pada perpaduan antara gaya glamor ala mall dan sentuhan rapi khas preppy.
4. 'The Fresh Prince of Bel-Air'
Berani, kebesaran, dan tanpa basa-basi, The Fresh Prince of Bel-Air adalah masterclass dalam gaya jalanan tahun 90-an. Motif mencolok, blazer terbalik, dan sepatu kets tinggi ala Will Smith menggambarkan generasi yang menjauh dari persiapan tradisional dan menuju sesuatu yang lebih ekspresif. Sementara itu, Hilary Banks memberi kita gaya maksimalis yang terobsesi dengan desainer. Bayangkan setelan Chanel , topi bertepi lebar, dan color-blocking yang berani, semuanya disajikan dengan gaya sosialita.
5. 'The Nanny'
Penampilan Fran Fine sengaja dibuat berlebihan, dan berhasil. Mengenakan busana Moschino, Versace, dan Betsey Johnson, ia mengubah gaun ketat, motif hewan, dan blazer mencolok menjadi ciri khas sitkom. Perancang kostum Brenda Cooper menggunakan fashion untuk mencerminkan dinamika kelas dan pengembangan karakter, menjadikan The Nanny sebuah studi yang sangat bernuansa dalam penceritaan mode.
6. 'Buffy the Vampire Slayer'
Buffy Summers tidak hanya membantai vampir, ia melakukannya dengan sepatu bot setinggi lutut dan celana panjang kulit. Meskipun acara tersebut condong ke gaya kasual California (atasan pendek, celana jins melebar, kalung choker), serial ini juga menampilkan motif yang lebih gelap. Sentuhan bergaya Gotik dan karya-karya utilitarian mencerminkan tema supernatural, jauh sebelum "dark academia" menjadi kategori Pinterest.
7. 'Charmed'
Halliwell bersaudara membuat ilmu sihir terlihat cantik. Beralih dari rok bohemian yang longgar ke gaya berpakaian awal tahun 2000-an yang ramping, Charmed mengikuti evolusi nyata dalam mode akhir tahun 90-an. Film ini tidak takut memadukan renda dengan kulit atau memadukan potongan-potongan halus dengan sepatu bot tempur—bukti bahwa realisme magis dan busana modern dapat hidup berdampingan di layar.
8. 'Melrose Place'
Jika Friends adalah tentang gaya yang nyaman dan anggun, Melrose Place adalah sepupunya yang lebih mengilap dan lebih tajam. Bayangkan bahu yang kuat, blus sutra, dan gaun yang pas di badan. Tokoh-tokohnya lebih tua, pekerjaan mereka lebih bersifat korporat, dan pilihan pakaian mencerminkan kecanggihan yang lebih diperhitungkan. Acara tersebut membantu menormalkan gagasan bahwa pakaian kantor bisa menjadi tren mode daripada sekadar fungsional.
9. 'My So-Called Life'
Grunge bukan hanya sekadar gerakan musik tahun 90-an, tetapi juga kategori mode yang disukai kaum muda. Kemeja kotak-kotak, rajutan longgar, dan sepatu bot kikuk Angela Chase merupakan lambang pergeseran ke arah gaya berpakaian introspektif dan anti-glamor. Meskipun serial ini berumur pendek, estetikanya tetap bertahan, terutama dalam kebangkitan thrifting dan berkarakter masa kini.
10. 'That '70s Show'
Meski berlatar dua dekade sebelumnya, That '70s Show ditayangkan perdana pada tahun 1998 dan langsung mencerminkan obsesi tahun 90-an dengan mode retro. Flare jeans, atasan rajutan, dan jaket berumbai kembali menjadi barang wajib. Acara ini tidak hanya menggambarkan gaya vintage, tetapi juga mengemasnya kembali untuk generasi yang melihat ke belakang untuk berpakaian ke masa depan.
This story was originally written in English by Carmella Bautista.
Artikel ini awalnya ditulis dalam bahasa Inggris oleh Carmella Bautista dan diterbitkan pada 25 April 2025. Read the original story here.
Topics




