The Power of Redemptive & Contamination Stories.
Narrative Identity theory atau teori identitas naratif merupakan ilmu yang mempelajari tentang kisah hidup seseorang. Menurut McAdams yang telah meninjau teori ini lebih dari 30 tahun lamanya, identitas naratif merupakan bagaimana kita sebagai manusia mengkonstruksi kisah atau perjalanan hidup di masa lampau untuk lebih memahami kemana kita akan sampai di masa depan, sedikit mirip dengan yang sedang ramai dilakukan oleh generasi muda yaitu ‘manifestasi diri’.
Psikolog Universitas Northwestern, Dan McAdams pakar konsep "Narrative Identity", menjelaskan teorinya sebagai ‘internalized story’ yang seseorang buat tentang dirinya sendiri, or your own personal myth.
Baca Juga: 5 Ways To Improve Your Financial Literacy

Above Gambar ilustrasi dari pikiran seseorang. Foto: Dok. The Atlantic
Terdapat dua jenis kisah pada teori Narrative Identity, yaitu Contamination Story dan Redemptive Story.
Mungkin sampai sini Kamu masih bertanya-tanya “apa yang dimaksud oleh teori ini?” Singkatnya, semua tergantung pada apa dan bagaimana kamu menceritakan kisah hidup yang telah kamu lalui.
Bagaimana kisah hidup yang kita ceritakan ke diri sendiri maupun orang lain lah yang dapat membentuk hidup dan pengalaman kita.
Jika kita sering bercerita betapa sulitnya hidup, ditimpa banyak masalah atau bagaimana hidup ini tak adil, ini merupakan jenis dari ‘Contamination Story’. Hal ini dimana seseorang cenderung bercerita atau menutup cerita secara negatif, yang mana kebanyakan dari mereka terlihat gelisah, murung atau depresi. Dari penelitiannya, McAdams menemukan orang-orang yang menceritakan Contamination Stories kurang terdorong untuk berkontribusi pada masyarakat atau generasi muda dan perasaan tidak berdaya.
Baca Juga: Anandita Makes: Wanita Multi-Peran & Inspirasinya
Sedangkan orang-orang yang percaya hidupnya berarti, cenderung menceritakan 'Redemptive Story'. Full of hope and growth. Hal ini kemudian mengarah kepada perasaan identitas diri yang lebih terdefinisi / kuat lagi. Lalu menciptakan realitas sesuai perasaan positifnya tersebut.
Bahkan membuat ‘sedikit editan’ pada cerita personal kita juga ternyata dapat secara signifikan mempengaruhi hidup kita! Karena sebagai manusia, kita sendirilah yang menciptakan sejarah pribadi kami sendiri, sehingga kami memiliki kemampuan untuk 'menulis ulang' cerita tersebut agar dapat menjalani hidup dengan tujuan yang lebih besar lagi. Teori McAdams ini dapat membuktikan ‘the power of mind’ dan bagaimana kita menggunakannya.
and it's all based on what we choose to focus on.
See more honourees from Indonesia on the Gen.T List.
NOW READ
Angga Dwimas Sasongko & His Highest Rated Movies




