Menyatukan pendekatan inovasi kecantikan global Augustinus Bader dengan seni pastry kelas dunia, The St. Regis Jakarta menghadirkan pengalaman bersantap yang melampaui sekadar ritual minum teh biasa.

Musim ini, The Drawing Room di The St. Regis Jakarta bertransformasi menjadi destinasi anggun yang mempertemukan dua dunia: sains dan tradisi. Dalam sebuah kolaborasi yang harmonis, hotel pemenang 20 Hotel Terbaik Tatler Best Indonesia 2026 ini menggandeng lini kecantikan prestisius, Augustinus Bader. Hasilnya adalah sebuah pengalaman Afternoon Tea yang didesain ulang melalui lensa ketelitian dan ritual yang memanjakan indera.

Augustinus Bader dikenal secara global melalui teknologi TFC8® yang revolusioner, sebuah hasil penelitian regeneratif selama berpuluh-puluh tahun. Mengambil inspirasi dari pendekatan berbasis nutrisi tersebut, executive pastry chef Kevin Lee melangkah lebih jauh dengan mengurasi deretan hidangan manis dan gurih yang menggunakan bahan-bahan fungsional. Mulai dari jamur, alga (rumput laut, kelp, dan spirulina), hingga teh hijau, setiap elemen dipilih karena kepadatan nutrisinya yang selaras dengan formulasi sang profesor.

Baca juga: Luxury Dining Series 2025: Petualangan gastronomi di Jakarta

Tatler Asia
Above Kolaborasi eksklusif antara Augustinus Bader dan The St. Regis Jakarta disajikan di The Drawing Room

“Menerjemahkan filosofi perawatan kulit ke dalam makanan adalah tantangan tersendiri, karena setiap bahan harus masuk akal di atas piring secara rasa, bukan hanya secara konseptual,” ujar chef Kevin Lee. Kepiawaiannya terbukti dalam menu Beef Tataki yang disajikan dengan mushroom duxelles yang earthy, serta Miso-marinated Scallop dengan rumput laut yang segar dan kaya akan aroma laut. Di sini, keseimbangan antara kesehatan dan kelezatan dicapai tanpa sedikit pun kompromi.

Sisi manis dari ritual ini pun tak kalah memukau. Salah satu primadonanya adalah White Chocolate Tart yang dihiasi dengan blue veil cantik—warna biru yang didapat secara alami dari spirulina. Selain itu, hadir pula Matcha Opera yang berlapis-lapis serta Matcha Lemon Scone yang memberikan kesegaran citrus di tengah aroma teh hijau yang menenangkan. Setiap gigitan adalah bentuk apresiasi terhadap ketenangan dan kemanjaan yang terukur.

arrow left arrow left
arrow right arrow right
Photo 1 of 4 Sajian Afternoon Tea di The St. Regis Jakarta bersama Augustinus Bader
Photo 2 of 4 Dari yang manis hingga savoury, temukan kreasi executive pastry chef Kevin Lee di The Drawing Room
Photo 3 of 4 Dari yang manis hingga savoury, temukan kreasi executive pastry chef Kevin Lee di The Drawing Room
Photo 4 of 4 Dari yang manis hingga savoury, temukan kreasi executive pastry chef Kevin Lee di The Drawing Room
Sajian Afternoon Tea di The St. Regis Jakarta bersama Augustinus Bader
Dari yang manis hingga savoury, temukan kreasi executive pastry chef Kevin Lee di The Drawing Room
Dari yang manis hingga savoury, temukan kreasi executive pastry chef Kevin Lee di The Drawing Room
Dari yang manis hingga savoury, temukan kreasi executive pastry chef Kevin Lee di The Drawing Room

Tersedia setiap hari hingga 18 Juni 2026 di The Drawing Room, kolaborasi ini bukan sekadar jamuan teh sore. Ia adalah refleksi dari visi bersama antara Augustinus Bader dan The St. Regis Jakarta; sebuah titik temu di mana sains, teknik modern, dan tradisi berpadu tanpa mengubah esensi dari ritual itu sendiri. Bagi Anda yang mencari momen jeda di tengah hiruk-pikuk ibu kota, meja di The Drawing Room telah siap menyajikan keajaiban yang tidak hanya memuaskan selera, tetapi juga merayakan keseimbangan hidup.

Jangan lewatkan:

20 Bar Terbaik Tatler Best Indonesia 2026

Sentuhan omotenashi dan kelezatan Omi Wagyu di debut Yakiniku Jumbo, Jakarta

Inilah bar dan bartender pemenang Best-In-Class Tatler Best Indonesia 2026

 

Eve Tedja
Travel & Dining Editor, Tatler Indonesia
Tatler Asia

Since embarking on her career as a food journalist in 2012, she has penned hundreds of articles delving into culinary trends, chef profiles, and gastronomic destinations across Asia. Born and raised in Bali, Eve is dividing her time between Bali and Jakarta.