Tatler+
Maskapai peraih penghargaan ini memberikan cita rasa Jepang kepada penumpang yang berada di ketinggian 35.000 kaki saat penerbangan, dan menampilkan hidangan regional dan musiman yang telah disempurnakan
Pikirkan tentang Jepang, dan pemandangan kulinernya yang semarak akan langsung muncul di benak Anda. Hal tersebut tidak mengherankan mengingat negara ini adalah rumah bagi lebih dari 500 restoran berbintang Michelin yang tersebar di seluruh penjuru kepulauan, yang menyajikan banyak hidangan daerah dan musiman seperti sakura shrimps dari Shizuoka atau penggunaan chestnut dalam hidangan musim gugur.
Dengan mempertimbangkan masakan khas Jepang inilah Japan Airlines (JAL) —disertifikasi oleh Skytrax sebagai maskapai penerbangan bintang lima selama enam tahun berturut-turut dan juga turut menerima penghargaan Kelas Dunia 2022 dari Apex—memutuskan untuk menawarkan penumpang First Class dan Business Class ( dari Jepang untuk memilih rute internasional), sebuah cita rasa Jepang melalui restaurant in the sky yang eksklusif.
Ungkap perwakilan JAL dari Customer Experience Division, Product & Services Development Department:: “Kami ingin memberikan pengalaman bersantap terbaik di ketinggian 35.000 kaki. Hal tersebut bukan hanya tentang pengalaman gastronomi yang memuaskan, tetapi juga perihal pemberian layanan yang sangat baik — seolah-olah Anda sedang menikmati jamuan di restoran mewah di Tokyo .
Jika Anda melewatkannya: Panduan pecinta makanan ke Osaka, Jepang
Dinamakan JAL Bedd untuk tempat tidur datar penuh di kursi First Class dan Business Class (dengan tambahan ekstra "D" untuk dine, delicious dan dreams), "restoran di langit" tersebut menawarkan berbagai menu dalam pesawat yang dikuratori oleh para chef Jepang berprestasi yang bekolaborasi untuk menghadirkan masakan Barat dan Jepang.
Kishida Shuzo, chef-pemilik Quintessence berbintang tiga Michelin di Tokyo, misalnya, menciptakan repertoar hidangan Barat untuk penumpang First Class menggunakan bahan-bahan terbaik yang memaksimalkan esensi dan rasa mereka. Adapun koki Mishina Jun, yang memimpin Ren Mishina yang terkenal di Tokyo, dia menyiapkan makanan Jepang yang lezat untuk penumpang Business Class dengan menggunakan bahan-bahan musiman yang sederhana.
Jangan lewatkan: Tokyo by Design: 6 tempat indah untuk dijelajahi untuk ide dekorasi

Above Ramen sehat tanpa daging oleh Kyushu Jangara

Above Soba ayam berbahan dasar kecap oleh Soranoiro
KLASIK JEPANG
Ramen, kadang-kadang disebut soba Cina dalam bahasa Jepang, adalah makanan pokok berbasis mi yang populer di Jepang. Dari soba tradisional hingga udon klasik dan somen seperti benang, negara ini menawarkan beragam pilihan. Dalam setiap hidangan mie, kaldu memiliki peran yang sama pentingnya. Terdapat berbagai macam pilihan lezat seperti shoyu, shio, dan miso yang dapat dipilih untuk ramen dan lainnya. Karena itu, JAL berusaha keras untuk memasukkan berbagai hidangan mie di menu First Class dan Business Class sebagai bagian dari menu à la carte Anytime You Wish bagi mereka yang bepergian ke luar Jepang.
Apa yang disajikan "di atas awan" sama lezatnya dengan apa yang Anda temukan di tempat makan tradisional di Jepang. Untuk memastikan tekstur dan konsistensi mi yang tepat beserta rasa kaldu, JAL menjalin kerja sama dengan tim kuliner spesialis mi legendaris Soranoiro dan Kyushu Jangara.
Soranoiro datang dengan soba ayam, yang populer di kalangan penumpang karena kaldu kedelai sarat umami dan bertabur pangsit. Sementara itu, Kyushu Jangara menciptakan ramen sehat yang menampilkan kaldu tonkotsu vegetarian yang dikemas dengan daging kedelai dan jamur. Ini adalah pilihan sempurna bagi para vegetarian yang mendambakan rasa ramen yang lezat.
Sejak hidangan baru ini diperkenalkan pada bulan November tahun lalu, perwakilan JAL menyatakan bahwa “mereka mendapatkan popularitas dengan sangat cepat karena ini adalah kesempatan untuk menikmati mie di pesawat, menghemat waktu dan ruang perut untuk sekali makan lagi di Jepang”. Dan, dengan bekerja sama dengan koki ternama Jepang, JAL berharap penumpang pesawatnya tidak hanya menantikan tujuan liburan mereka, tetapi juga perjalanan yang menampilkan pakar kuliner kelas dunia Jepang, keramahtamahan serta layanan pelanggan sepenuh hati yang dikenal sebagai omotenashi.




